Dalam kurun waktu beberapa tahun, game RPG PC jumlahnya semakin meningkat. Jika sebelumnya game RPG PC didominasi dengan RPG bergaya ala CRPG di mana senjata utama untuk memainkan tersebut adalah mouse dan keyboard. Sejak Steam dan platform distribusi game digital lainnya semakin mudah diakses, game-game seperti JRPG yang lebih sering muncul di konsol kini sudah bisa dimainkan di PC.
Keberadaan platform seperti Steam, Epic Games Store, GOG, dan semacamnya membuat game RPG PC semakin variatif. Game RPG sendiri juga memiliki penggemar yang militan. Beberapa judul, entah dari developer Eropa atau Amerika Serikat maupun Jepang sangat ditunggu oleh penggemar jenis game ini.
Melihat semakin banyaknya jumlah game RPG di PC, tentu akan sangat sulit untuk gamers yang baru ingin mengeksplorasi genre ini. Maka dari itu, kami akan berikan beberapa rekomendasi game RPG untuk platform PC. Mari simak!
Rekomendasi 25 Game RPG PC Terbaik
1. The Witcher 3: Wild Hunt

Tak mungkin mengabaikan nama The Witcher 3: Wild Hunt ketika kita ingin menyebutkan rekomendasi game RPG PC. Game ini usianya sudah hampir 10 tahun. Meski, sudah tergolong lama, seri ketiga game yang menceritakan seorang Witcher bernama Geralt of Rivia ini masih relevan dimainkan hingga saat ini. Kualitas grafisnya juga masih bisa menyandingi game-game AAA hari ini. Apalagi tim CD Projekt Red melakukan pembaharuan dari segi grafis agar relevan dengan teknologi hari ini, yakni teknologi ray tracing dan DLSS.
Bagi yang belum pernah memainkan game ini, game ini merupakan instalasi ketiga dari game The Witcher yang prekuelnya rilis di tahun 2007 dan sekuel dirilis 4 tahun setelahnya. Di game ini, sang protagonis utama, Geralt of Rivia, mencari anaknya, Ciri, yang menghilang setelah dikejar oleh Wild Hunt.

Secara gameplay, The Witcher 3: Wild Hunt hadir dengan gaya permainan hack and slash yang dilengkapi dengan ‘Signs’ atau kemampuan magic yang dimiliki oleh Geralt. Yang membedakan combat mechanics The Witcher 3: Wild Hunt dengan game dengan style serupa adalah pertempuran yang lebih taktis berkat esquive dan parry.
Selain combat-nya, yang menarik dari game RPG satu ini adalah dunianya yang luas dan dinamis. Kamu bisa menemukan perpindahan siang dan malam, serta cuaca. Eksplorasi map juga menjadi hal yang menonjol di game ini. Dalam menjelajahi dunia The Witcher 3: Wild Hunt, banyak cara yang bisa ditempuh, mulai dari jalan kaki, naik kuda, hingga naik perahu.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | 64-bit Windows 7, 64-bit Windows 8 (8.1) atau Windows 10 | |
| Prosesor | Intel CPU Core i5-2500K 3.3GHz / AMD CPU Phenom II X4 940 | |
| Memori | 6 GB RAM | |
| Grafis | Nvidia GPU GeForce GTX 660 / AMD GPU Radeon HD 7870 | |
| Penyimpanan | 50 GB | |
2. Divinity: Original Sin 2
Beberapa tahun belakang ini, nama Larian begitu harum berkat Baldur’s Gate III. Namun, sebelum game RPG mereka yang melambungkan nama mereka melalui beberapa penghargaan di GOTY tahun 2023, Larian Studios memperkenalkan game RPG PC berjudul Divinity: Original Sin. Meski namanya tidak sebesar Baldur’s Gate III, Divinity: Original Sin cukup mendapatkan penerimaan yang begitu baik dari para gamers. Kesuksesan tersebut membawa Larian melanjutkan seri tersebut.

