News

Kreator Dragon Quest, Yuji Horii, Sebut Lokalisasi ke Bahasa Inggris Sering Menghilangkan Nuansa Asli

Kreator seri Dragon Quest, Yuji Horii, menilai bahwa sebagian nuansa dalam game asal Jepang kerap hilang ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Menurutnya, kesederhanaan struktur bahasa Inggris membuat beberapa elemen rasa dan gaya bahasa dari naskah asli sulit dipertahankan dalam proses lokalisasi.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan Famitsu, yang kemudian diterjemahkan dan diberitakan oleh Automaton Media. Horii menjelaskan bahwa perbedaan karakter bahasa sering membuat dialog dalam game terdengar lebih sederhana setelah diterjemahkan dari bahasa Jepang.

Ketika diterjemahkan ke bahasa Inggris, nuansanya sering hilang dalam banyak hal. Pada akhirnya, banyak kalimat terdengar lebih sederhana.

Lokalisasi game memang bukan sekadar menerjemahkan kata demi kata. Proses ini juga melibatkan penyesuaian humor, nada percakapan, hingga dinamika sosial yang muncul dalam dialog. Hal-hal tersebut kerap sulit dialihkan secara utuh ke bahasa lain, terutama ketika perbedaan budaya dan struktur bahasa cukup jauh.

Dragon Quest localization Yuji Horii
Source: Automaton

Sebagai kreator yang telah berkarya sejak awal 1980-an, Horii sudah lama terlibat dalam hampir seluruh pengembangan seri Dragon Quest, baik sebagai desainer, sutradara, maupun penulis. Pengalaman panjang itu membuatnya memahami bahwa perubahan nuansa dalam proses lokalisasi hampir tidak bisa dihindari.

Saya sudah menerima bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang sederhana, jadi memang tidak banyak yang bisa dilakukan.

Komentar tersebut juga berkaitan dengan sejarah perilisan Dragon Quest di wilayah berbahasa Inggris. Ketika pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat oleh Nintendo, seri ini bahkan menggunakan judul berbeda, yakni Dragon Warrior. Selain perubahan nama, sejumlah penyesuaian juga dilakukan pada berbagai aspek game sebelum dirilis di luar Jepang.

Seiring waktu, beberapa tim dari Enix hingga Square Enix mengembangkan pendekatan berbeda dalam menerjemahkan seri tersebut. Salah satu yang cukup berpengaruh adalah penggunaan gaya bahasa Inggris Britania pada Dragon Quest VIII, yang kemudian menjadi acuan untuk lokalisasi seri modern.

Meski begitu, konsistensi gaya terjemahan tidak selalu terjaga di seluruh seri. Di kalangan komunitas, terjemahan buatan penggemar untuk game-game lama bahkan kerap dianggap lebih mampu menangkap nuansa asli yang diinginkan Horii dan tim pengembang.

Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas lokalisasi Dragon Quest dinilai semakin baik. Entri terbaru dalam seri utama, Dragon Quest XI, misalnya, banyak mendapat pujian karena berhasil menghadirkan dialog yang terasa natural sekaligus tetap mempertahankan karakter khas naskah aslinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *