Crazy Taxi World Tour Xbox Games Showcase News

Crazy Taxi: World Tour Hadir dengan Misi Unik dan Mode Cerita, Sega Bidik Pengalaman AAA

Share:

Sega akhirnya memperlihatkan lebih banyak detail mengenai Crazy Taxi: World Tour, seri terbaru dari franchise Crazy Taxi yang diumumkan dalam ajang Xbox Games Showcase. Meski masih mempertahankan identitas arcade yang menjadi ciri khasnya sejak akhir 1990-an, game ini kini hadir dengan berbagai fitur baru yang membuatnya terasa lebih modern dan ambisius.

Dalam presentasi yang digelar pada Summer Game Fest Play Days, Sega menunjukkan bagaimana Crazy Taxi: World Tour mengembangkan formula klasik seri tersebut. Pemain kembali berperan sebagai Axel, seorang sopir taksi yang harus mengantar penumpang ke tujuan secepat mungkin. Seperti game-game sebelumnya, cara berkendara yang agresif dan penuh risiko tetap menjadi bagian utama dari pengalaman bermain.

Namun, kali ini tugas pemain tidak hanya sebatas mengantar penumpang. Sega menambahkan berbagai aktivitas baru yang disebut Crazy Missions. Melalui fitur ini, penumpang dapat meminta bantuan untuk menjalankan beragam aktivitas di luar rutinitas taksi biasa, mulai dari memancing hingga mengantarkan tumpukan pizza dalam jumlah besar.

Crazy Taxi: World Tour Gameplay

Pencipta asli Crazy Taxi, Kenji Kanno, menjelaskan bahwa tim pengembang ingin menghadirkan pengalaman yang lebih luas dibanding sekadar menghidupkan kembali game arcade klasik dengan tampilan visual modern.

Selain manuver ikonik seperti Crazy Drift dan Crazy Jump, Axel kini memiliki kemampuan baru bernama Crazy Backdash. Fitur tersebut memungkinkan pemain memutar kendaraan hingga 180 derajat secara instan, memberikan fleksibilitas lebih saat melintasi jalanan kota dengan kecepatan tinggi.

Dalam sesi demonstrasi, Sega juga memperlihatkan versi modern dari peta West Coast yang menjadi salah satu lokasi paling dikenal dalam seri Crazy Taxi. Lingkungan yang terinspirasi dari pusat kota San Francisco itu masih mempertahankan nuansa aslinya, tetapi kini tampil dengan skala dan detail yang lebih besar.

Crazy Taxi: World Tour Gameplay

Aksi berkendara yang berlebihan dan seolah menentang hukum fisika tetap menjadi daya tarik utama. Taksi Axel dapat melompat, berputar, hingga melakukan berbagai manuver ekstrem yang membuat perjalanan terasa lebih cepat dan penuh kekacauan. Kehadiran lagu-lagu klasik seperti “All I Want” dari The Offspring dan “Ten in 2010” milik Bad Religion juga memperkuat nuansa nostalgia bagi pemain lama.

Tidak hanya menawarkan mode arcade tradisional, Sega turut menyiapkan mode cerita yang membawa pemain berkeliling dunia. Dalam alur cerita tersebut, Axel harus mengejar sekelompok penjahat bertopeng misterius yang mencuri taksi kesayangannya.

Crazy Taxi: World Tour Gameplay

Selain itu, game ini akan menghadirkan fitur multipemain daring dan berbagai opsi kustomisasi kosmetik untuk kendaraan. Sega memang belum mengungkap seluruh konten yang tersedia, tetapi perusahaan tersebut menegaskan bahwa Crazy Taxi: World Tour dirancang sebagai proyek berskala besar dengan banyak variasi mode permainan.

Saat membuat game ini, kami ingin pemain bisa bermain sesuai keinginan mereka. Kami tidak ingin memaksakan satu gaya bermain tertentu,.

Salah satu fitur baru yang turut diperlihatkan adalah Nighttime Missions. Setiap hari dalam game akan dibagi ke dalam beberapa periode waktu berbeda yang menawarkan tantangan tersendiri.

Dalam salah satu contoh misi, Axel harus menghadapi pembalap rival bernama Bull dalam mode Time Attack yang berlangsung pada malam hari. Selama balapan, pemain tidak hanya dituntut mencapai garis akhir secepat mungkin, tetapi juga harus menyelesaikan sejumlah objektif tambahan, seperti melakukan 20 kali Crazy Dash dan satu kali Crazy Jump.

Crazy Taxi: World Tour Gameplay

Tantangan tersebut semakin sulit karena pemain dibatasi untuk tidak menabrak kendaraan lain lebih dari sepuluh kali sepanjang perlombaan.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam demonstrasi adalah misi memancing. Dalam misi tersebut, seorang penumpang yang bercita-cita menjadi pemancing profesional meminta Axel mengantarkannya ke sebuah dermaga.

Setelah kail dilempar ke laut dan ikan mulai memakan umpan, Axel membantu menarik hasil tangkapan dengan memundurkan mobilnya berulang kali. Pada percobaan pertama, mereka berhasil mendapatkan seekor ikan berukuran besar. Sementara itu, percobaan berikutnya justru menghasilkan benda tak terduga berupa kemudi kapal tua yang diduga berasal dari bangkai kapal di dasar laut.

Sega juga mengakui bahwa dunia telah berubah sejak Crazy Taxi pertama kali dirilis pada 1999. Jika dahulu masyarakat perkotaan sangat bergantung pada taksi konvensional, kini layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Uber dan Lyft menjadi pilihan utama banyak orang.

Menurut Kanno, konsep ride-sharing akan turut hadir dalam Crazy Taxi: World Tour. Namun, ia masih enggan mengungkap seperti apa implementasi fitur tersebut dalam gameplay.

Meski Sega masih menyimpan banyak detail mengenai proyek ini, arah pengembangannya menunjukkan bahwa Crazy Taxi: World Tour bukan sekadar upaya menghadirkan nostalgia. Game ini dirancang untuk memperluas identitas seri dengan berbagai aktivitas baru, mode cerita, dan fitur modern yang lebih relevan dengan pemain masa kini.

Crazy Taxi: World Tour dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC. Dengan berbagai fitur baru yang telah diperlihatkan sejauh ini, mampukah game ini menghidupkan kembali kejayaan Crazy Taxi di era modern?