Game RPG satu ini mengambil pendekatan sudut pandang isometrik, suatu gaya yang sangat lazim untuk game RPG PC klasik. Elemen game RPG ala game-game Dungeons & Dragons dibawa oleh game ini dengan baik, mulai dari kustomisasi karakter secara penuh, mulai dari kelas, ras, dan penampilan. Tentu saja, game ini mengusung konsep turn-based yang menyertakan party di dalamnya. Di game ini, kamu bisa merekrut hingga 4 orang ke dalam party-mu.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 7 SP1 64-bit or Windows 8.1 64-bit or Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | Intel CPU Core i5 atau ekuivalen | |
| Memori | 4 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA® GeForce® GTX 550 or ATI™ Radeon™ HD 6XXX or higher | |
| Penyimpanan | 60 GB | |
3. Dark Souls III

Terkadang bermain game bukanlah untuk bersenang-senang, melainkan sebuah bentuk masokisme yang paling aman. Banyak gamers yang senang dibuat frustrasi oleh sebuah game. Yup, membicarakan game yang membuat gamers pusing bukan kepalang adalah seri Dark Souls. Citra sulit sangat melekat pada game RPG garapan FromSoftware ini.

Betapa sulitnya game ini dimainkan nyatanya mampu menorehkan kesuksesan yang begitu besar bagi sang developer yang akhirnya membuat mereka melanjutkan game ini ke seri ketiga. Jika kalian adalah gamers pecinta rasa frustrasi, Dark Souls III adalah game pilihan kalian.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 7 SP1 64bit, Windows 8.1 64bit Windows 10 64bit | |
| Prosesor | Intel Core i3-2100 / AMD® FX-6300 | |
| Memori | 4 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA® GeForce GTX 750 Ti / ATI Radeon HD 7950 | |
| Penyimpanan | 25 GB | |
4. Cyberpunk 2077

Meskipun sempat menuai kritik di awal peluncurannya, Cyberpunk 2077 kini telah mengalami banyak perbaikan. Kemarahan yang ditujukan ke game ini di awal peluncurannya perlahan teredam dengan sendirinya akibat sang pengembang, CD Projekt Red memberikan pembenahan bug dari segala aspek di dalam game ini.
Sebagaimana sesuai dengan namanya, Cyberpunk 2077 mengangkat tema dunia distopia di mana otoritas korporasi dalam kehidupan manusia semakin menjadi-jadi. Selain itu, keberadaan teknologi sudah hampir melumat eksistensi manusia. Akibatnya, alih-alih menjadi hal ihwal yang membantu kehidupan manusia, teknologi yang semakin mutakhir menciptakan banyak permasalahan baru di sebuah kota bernama Night City. Kemiskinan dan kekerasan terlahir dari dominasi teknologi robotik yang dikira akan mempermudah kehidupan manusia.

Secara gameplay mechanics, game RPG garapan CD Projekt Red ini cukup berbeda dengan saudaranya, The Witcher series. First person menjadi konsep utama yang diaplikasikan game ini. Di sini kamu bisa berkeliling kota Night City yang luas dengan berbagai kendaraan.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | 64-bit Windows 10 | |
| Prosesor | Core i7-6700 atau Ryzen 5 1600 | |
| Memori | 12 GB RAM | |
| Grafis | GeForce GTX 1060 6GB atau Radeon RX 580 8GB atau Arc A380 | |
| Penyimpanan | 70 GB SSD | |
5. Disco Elysium

Bukan game dance atau rhythm based, Disco Elysium menyajikan konsep RPG yang unik dan menarik. Tidak seperti game-game RPG yang mengutamakan aksi adu pedang, baku hantam, atau rentetan peluru, Disco Elysium mengedepankan narasi. Disco Elysium menyajikan interaksi pemain dengan NPC yang hidup dan dinamis berkat pilihan yang memengaruhi jalan cerita game-nya.

