Di antara superhero Marvel lain, game Spider-Man memiliki jumlah yang paling banyak. Penggemar budaya pop mana yang tidak kenal Spider-Man? Kostum ketat berwarna merah dan biru dengan topeng bermata lebar. Jaring laba-laba yang dikeluarkan melalui pergelangan tangannya, serta orang di balik kostum tersebut, Peter Parker sangatlah ikonis.
Bagaimana tidak? Berbeda dengan superhero lainnya, kisah Peter Parker dirancang dengan sangat baik oleh Stan Lee sang kreator agar relevan dengan banyak orang. Peter Parker adalah seorang remaja lelaki yang culun yang tidak punya keahlian lain selain kecerdasannya. Namun, setelah digigit oleh laba-laba yang terdampak radioaktif, Peter berubah menjadi manusia dengan kekuatan berkali-kali lipat. Hal ini yang menyebabkan Spider-Man begitu inspiratif bagi remaja di berbagai negara.
Kisahnya sangat menarik jika dijadikan game, bukan? Nah, jika melakukan napak tilas, game Spider-Man sudah ada berdekade-dekade lamanya. Sejarahnya sangat panjang, bahkan dimulai di era 80-an awal. Lantas, bagaimana video game Spider-Man berawal? Mari simak!
Sejarah Panjang Game Spider-Man
1. Era 80-an
Dua dekade setelah diperkenalkan oleh Marvel pada tahun 1962, game yang mengangkat kisah Peter Parker ini muncul di Atari 2600 dan Odyssey 2. Game Spidey pertama dirilis dua tahun tepat sebelum eksistensi Mario Bros. orisinal.

Jika dibandingkan dengan Spider-Man beberapa tahun kemudian, game ini tampak paling sederhana, bahkan repetitif, sehingga bagi gamers sekarang game ini sangatlah membosankan. Gamers hanya berayun, memanjat, dan menghindari lemparan bom Green Goblin.

Selanjutnya, kemunculan kedua Spidey di video game terdapat pada PC era awal, yakni pada sebuah game dari Scott Adams bernama Questprobe: Featuring Spider-Man. Game ini merupakan game text adventure di mana gamers perlu mengetik instruksi pada sebuah gambar seperti slide show.

Tidak banyak seri Spider-Man yang tercatat pada tahun 1980-an. Eksistensinya semakin besar sejak kemunculan konsol 16-bit dari Sega yang populer di akhir 1980-an. Namun, Spidey tidak muncul dalam gamenya sendiri, melainkan dari sebuah game berjudul The Revenge of Shinobi.

2. Era 90-an
Di era 90-an game Spidey dibuka oleh sebuah game berjudul The Amazing Spider-Man yang dirilis untuk Amiga. Game ini lebih menekankan aspek tantangan dan puzzle dibandingkan seri sebelumnya. Tak lama setelah game ini, The Amazing Spider-Man and Captain America in Dr. Doom Revenge hadir dengan format yang sedikit berbeda.

Game satu ini hadir dengan mekanisme gameplay yang lebih aktif. Agar cerita Spidey beserta karakter-karakter di dalamnya semakin bisa dinikmati, game satu ini dilengkapi dengan panel komik. Lucunya, seri Spider-Man kedua yang hadir di Amiga ini juga memunculkan salah satu presiden Amerika Serikat pada periode 1989 – 1993, George H. W. Bush.
Popularitas Spidey di video game semakin menanjak seiring dengan masifnya distribusi Sega Genesis. Di tahun 1991, game Spider-Man Vs The Kingpin dirilis untuk konsol 16-bit tersebut.

Sebagai game Sega Genesis yang secara teknologi belum semutakhir hari ini, game Spidey satu ini tak hanya memungkinkanmu berperan sebagai manusia laba-laba, namun juga mendalami kehidupan sebagai Peter Parker. Di game ini, Venom mulai diperkenalkan.

Kemudian, Spider-Man: The Video Game hadir sebagai successor game beat ‘em up X-Men. Di sini, gamers tak hanya menggunakan Spidey sebagai karakter playable melainkan juga karakter-karakter seperti Black Cat, Hawk Eye, dan Sub-Mariner/Namor.

Naiknya Game Boy sebagai sebuah konsol handheld juga menyertakan Spider-Man di dalamnya, tentu dengan tampilan black and grey. Lalu, game berjudul Spider-Man: Return of the Sinister Six yang dirilis pada tahun 1992 dirilis agar orang tak luput akan kehadiran Nintendo Entertainment System atau NES.

