Dominasi pemain Roblox dan Minecraft disebut semakin membentuk pola konsumsi game yang berbeda dari arus utama industri. Laporan terbaru dari firma analitik Newzoo menunjukkan bahwa pemain dua game berbasis sandbox dan user-generated content tersebut cenderung lebih jarang memainkan judul AAA tradisional.
Temuan ini diungkap dalam sesi diskusi bersama media industri GamesIndustry.biz pada ajang GDC Festival of Gaming. Direktur konsultasi Newzoo, Ben Porter, menilai bahwa fokus industri terhadap kualitas grafis kini mulai bergeser dalam satu dekade terakhir.
Saya rasa dalam 10 tahun terakhir ada perubahan. Obsesi mengejar grafis mulai memudar, dan sekarang kita melihat game paling populer di dunia bukanlah game dengan fidelitas grafis tertinggi.
Menurut Porter, Roblox menjadi salah satu motor utama tren tersebut. Waktu bermain game ini tercatat tumbuh sekitar 50 persen secara tahunan. Lonjakan itu banyak dipicu oleh pengalaman viral seperti Steal a Brainrot dan Grow a Garden, yang menyedot perhatian komunitas pemain global.
Newzoo kemudian menelusuri kebiasaan bermain para pengguna Roblox dan Minecraft. Hasilnya menunjukkan bahwa meski jarang menyentuh game AAA tradisional, mereka tetap aktif di sejumlah judul live service papan atas. Beberapa di antaranya adalah Fortnite, Grand Theft Auto V, serta seri Call of Duty.
Data Newzoo mencatat tingkat irisan pemain Roblox dengan Fortnite mencapai 55 persen, sementara Minecraft sebesar 46 persen. Untuk Grand Theft Auto V, angkanya berada di kisaran 28 persen (Roblox) dan 25 persen (Minecraft). Sementara Call of Duty menunjukkan overlap 26 persen dan 22 persen.
Namun di luar game live service, kecenderungannya berbeda. Porter menyebut ada anggapan bahwa pemain Roblox dan Minecraft sesekali beralih ke pengalaman single-player, lalu kembali ke game utama mereka.
Itu benar sampai batas tertentu. Tapi kami menemukan bahwa pemain Roblox memiliki kecenderungan lebih rendah untuk memainkan apa yang industri anggap sebagai game ‘tradisional yang bagus.
Sebagai contoh, peluang pemain Roblox untuk memainkan Monster Hunter Wilds hanya sekitar 0,4 kali dibandingkan pemain rata-rata di platform PlayStation dan Xbox.
Tren serupa juga terlihat pada pemain Minecraft. Mereka relatif jarang memainkan sejumlah judul konsol seperti Clair Obscur: Expedition 33, Assassin’s Creed: Shadows, Borderlands 4, Ghost of Yōtei, NBA 2K26, hingga EA Sports Madden NFL 26.

Daftar pada pemain Roblox pun tidak jauh berbeda. Selain Monster Hunter Wilds dan Borderlands 4, mereka juga menunjukkan minat rendah pada Alan Wake 2 serta Hogwarts Legacy.
Secara umum, temuan ini mengindikasikan bahwa komunitas pemain Roblox dan Minecraft cenderung berada dalam “silo” tersendiri. Faktor demografi juga berperan. Banyak dari pemain tersebut berasal dari kelompok usia muda yang memiliki waktu luang tinggi, tetapi daya beli terbatas. Kondisi ini membuat minat terhadap game AAA berharga mahal menjadi lebih rendah.
Meski begitu, bukan berarti mereka sepenuhnya tertutup pada pengalaman lain. Newzoo menemukan adanya overindex pemain Roblox pada beberapa game dengan konsep kasual dan physics-based, seperti Gang Beasts, Among Us, dan Totally Accurate Battle Simulator.
Jumlahnya memang kecil, tetapi mereka tertarik pada game yang secara pengalaman terasa mirip dengan apa yang tersedia di Roblox.
Ia menambahkan bahwa pola ini penting dipahami developer. Banyak pemain muda menjadikan Roblox atau Minecraft sebagai pengalaman pertama mereka di dunia game. Preferensi yang terbentuk sejak awal berpotensi bertahan dalam jangka panjang.
Pertanyaan besar pun muncul bagi industri. Apakah kebiasaan bermain free-to-play live service dan sandbox akan terus melekat hingga pemain ini dewasa, atau justru mereka akan beralih ke game AAA tradisional seiring perubahan selera?
Jika skenario pertama terjadi, judul seperti Roblox dan Minecraft berpeluang tumbuh semakin dominan, sementara pasar game AAA bisa mengalami penyusutan. Namun mantan chairman Sony Worldwide Studios, Shawn Layden, sebelumnya meyakini bahwa selera pemain akan berkembang seiring bertambahnya usia.
Di sisi lain, laporan Newzoo juga memprediksi pendapatan platform PC akan melampaui konsol pada 2028, sekaligus menandai ekspansi signifikan pertama industri game sejak perlambatan akibat pandemi.
Lalu, menurutmu sendiri, apakah generasi pemain Roblox dan Minecraft akan tetap setia pada game tersebut atau justru “naik level” ke game AAA di masa mendatang?