Game ini menceritakan seorang detektif yang mengalami banyak masalah personal di dalam dirinya, yakni kecanduan alkohol dan amnesia yang diakibatkan oleh obat. Dari premisnya saja, game ini cukup kompleks dan gelap. Di samping itu, Disco Elysium memiliki skill tree yang berbeda dengan RPG lain. Tak ada yang namanya, Strength, Dexterity, dan kemampuan standar di game RPG pada umumnya. Sang karakter utama memiliki empat kemampuan yang ditingkatkan, di antaranya Intellect, Psyche, Physique, dan Motorics.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 7 | |
| Prosesor | Intel Core 2 Duo | |
| Memori | 2 GB RAM | |
| Grafis | DirectX 11 compatible video card (min 512MB VRAM) | |
| Penyimpanan | 20 GB | |
6. Pillars of Eternity II: Deadfire

Game RPG PC klasik nyatanya masih punya penggemar fanatik. Kharisma dari genre ini dapat dibuktikan di beberapa review media atau platform yang membahas sebuah game berjudul Pillars of Eternity II: Deadfire. Game ini digarap oleh sebuah developer RPG veteran bernama Obsidian Entertainment. Beberapa judul game RPG PC seperti Star Wars Knights of the Old Republic II: The Sith Lords, Neverwinter Nights, Fallout New Vegas, hingga Tyranny ditelurkan dari game ini.

Reputasi dari Obsidian Entertainment ternyata dapat dibuktikan dari Pillars of Eternity II: Deadfire. Sebagai sebuah ‘tribute’ untuk penggemar RPG klasik, Pillars of Eternity II: Deadfire menawarkan banyak fitur yang sangat disukai oleh gamers RPG PC veteran, mulai dari skill tree, hingga combat taktis seperti game-game RPG legendaris.
Kesan klasik di game-game RPG klasik dapat dirasakan juga dari tampilan isometriknya. Penerapan konsep berlatar medieval fantasi ini sukses dimanifestasikan melalui grafis yang cantik. Grafis game satu ini dasarnya adalah 2D. Namun, Obsidian Entertainment mampu meraciknya dengan baik, sehingga grafis Pillars of Eternity II: Deadfire nampak seperti game 3D.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows Vista 64-bit atau lebih baru | |
| Prosesor | Intel Core i3-2100T @ 2.50 GHz / AMD Phenom II X3 B73 | |
| Memori | 4 GB RAM | |
| Grafis | DirectX 11 Compatible | |
| Penyimpanan | 45 GB | |
7. Elden Ring

FromSoftware ingin melepas nama Dark Souls yang melekat di dalam diri mereka, maka developer game asal Jepang ini menggarap game lain bernama Elden Ring. Namun, identitas FromSoftware tidaklah terlepas dari Elden Ring. Game RPG PC satu ini masih menyuntikkan rasa dari seri Dark Souls, yakni tingkat kesulitan tinggi. Meski aura Dark Souls masih cukup kental dirasakan, Elden Ring mampu mempresentasikan dunia yang berbeda.

Di sini, dunia yang disajikan lebih luas dibandingkan saudaranya. Terdapat enam area yang bisa pemain kunjungi di Elden Ring. Selain itu, yang membuat Elden Ring menarik adalah mekanisme stealth yang memungkinkanmu menyerang musuh tanpa ketahuan.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 | |
| Prosesor | Intel Core i5-8400 / AMD Ryzen 3 3300X | |
| Memori | 12 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA GeForce GTX 1060 3 GB / AMD Radeon RX 580 4 GB | |
| Penyimpanan | 60 GB | |
8. Baldur’s Gate III

Nama Larian tak mungkin semakin melambung tanpa adanya sebuah game RPG bernama Baldur’s Gate III. Seri ketiga ini merupakan tongkat estafet yang diberikan oleh Bioware setelah perilisan dua seri Baldur’s Gate beserta ekspansinya yang mengendap di waktu yang sangat lama. Bahkan jarak antara Baldur’s Gate 2 dengan seri ketiganya ini hingga 23 tahun.
Baldur’s Gate III mampu mendobrak status quo yang ada pada industri game di kala itu. CRPG di saat itu hampir tenggelam di antara riak-riak game MMO dan game dengan combat mechanics yang lebih aktif. Berkat kerja keras Larian Studios, Baldur’s Gate III berhasil meraup banyak penghargaan di ajang The Game Award for Game of the Year.