Kesuksesan NES dilanjutkan kepada penerusnya, Super NES atau SNES yang memiliki teknologi yang lebih bertenaga. Game yang tak hanya mengangkat Spidey saja sebagai hero Marvel, melainkan juga X-Men dirilis untuk konsol tersebut.
Di tahun 1994, gamers diperkenalkan sebuah karakter bernama Carnage di Spider-Man and Venom: Maximum Carnage. Game ini masih mengusung gaya side scrolling beat ‘em up seperti sebelumnya. Di sini tak hanya Spidey saja yang bisa digunakan sebagai playable character, tetapi juga sang rival Venom.

Eksistensi Spidey di era 90-an tak hanya dirayakan melalui komik dan video game saja. Animated series Spider-Man yang juga yang sempat tayang di Indonesia juga meningkatkan visibilitas Peter Parker dan Spider-Man. Tidak mau ketinggalan besarnya minat masyarakat terhadap seri animasi Spider-Man, sebuah developer bernama Western Technologies turut meramaikan dengan Spider-Man yang dirilis pada 1995. Di tahun yang sama, developer yang dikenal akan seri Street Fighter, Capcom, mendapatkan lisensi untuk menggarap sebuah game yang mengangkat karakter-karakter Marvel. Di sinilah Spider-Man mulai muncul di dalam sebuah game fighting. Dua tahun kemudian, Capcom merilis sebuah game berjudul Marvel’s Superheroes VS Street Fighter yang memperlihatkan pertarungan antara karakter Street Fighter dengan karakter dari Marvel.

3. Era 2000-an
Era 2000-an merupakan era di mana teknologi 3D di dalam sebuah game disempurnakan kembali. Di tahun 1994, PlayStation hadir dan memberikan gebrakan pada lanskap industri video game melalui sebuah konsol yang mendukung teknologi 3D yang lebih mutakhir. Namun, di era awal, grafis 3D belum begitu matang. Di tahun 2000-an lah bagaimana game 3D semakin definitif. Sebuah developer bernama Neversoft ingin mengangkat Spidey ke dalam sebuah game 3D. Langkah ini ternyata diterima baik oleh masyarakat.

Suksesnya game Spider-Man dengan format 3D pertama membuat Neversoft memutuskan meneruskan seri ini dengan judul Spider-Man 2: Enter: Electro. Sekuelnya ini mengalami peningkatan dari segi grafis dan juga fitur. Di seri keduanya ini, nampak pola jaring di kostum Spidey yang lebih definitif yang sebelumnya tampak datar di prekuelnya.

Milenium dan abad baru membuka babak baru juga bagi Spidey. Di tahun 2002, Sam Raimi menggarap sebuah film Spider-Man yang diidam-idamkan oleh banyak penggemarnya. Popularitas movie Spider-Man yang mengangkat nama Tobey Maguire juga turut dijadikan video game oleh Treyarch.

Keberhasilan Spidey garapan Sam Raimi, membuat sutradara tersebut melanjutkan sekuelnya, dan tentu game Spider-Man 2 juga dirilis. Game ini ternyata tidak sekadar ajimumpung belaka. Banyak gamers yang merasa Spider-Man 2 adalah salah satu game Spidey terbaik sepanjang masa.

Spider-Man 2 diterima dengan antusiasme tinggi oleh gamers. Sayangnya, game kelanjutannya, Spider-Man 3 malah sebaliknya. Alih-alih meneruskan kejayaan game sebelumnya, game ini kurang diminati, meski masih mengusung konsep yang tidak jauh berbeda.

Kehadiran Spider-Man di dalam video game pada era 2000-an belum berhenti sampai di sini. Tahun 2007, dirilis sebuah game berjudul Spider-Man: Friend or Foe. Game ini mengusung format yang berbeda dengan sebelumnya. Secara gameplay Spider-Man: Friend or Foe cenderung mengarah ke beat ‘em up klasik seperti game-game di generasi 16-bit. Desain karakternya nampak lebih stylized dan cartoony dibandingkan beberapa seri sebelumnya.

4. Era 2010-an
Spider-Man era Sam Raimi dan Tobey Maguire telah tutup buku, dan di tahun 2010-an era baru Spider-Man telah dibuka. Peter Parker kini bukanlah sosok jenius nan culun melainkan sosok cool seperti hipster di era kejayaan musik indie pop dan indie rock. Peter Parker era baru dibintangi oleh Andrew Garfield yang sebenarnya secara postur cocok dengan komik terlebih komik era Todd Mcfarlane.

Tentu, Spider-Man Andrew Garfield dibuatkan versi video game-nya dengan judul sama seperti dua filmnya, The Amazing Spider-Man dan The Amazing Spider-Man 2. Sebenarnya secara format tidak jauh dengan game era Sam Raimi. Dua game The Amazing Spider-Man menyajikan map luas yang bisa dieksplorasi. Sayangnya, dua game ini kurang maksimal, terutama The Amazing Spider-Man 2 yang mendapatkan nilai ulasan yang kurang baik.

