Wawancara terbaru CEO Roblox Corp., David Baszucki, dengan podcast Hardfork milik The New York Times berubah menjadi adu argumen. Momen ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik soal keamanan anak di platform game tersebut, terutama setelah sejumlah orang tua dan jaksa agung negara bagian menggugat Roblox karena dinilai gagal mencegah predator menargetkan pengguna muda.
Awalnya, Baszucki diundang untuk membahas teknologi age-gating baru yang digadang dapat memperketat moderasi konten. Namun, percakapan bergeser cepat ketika pembawa acara Casey Newton dan Kevin Roose menekan dirinya soal rekam jejak keamanan Roblox. Suasana memanas sejak Roose menyinggung laporan Hindenburg Research (lembaga aktivis yang kini sudah tutup) yang pada 2024 menyebut Roblox sebagai “neraka penuh predator bagi anak-anak.”

Baszucki langsung menyerang balik. Ia menyoroti bubarnya Hindenburg dan mempertanyakan apakah para pembawa acara benar-benar meneliti tuduhan tersebut. Nada sarkastiknya kian terasa saat ia menanggapi pertanyaan tentang efektivitas model AI dalam moderasi konten. Pada satu titik, ia bahkan melempar tos imajiner sambil berkata bahwa Newton dan Roose “sejalan” dengan keputusan Roblox.
Awalnya ingin bahas teknologi, malah jadi debat panas
Dari sejumlah responsnya, Baszucki tampak tidak terlalu nyaman membicarakan moderasi—topik yang sebenarnya ingin dikejar oleh pewawancara. Newton menyebut tim PR Roblox memberi tahu bahwa Baszucki ingin hadir khusus membahas teknologi baru tersebut. Namun, sang CEO mengklaim ia datang karena suka podcast Hardfork dan berharap bisa ngobrol “tentang segalanya,” bukan hanya soal pengamanan.
Ketika Newton mengatakan ia tampak agak frustrasi, Baszucki membantah, tetapi tetap mempertanyakan fokus wawancara. Ia mengaku berharap bisa membahas hal-hal yang “seru” dalam industri teknologi, bukan hanya isu sensitif soal keselamatan anak.
Situasi berubah ketika percakapan beralih ke prediction market seperti Polymarket. Di topik ini, Baszucki terlihat jauh lebih antusias. Ia bahkan membuka kemungkinan memasukkan pengalaman pasar prediksi ke dalam Roblox, selama tidak memberikan Robux atau item game sebagai imbalan.
Klaim Roblox: platform aman, orang tua tetap penentu akhir
Sepanjang wawancara, Baszucki menegaskan bahwa metrik internal Roblox menunjukkan platform tersebut semakin aman, terutama berkat peningkatan moderasi berbasis AI. Ia menyebut perusahaan “sangat inovatif” dalam meningkatkan fitur keselamatan bagi ratusan juta penggunanya.
Ketika ditanya apakah Roblox tidak memiliki masalah dengan predator, Baszucki memilih kembali ke argumen tentang inovasi dan jumlah pengguna. Ia juga mengulang pandangannya yang pernah disampaikan kepada Eurogamer: bahwa pada akhirnya, orang tua adalah pengambil keputusan utama soal apakah anaknya boleh bermain Roblox atau tidak.
“Kalau ada orang tua yang tidak nyaman anaknya pergi ke taman, bermain mainan tertentu, atau bermain di Roblox, itu hak mereka,” ujarnya.