Baldur’s Gate III adalah kombinasi yang hampir sempurna antara mechanics yang dirancang dengan baik dengan kualitas grafis yang apik. Game ini mengusung mechanics turn-based klasik yang dipercantik hingga ke level yang lebih lanjut. Dalam sebuah battle, kamu bisa menghabiskan musuh dengan berbagai cara, mulai dari menyerangnya dengan senjata melee atau ranged, mengendap-ngendap dan mematikannya dari jarak jauh, hingga menjatuhkan mereka ke jurang.
Jalan cerita yang ditawarkan juga tidak linier, sehingga setiap dialog yang kalian pilih akan menentukan takdir timmu. Sistem dadu 20 sisi di game ini juga semakin menjadikan game ini begitu distingtif dari kompetitornya. Kemampuan karaktermu dalam bernegosiasi hingga menipu memiliki pengaruh yang signifikan dalam pelemparan dadu di game ini.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | Intel I5 4690 / AMD FX 8350 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | Nvidia GTX 970 / RX 480 (4GB+ of VRAM) | |
| Penyimpanan | 150 GB (SSD Required) | |
9. The Elder Scrolls V: Skyrim Special Edition

Usia The Elder Scrolls V: Skyrim sudah lebih dari 1 dekade, tetapi pengaruhnya begitu besar bagi industri game, terutama lanskap game-game RPG. Skyrim tetap meneruskan ruh seri-seri pendahulunya dengan penyempurnaan. Tak salah jika Skyrim masih relevan jika dimainkan hingga saat ini. Sebagaimana game The Elder Scrolls lainnya, Skyrim menyajikan dunia yang begitu luas dengan dinamika di dalamnya.
Dunia Skyrim terinspirasi dari lingkungan skandinavia era abad pertengahan. Dalam mengeksplorasinya, kamu bisa berjalan dengan menggunakan kuda atau berjalan kaki. Namun, jika kamu lelah berkelana, kamu bisa gunakan fitur fast travel ketika menuju satu titik ke titik lainnya.

Yang menjadikan Skyrim begitu istimewa adalah interaksi antara pemain dengan NPC. Kamu bisa menjadi apa saja dengan konsekuensi tersendiri. Jika kamu adalah seorang pasifis yang takut berbuat kericuhan, orang sekitar akan berlaku baik kepadamu. Sementara, jika sebaliknya, kamu akan dikucilkan dan juga dihujat mereka.
Hampir lima tahun setelah game orisinalnya dirilis, melihat Skyrim tetap memiliki potensi, Bethesda akhirnya merilis edisi spesial di mana ada penambahan konten dan peningkatan grafis di dalamnya. Bagi yang belum pernah mencoba Skyrim, kami sarankan untuk memainkan game ini.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 7/8.1/10 (64-bit Version) | |
| Prosesor | Intel i5-750/AMD Phenom II X4-945 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA GTX 470 1GB /AMD HD 7870 2GB | |
| Penyimpanan | 12 GB | |
10. Final Fantasy VII Remake Intergrade

Kembalinya Cloud dan kawan-kawan Avalanche-nya sangat ditunggu oleh penggemarnya setelah adanya trailer singkat pada 2015. Ketika sudah dirilis, penggemar Final Fantasy VII pun bersorak-sorai bergembira. Sayangnya, perilisan kloter pertama, gamers PC belum mendapatkan giliran.

Setelah menunggu selama setahun, gamers PC akhirnya bisa memainkan Final Fantasy VII Remake. Menariknya, versi PC ini adalah versi peningkatan dari versi PS4. Adanya penambahan konten seperti campaign singkat Yuffie Kisaragi dan juga peningkatan grafis yang disesuaikan dengan teknologi yang lebih modern.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit (ver. 2004 atau lebih baru) | |
| Prosesor | Intel Core i5-3330 / AMD FX-8350 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | GeForce GTX 780 / Radeon RX 480 (3GB VRAM) | |
| Penyimpanan | 100 GB | |
11. Mass Effect: Legendary Edition

Kami tidak akan memilih salah satu dari trilogi Mass Effect karena ketiganya memiliki kesinambungan satu sama lain. Maka di sini, kami akan memasukkan Mass Effect: Legendary Edition di daftar game RPG PC ini. Sebagai pecinta RPG, Mass Effect adalah salah satu RPG definitif di pertengahan hingga akhir 2000-an dan awal 2010-an.

Alih-alih mengangkat tema kerajaan, Bioware memilih mengangkat tema sci-fi yang sebelumnya mereka kerjaan melalui Star Wars: Knights of the Old Republic. Di versi Legendary Edition ini, kamu tidak hanya mendapatkan tiga game Mass Effect sekaligus, melainkan juga peningkatan kualitas grafisnya. Secara harga juga cukup layak untuk tiga game sekelas Mass Effect yang sudah diregenerasi dan ditingkatkan kualitas visualnya.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | 64-bit Windows 10 | |
| Prosesor | Intel Core i5 3570 or AMD FX-8350 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | GPU: NVIDIA GTX 760, AMD Radeon 7970 / R9280X GPU RAM: 2 GB Video Memory | |
| Penyimpanan | 120 GB | |
12. Dragon Age: Origins

Selanjutnya, kami tak segan-segan memasukkan Dragon Age: Origins ke dalam daftar rekomendasi game RPG PC terbaik. Mengapa Dragon Age: Origins, dan bukan penerusnya? Dragon Age: Origins merupakan karya BioWare yang mendapatkan penilaian yang sangat tinggi.

Game ini mengambil inspirasi dari beberapa game Dungeons and Dragons seperti Neverwinter Nights atau Baldur’s Gate. Namun, Dragon Age membawanya ke tingkat yang lebih lanjut. Visualnya lebih kelam dan dipenuhi darah. Ceritanya, meski cukup generik, Bioware mampu menggarap narasinya menjadi bagus. Game ini memiliki jalan cerita yang tidak linier. Jalan cerita sangat berpengaruh dari pilihan dialog.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows XP (SP3) or Windows Vista (SP1) or Windows 7 | |
| Prosesor | Intel Core 2 Single 1.6 Ghz Processor (atau ekuivalen) or AMD 64 2.0 GHz Processor (atau ekuivalen) | |
| Memori | 1 GB (1.5 GB Vista and Windows 7) | |
| Grafis | ATI Radeon X850 256MB or NVIDIA GeForce 6600 GT 128MB or greater (Windows Vista: Radeon X1550 256 MB or NVidia GeForce 7600GT 256MB) | |
| Penyimpanan | 20 GB | |
13. Star Wars: Knights of the Old Republic

Star Wars: Knights of the Old Republic mampu mengangkat franchise raksasa ke dalam sebuah game RPG. Game ini mampu mendongkrak popularitas BioWare, meski nama mereka sudah harum berkat beberapa game sebelumnya.

Secara combat system, Star Wars: Knights of the Old Republic mengusung gaya turn-based. Alhasil, kalian bisa switch karakter di dalam battle. Yang menarik dari game RPG PC satu ini adalah pilihan yang bisa menjadikan kalian Jedi atau Sith. Tentu saja, kedua pilihan itu akan berdampak pada misi yang akan kalian jalani.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows XP dan Windows Vista | |
| Prosesor | Intel Pentium 3 1Ghz atau AMD Athlon 1GHz | |
| Memori | 256 MB RAM | |
| Grafis | 32 MB dengan Hardware T&L Capability | |
| Penyimpanan | 3.5 GB | |
14. Final Fantasy VII Rebirth