Menuju penghujung 2010-an, Insomniac merilis game Spider-Man yang proses pengembangannya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Yup, di tahun 2018, hadir game Spider-Man yang paling ideal dan solid secara gameplay dan juga cerita, meski ceritanya bukan diangkat langsung dari komik.
5. Era 2020-an
Spider-Man Insomniac merasakan kejayaan dengan jangka waktu yang sangat panjang. Lebih-lebih, generasi terbaru konsol video game telah terbuka. Spider-Man Insomniac melanjutkan tongkat estafetnya ke PS5 dengan peningkatan grafis dan ekspansi Miles Morales.

Perpanjangan tangan yang dilakukan Insomniac ini sangat membuahkan hasil di mana setelahnya mereka merilis sekuel Spider-Man yang juga tak kalah sukses. Rencananya, Insomniac akan meneruskan seri Spider-Man mereka ke instalasi ketiga.

10 Game Spider-Man Terbaik
Sejarah game manusia laba-laba tentu sangat panjang. Namun, banyaknya katalog game Spider-Man membuatmu sulit mencoba semua untuk menemukan game Spider-Man mana yang bagus. Nah, kami berikan rekomendasi game superhero laba-laba dari Marvel ini. Berikut daftarnya:
1. Spider-Man (PS4)

Di tahun 2018, ada sebuah game Spider-Man yang mampu menggeser kedigdayaan Batman Arkham series sebagai game superhero, yaitu Spider-Man garapan Insomniac. Game ini mampu menyempurnakan semua aspek yang ada di game-game Spider-Man terdahulu. Spider-Man garapan Insomniac ini menghadirkan sebuah pengalaman menjadi Spider-Man seutuhnya. Ini tentu berkat map yang sangat luas dan konsep open world yang diusung.

Selain itu, grafis yang ditawarkan di game garapan Insomniac ini begitu solid. Pergerakan Spider-Man di sini begitu fluid. Gaya menyemprotkan jaring laba-labanya juga sangat variatif, sehingga mampu mendefinisikan Spider-Man sebenarnya. Tak hanya itu saja yang menjadikan game ini begitu sempurna sebagai game Spider-Man, tetapi juga cerita yang dibangun di game ini. Insomniac sangat berhasil membuat kisah Peter Parker begitu dramatis dan juga emosional.
2. Spider-Man: Miles Morales

Sukses dengan Spider-Man versi Peter Parker, Insomniac ingin bereksperimen dengan menghadirkan penerus Peter, yakni Miles Morales. Di ekspansinya ini, peran Peter Parker hanyalah sebagai mentor, lantaran Miles begitu belia untuk menjadi Spider-Man.

Game ekspansi ini masih membawa elemen-elemen utama di game basisnya, yakni bagaimana sang Spider-Man memiliki beragam gaya dalam menyemprotkan dan mengayunkan jaring laba-laba. Sayangnya, karena seri ini bukanlah game penuh, playtime Miles Morales lebih pendek dari pada Peter Parker.
3. Spider-Man 2 (PS5)

Kesuksesan Spider-Man pada tahun 2018, membuat Insomniac optimis ingin melanjutkan sekuelnya di tahun 2023 lalu. Di sini, Peter Parker dan Miles Morales menjadi protagonis utama yang bisa digunakan secara bergantian. Karena Peter Parker dan Miles Morales dua orang dari latar belakang berbeda, keduanya punya cara masing-masing untuk menjadi Spider-Man.

Sekuelnya ini sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar Spider-Man berkat munculnya Venom di trailer-nya. Kemunculan Venom di seri ini ternyata menjadi hal penting dalam perkembangan cerita di Spider-Man 2. Di seri ini, ada beberapa hal yang dihilangkan secara combat mechanics agar lebih efektif. Hal apa itu? Untuk mengetahuinya, kamu perlu mainkan Spider-Man 2!
4. Spider-Man: Shattered Dimensions

Bayangkan jika kamu bisa bermain sebagai empat versi Spider-Man yang berbeda dalam satu game. Itulah yang ditawarkan oleh Spider-Man: Shattered Dimensions. Ada empat Spider-Man yang bisa kamu perankan di game ini, di antaranya Amazing Spider-Man, Spider-Man Noir, Spider-Man 2099, dan Ultimate Spider-Man. Setiap versi Spider-Man memiliki alur cerita dan cara bermainnya sendiri. Sesuai dengan judul dan Spider-Man yang berbeda-beda,di Spider-Man: Shattered Dimensions kamu bisa menjelajahi dimensi dari masing-masing Spider-Man.

5. Spider-Man 2

Sebelum Spider-Man Insomniac memiliki formula seperti ini, tak lengkap rasanya apabila tidak menyebut Spider-Man 2 versi PlayStation 2. Game yang diangkat dari versi movie garapan Sam Raimi dan dibintangi oleh Tobey Maguire ini menjadi basis utama game Spider-Man hari ini. Spider-Man bebas berkeliling kota New York dan menemui penduduk kota tersebut. Selain itu, game ini juga menghadirkan variasi gaya dalam mengayun dan menyemprotkan jaring laba-laba yang membuat gerakan Spidey semakin luwes.

6. Spider-Man: Web of Shadows

Kemudian, game Spider-Man yang layak kami rekomendasikan adalah Spider-Man: Web of Shadows. Dibandingkan dengan beberapa game manusia laba-laba lainnya, Web of Shadows memiliki cerita yang lebih gelap. Di dalam game ini, wilayah Manhattan diinvasi oleh symbiote. Para symbiote ini menghancurkan kota New York tanpa kenal ampun. Alhasil, kamu dituntut untuk menyelamatkan Manhattan atau menyerahkannya pada para symbiote ini. Nah, menariknya di game ini menyajikan beberapa ending yang dipengaruhi oleh pilihanmu.

7. Ultimate Spider-Man

Ultimate Spider-Man membawa kamu ke dalam dunia komik dengan visual yang langsung terinspirasi dari panel-panel komik Marvel. Dirilis pada tahun 2005, game ini memiliki gaya seni cel-shaded yang membuatnya tampil unik. Gameplay-nya juga seru, memungkinkan kamu untuk memainkan Spider-Man dan musuh bebuyutannya, Venom. Bagi kamu yang mencari game Spider-Man dengan cita rasa komik klasik, Ultimate Spider-Man layak untuk dimainkan.

8. Spider-Man

Di tahun 2000, Neversoft, yang sebelumnya dikenal sebagai developer pengembang game Tony Hawk Pro Skater memutuskan untuk merilis game Spider-Man setelah bertahun-tahun kosong. Game ini adalah pijakan awal game Spider-Man dengan grafis 3D. Selain itu, game ini beragam varian kostum Spider-Man dengan kelebihan dan kemampuannya masing-masing.

Sebagai game Spider-Man 3D pertama, game garapan Neversoft ini berhasil mengejawantahkan bagaimana game Spider-Man seutuhnya di mana Spider-Man harus bisa menyemprotkan jaring laba-laba dan mengayunkannya dari gedung ke gedung.
9. Spider-Man: Edge of Time

Spider-Man: Edge of Time mempertemukan Peter Parker (Spider-Man orisinal) dengan Miguel O’Hara (Spider-Man 2099). Jadi, kamu dapat menggunakan keduanya sesuai dengan timeline di game ini. Plot cerita Edge of Time diawali ketika Walker Sloan (seorang ilmuan Alchemax) menjelajahi New York di era sekarang dengan tujuan untuk menjadikan perusahaannya, Alchemax menjadi mega corporation.

Jika dilihat, karakter kunci di game ini adalah Miguel O’Hara atau Spider-Man 2099. Ia harus mempelajari kematian Peter Parker dan menghubungi Peter Parker di masa lalu untuk menghentikan Sloan dalam ambisinya menguasai dunia.
10. Spider-Man 2: Enter Electro

Spider-Man 2 PS1 merupakan sekuel dari game Spider-Man klasik di PlayStation pertama. Dirilis pada tahun 2001, game ini membawa peningkatan dari segi gameplay dan menghadirkan lebih banyak aksi serta musuh yang ikonis dari dunia Spider-Man. Game ini memiliki cerita yang mengikuti alur orisinal dari komik. Selain itu, di sekuel Spider-Man PS1 ini, karena kota New York tidak lagi dikelilingi asap beracun, kini Spidey sudah bisa menapak di daratan kota tersebut.

Itulah 10 game Spider-Man terbaik yang bisa kamu coba. Game-game ini hadir di berbagai konsol atau platform mulai dari konsol terbaru hingga konsol era klasik seperti PlayStation 1. Kami sangat menyarankanmu untuk memainkan game Spider-Man di atas jika belum pernah mencoba.
Jika kamu ingin tetap update dengan berita terbaru seputar game dan teknologi, pastikan kamu mengikuti Gameformia di media sosial. Jangan sampai ketinggalan konten-konten seru kami di YouTube, Instagram, dan Facebook.

