6 Team Advance to Grand Finals Esport News

FFWS SEA 2026 Spring Week 3: Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu Pastikan Tiket Grand Finals

Share:

Dua wakil Indonesia, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu, berhasil mengamankan tempat di babak Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring. Kepastian itu didapat usai keduanya tampil konsisten sepanjang pekan ketiga yang berlangsung pada 8-10 Mei 2026.

Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu menjadi dua tim Indonesia pertama yang lolos otomatis setelah sama-sama finis sebagai pemuncak klasemen harian pada pertandingan hari pertama dan kedua. Selain dua tim tersebut, tiket Grand Finals juga diamankan oleh All Gamers Global, Team Falcons, Twisted Minds, serta GOW.

Sementara itu, tiga wakil Indonesia lainnya, yakni ONIC, EVOS Divine, dan Shadow Esports, masih harus berjuang di pekan keempat demi mengamankan tiket menuju babak puncak.

Source: Garena

Konsistensi Bigetron by Vitality Berbuah Tiket Final

Bigetron by Vitality menjadi tim Indonesia pertama yang memastikan langkah ke Grand Finals. Mereka tampil dominan pada hari pertama pekan ketiga lewat permainan konsisten dan strategi double sniper yang efektif.

Source: Garena

Tim asuhan Coach Chisjo itu menutup pertandingan dengan satu Booyah, 59 poin eliminasi, dan total 98 poin. Hasil tersebut membawa mereka finis di posisi pertama klasemen harian dan lolos bersama All Gamers Global. Kapten Bigetron, Rapik Hidayat menyatakan bahwa ini adalah momen untuk menunjukkan bagi yang telah meremehkan timnya.

Hasil pertandingan pekan ini menjadi salah satu jawaban kami untuk orang-orang yang meragukan kami bisa masuk ke Grand Finals atau tidak. Namun, hasil ini tentunya tidak boleh membuat kami berpuas diri karena tujuan tim adalah menjadi juara. Dengan waktu istirahat yang ada, kami akan berlatih dengan keras dan mempelajari calon tim lawan sebagai modal bertempur di Vietnam nanti.

RRQ Kazu Bangkit Setelah Start Buruk

Keberhasilan serupa kemudian disusul RRQ Kazu pada hari kedua pertandingan. Tim tersebut sempat terseok di awal laga setelah hanya mengumpulkan satu poin dari dua game pertama.

Source: Garena

Namun, RRQ Kazu mampu bangkit di empat game berikutnya. Mereka tampil agresif dan mengoleksi total 92 poin tambahan, dengan rata-rata 23 poin per game. Performa itu membawa RRQ Kazu finis di posisi pertama dengan total 93 poin sekaligus memastikan tiket Grand Finals bersama GOW dari Vietnam.

Keberhasilan RRQ Kazu juga menjadi momen pembuktian bagi pemain anyar mereka, Mufazzal Wafiy Zhafran. Setelah sempat terpuruk di pekan pertama dan lebih banyak dicadangkan pada pekan kedua, RANZ kembali masuk skuad utama di pekan ketiga dan langsung membantu timnya lolos ke babak final.

Kerja tim yang luar biasa, kita bisa sama-sama bangkit dari dua game awal yang buruk untuk jadi peringkat satu di hari kedua. Terima kasih kepada semua anggota tim yang sudah memberi kepercayaan untuk bisa bermain bersama di momen krusial bagi tim. Hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya, dan semoga kami semua bisa terus mempertahankan tren positif ini sampai Grand Finals dan menjadi juara.

ONIC, EVOS Divine, dan Shadow Esports Masih Berjuang

Nasib berbeda dialami tiga tim Indonesia lainnya. ONIC sebenarnya sempat membuka pertandingan hari ketiga dengan manis lewat raihan Booyah di game pertama. Namun, performa mereka menurun pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

EVOS Divine tampil cukup agresif sepanjang laga, tetapi masih kesulitan bertahan hingga fase late game. Beberapa kali mereka juga harus tersingkir lebih awal sebelum mampu mengamankan poin besar.

Source: Garena

Di sisi lain, Shadow Esports justru mengalami penurunan performa dibanding hari sebelumnya. Hasil itu membuat ketiga tim Indonesia gagal merebut dua tiket otomatis terakhir yang akhirnya diamankan Team Falcons dan Twisted Minds.

EVOS Divine menutup pekan ketiga di posisi kelima dengan 84 poin. ONIC berada tepat di bawahnya dengan 60 poin, sementara Shadow Esports finis di peringkat ke-10 dengan raihan 43 poin.

Source: Garena

Dengan hasil tersebut, ketiga tim masih memiliki satu kesempatan terakhir pada babak Knockout pekan keempat untuk merebut tiket menuju Grand Finals yang akan digelar di Ho Chi Minh City pada 30-31 Mei 2026. Pelatih ONIC, Ahmad Fadly Masturoh menyatakan bahwa adanya evaluasi dan mengatur strategi agar menjadi lebih matang.

Source: Garena

Tentu gagal memanfaatkan kesempatan untuk merebut tiket final lebih awal di pekan ini jadi hasil yang sama sekali tidak kami harapkan. Tapi mungkin memang ini jadi pelajaran buat tim agar bisa bermain lebih strategis, mengambil keputusan yang lebih tepat, dan mampu bertahan dengan lebih baik. Masih ada kesempatan di pekan keempat, kesempatan terakhir yang tidak akan kami sia-siakan.

Pekan Keempat Jadi Penentuan

Pekan keempat FFWS SEA 2026 Spring dijadwalkan berlangsung pada 15-17 Mei 2026. Selain menjadi laga penentuan tiket Grand Finals, fase ini juga akan menentukan nasib tim Indonesia yang terdegradasi ke kompetisi nasional.

ONIC, EVOS Divine, dan Shadow Esports wajib finis di posisi enam besar klasemen akhir jika ingin melaju ke Grand Finals. Jika gagal, mereka dipastikan turun kasta ke Free Fire Nusantara Series (FFNS), terlepas dari hasil pertandingan lainnya.