Tak adil rasanya jika memasukkan Final Fantasy VII Remake tanpa menyertakan babak keduanya, Final Fantasy VII Rebirth. Kami merasa takjub ketika memainkan Final Fantasy VII Remake. Rasa takjub tak berhenti bahkan terekskalasi ketika memainkan Rebirth. Konten di game ini tentu lebih banyak dan mendalam dibandingkan babak pertama, lantaran mengusung format zone-based open world. Jadi, di sini kamu bisa mengeksplorasi dunia di dalamnya dengan lebih leluasa. Selain itu, karena konten dan dunia yang disajikan lebih luas, banyak hal yang lebih kita temukan dibanding Remake.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows® 10 64-bit | |
| Prosesor | AMD Ryzen™ 5 1400 / Intel® Core™ i3-8100 | |
| Memori | 16 GB RAM | |
| Grafis | AMD Radeon™ RX 6600 (RX 6600 or above required) / Intel® Arc™ A580 / NVIDIA® GeForce® RTX 2060 (RTX series required) | |
| Penyimpanan | 155 GB | |
15. Final Fantasy XVI

Meski sudah semakin jauh dari konsep Final Fantasy tradisional, kami tidak akan ragu untuk memasukkan entri ke-16 franchise jagoan Square Enix ini. Combat mechanics-nya sangat action. Tetapi, fitur-fitur RPG masih tetap dijaga oleh tim developer agar tidak kehilangan esensi dari waralaba ini. Untuk ceritanya, seri ini juga seru diikuti, apalagi dengan intrik politik dan penghianatan. Dibanding dengan seri sebelumnya, Final Fantasy XVI memang diperuntukkan untuk gamers dewasa.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows® 10 / 11 64-bit | |
| Prosesor | AMD Ryzen™ 5 1600 / Intel® Core™ i5-8400 | |
| Memori | 16 GB RAM | |
| Grafis | AMD Radeon™ RX 5700 / Intel® Arc™ A580 / NVIDIA® GeForce® GTX 1070 | |
| Penyimpanan | 170 GB SSD | |
16. Clair Obscur: Expedition 33

Virus JRPG memang sudah mendunia. Bahkan di bumi belahan barat, tepatnya di Prancis, sebuah studio yang masuk ke dalam kategori independen bernama Sandfall Interactive memutuskan membuat sebuah game yang dipengaruhi Final Fantasy X dan seri Persona. Ya, game itu bernama Clair Obscur: Expedition 33. Melihat presentasinya, game ini kurang tepat menyandang gelar game indie, tetapi lebih cocok disebut sebagai game AA.

Pasalnya, secara kualitas game ini di luar nalar untuk studio dengan skala seperti Sandfall Interactive. Game ini memiliki kualitas gameplay, soundtrack, audio, dan cerita yang mengagumkan. Ketika melihat beberapa petinggi studio ini, ternyata game ini lahir dari racikan mantan pegawai Ubisoft. Jadi, tidak begitu heran.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | Intel Core i7-8700K / AMD Ryzen 5 1600X | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA GeForce GTX 1060 6 GB / AMD Radeon RX 5600 XT 6 GB / Intel Arc A380 6 GB | |
| Penyimpanan | 55 GB SSD | |
17. Yakuza: Like a Dragon

Apa yang ada di pikiran tim Ryu Ga Gotoku studio ketika memutuskan untuk mengarahkan entri ketujuh dari game Yakuza ini menjadi game turn-based RPG. Pasalnya, seri Ryu Ga Gotoku atau yang dikenal di barat sebagai Yakuza ini sudah mapan secara mechanics yang mengarah ke format action.

Menariknya, Ryu Ga Gotoku mampu menggarap game JRPG dengan membawa dunia Yakuza. Ceritanya menarik, dan gameplay-nya juga adiktif. Tak hanya combat system-nya saja yang keren, tetapi minigame yang hadir juga tak kalah seru. Di game ini, Karakter utamanya memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Kazuma Kiryu yang stoik dan cool.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | Intel Core i5-3470 / AMD FX-8350 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | Nvidia GeForce GTX 660, 2 GB | AMD Radeon HD 7870, 2 GB | |
| Penyimpanan | 40 GB SSD | |
18. Dragon Quest XI S: Echoes of an Elusive Age

Mesi temanya generik, Dragon Quest selalu ditunggu oleh penggemarnya. Salah satu game yang patut dicoba adalah Dragon Quest XI S: Echoes of an Elusive Age. Entri kesebelas ini masih mengusung gameplay mechanics ala game JRPG tradisional. Namun, yang membuat game ini menarik adalah storytelling-nya. Cerita yang awalnya terkesan biasa saja, di Dragon Quest XI S: Echoes of an Elusive Age terasa begitu istimewa. Ditambah lagi dengan aktor dengan aksen yang beragam.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | AMD Ryzen™ 3 1200 / Intel® Core™ i3-3330 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | AMD Radeon™ R7 260X / NVIDIA® GeForce® GTX 750 / 1 GB VRAM / Shader Model 5.0 or higher graphics | |
| Penyimpanan | 40 GB SSD | |
19. Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes

Sebuah surat cinta dari mendiang Murayama untuk para penggemar seri Suikoden bernama Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini wajib kami masukkan. Meski game ini dianggap masih belum bisa menyandingkan Suikoden, tetapi game RPG PC satu ini sangat seru dari banyak aspek. Penulisan ceritanya masih mirip-mirip dengan Suikoden II, tetapi cara bernarasinya membuat kita terbawa dengan konflik di dalamnya. Selain itu, di Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes, kita bisa mendengarkan suara di setiap karakter.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 | |
| Prosesor | Intel Core i5-4670K (4 * 3400) / AMD FX-4350 (4 * 4200) | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | GeForce GTX 660 (2048 MB) / Radeon R7 260X (2048 MB) | |
| Penyimpanan | 30 GB SSD | |
20. Diablo II: Resurrected

Warcraft III gagal didaur ulang oleh Blizzard. Lantas, bagaimana dengan Diablo II yang menjadi salah satu game RPG PC definitif di eranya. Untungnya, Diablo II remake yang diberi nama Diablo II: Resurrected mampu memenuhi ekspektasi penggemarnya. Secara gameplay tidak jauh dengan game orisinalnya. Namun, karena Diablo II: Resurrected memiliki visual yang relevan dengan generasi sekarang, game RPG PC satu ini wajib dimainkan.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | Intel® Core i3-3250/AMD FX-4350 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | Nvidia GTX 660/AMD Radeon HD 7850 | |
| Penyimpanan | 43 GB SSD | |
21. Dragon Quest VII Reimagined

Salah satu seri Dragon Quest yang cukup digandrungi oleh penggemarnya adalah Dragon Quest VII. Game yang versi orisinalnya rilis di PS1 ini memiliki storytelling yang menarik. Selain itu, seri ini memiliki job system yang cukup mendalam. Namun, ada yang mengeluhkan konten orisinalnya dengan alasan terlalu panjang.

Square Enix mendaur ulang game ini dengan cerita yang lebih efektif dengan judul Dragon Quest VII Reimagined. Selain itu, art style-nya juga menarik. Tampilan tidak lagi cel-shaded, namun hadir dengan visual full 3D. Menariknya, game RPG PC ini hadir dengan konsep seperti diorama.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 11 64-bit | |
| Prosesor | AMD Ryzen™ 3 1200/Intel® Core™ i3-6100 | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | AMD Radeon™ RX 460/Intel® Arc™ A380/NVIDIA® GeForce® GTX 750 | |
| Penyimpanan | 15 GB | |
22. Neverwinter Nights 2

Dungeons & Dragons dan dunia Forgotten Realms memang sangat menarik jika diangkat ke sebuah game digital. Salah satu game menarik yang mengusung franchise Dungeons & Dragons adalah Neverwinter Nights 2. Meski berpindah tangan dari Bioware ke Obsidian Entertainment, menurut kami Neverwinter Nights 2 adalah game RPG yang sangat kami rekomendasikan, terlebih bagi penggemar game Real-Time RPG with Pause.

Selain itu, dibanding seri pertama yang digarap Bioware, bagi Neverwinter Nights 2 memiliki cerita dan konten yang lebih mendalam. Meski banyak yang menganggap Neverwinter Nights pertama lebih bagus, secara subjektif kami akan menyatakan seri keduanya ini lebih seru untuk diikuti. Ditambah lagi expansion pack-nya yang kualitasnya jauh lebih bagus dibandingkan game base-nya.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 10 64-bit | |
| Prosesor | Intel Core i5-3570 or AMD Ryzen 5 1500 | |
| Memori | 4 GB RAM | |
| Grafis | GeForce GTX 660 2GB or Radeon HD 7870 2GB | |
| Penyimpanan | 40 GB | |
23. Fallout 4

Ketika franchise Fallout dipegang oleh Bethesda, perubahannya begitu radikal. Meski masih memiliki elemen RPG, Fallout versi Bethesda ini hadir dengan konsep yang lebih seperti game action-adventure. Lalu, kesuksesan Fallout 3, kembali dilanjutkan oleh Bethesda di entri keempatnya di tahun 2015.

Di versi keempatnya ini, Fallout memiliki combat yang lebih baik dibanding pendahulunya. Combat terasa lebih fluid dan juga lebih menyenangkan. Tak hanya aspek tersebut, landscape di Fallout 4 bagi kami lebih menarik dipandang karena lebih berwarna.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 7/8/10 (64-bit OS required) | |
| Prosesor | Intel Core i5-2300 2.8 GHz/AMD Phenom II X4 945 3.0 GHz or equivalent | |
| Memori | 8 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA GTX 550 Ti 2GB/AMD Radeon HD 7870 2GB or equivalent | |
| Penyimpanan | 30 GB | |
24. Dungeon Siege II

Satu lagi game RPG klasik yang bagi kami jangan sampai dilupakan, yakni Dungeon Siege II. Di saat perilisannya, Dungeon Siege pertama mendapatkan resepsi yang cukup baik, terutama penggemar CRPG. Di eranya game ini mampu menyajikan visual 3D dengan storytelling yang baik.

Di versi keduanya, Gas Powered Games mengekskalasinya dan membuatnya semakin efektif. Jumlah karakter bukan enam lagi, melainkan empat. Combat lebih disederhanakan agar bisa dimainkan oleh banyak gamers. Storytelling-nya juga salah satu yang terbaik.
| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Microsoft® Windows® XP SP1 or newer | |
| Prosesor | 1.0 GHz equivalent or higher processor | |
| Memori | 256 MB of system RAM | |
| Grafis | ATI Radeon™ series 7000 or better/Nvidia® Geforce series/Intel Extreme Graphics 82845, 82865, 82915 | |
| Penyimpanan | 4 GB | |
25. Pathfinder: Wrath of the Righteous

Pathfinder: Wrath of the Righteous bagi kami adalah salah satu game RPG PC yang patut dilirik. Game yang dirilis pada tahun 2021 ini, memiliki kualitas jempolan, tetapi harganya ramah di kantong. Pasalnya, game ini menawarkan kustomisasi kelas karakter yang terbilang dalam untuk ukuran game yang digarap oleh studio independen. Jadi, kalau kamu sedang mencari game RPG PC berkualitas, game ini patut dilirik.

| Komponen | Spesifikasi Minimum | |
| Sistem Operasi (OS) | Windows 7 64-bit | |
| Prosesor | Intel(R) Core(TM) i3-2310M CPU @ 2.10GHz | |
| Memori | 6 GB RAM | |
| Grafis | NVIDIA GeForce 940M | |
| Penyimpanan | 50 GB | |
Sebenarnya kami masih punya banyak pilihan game RPG PC. Namun, kami harus memilih game mana yang terbaik untuk kalian mainkan. Nah, kalau kalian suka genre ini dan ingin mengeksplorasi banyak game RPG PC, kalian bisa mencoba beberapa game dari daftar di atas.
Punya rekomendasi game RPG lain? Bagikan di kolom komentar atau diskusi di media sosial kami!
Untuk update lebih banyak tentang game RPG, rekomendasi game terbaru, dan berita seputar dunia gaming, jangan lupa follow Gameformia di media sosial kami. Kamu bisa menemukan kami di YouTube, Instagram, dan Facebook!.

