Marvel's Wolverine Bukan Open World News

Marvel’s Wolverine PS5 Dipastikan Bukan Open World, Fokus pada Aksi Linear dan Sinematik

Share:

Sony akhirnya mengungkap arah desain Marvel’s Wolverine yang selama ini menjadi tanda tanya di kalangan penggemar. Berbeda dari seri Marvel’s Spider-Man yang mengandalkan dunia terbuka untuk dieksplorasi, game terbaru garapan Insomniac Games tersebut dipastikan tidak mengusung konsep open world.

Informasi itu disampaikan langsung oleh Game Director Marvel’s Wolverine, Mike Daly, dalam wawancaranya dengan IGN. Menurutnya, sejak tahap awal pengembangan, tim memang tidak pernah merancang game ini sebagai pengalaman sandbox maupun open world.

Daly mengatakan bahwa fokus utama tim adalah menghadirkan petualangan aksi pemain tunggal yang berjalan secara linear, dengan intensitas tinggi dan alur cerita yang terus bergerak maju.

Saya bisa mengatakan bahwa kami sejak awal tidak berniat membuat game open world atau game sandbox. Yang benar-benar ingin kami hadirkan adalah petualangan single player linear dengan aksi berintensitas tinggi dan penuh intrik. Struktur misi dalam game ini juga dirancang untuk mendukung konsep tersebut.

Pendekatan tersebut membuat Marvel’s Wolverine memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan game superhero lain milik Sony dalam beberapa tahun terakhir. Jika Spider-Man menempatkan eksplorasi kota sebagai salah satu daya tarik utama, maka Wolverine akan lebih menekankan pengalaman yang terarah dan sinematik.

Daly menggambarkan game tersebut sebagai petualangan yang membawa pemain berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain di berbagai belahan dunia. Ritme penceritaannya disebut terinspirasi dari komik, dengan alur yang terus mendorong pemain maju tanpa banyak jeda.

Ia bahkan menyamakan pengalaman bermainnya dengan wahana roller coaster yang dirancang untuk menjaga ketegangan dari awal hingga akhir permainan.

Cuplikan terbaru yang diperlihatkan Sony memberikan gambaran mengenai pendekatan tersebut. Dalam trailer itu, Logan terlihat bertarung bersama Jean Grey sebelum terlibat dalam aksi kejar-kejaran menggunakan sepeda motor untuk mengejar sejumlah truk.

Meski tidak mengusung dunia terbuka, pemain tetap akan diberikan kebebasan dalam menyelesaikan sejumlah skenario permainan. Daly menjelaskan bahwa beberapa area dirancang dengan lebih dari satu jalur yang bisa dipilih pemain, termasuk opsi untuk bermain secara diam-diam melalui mekanisme stealth.

Setiap area memiliki jalur yang berbeda untuk dilalui. Stealth bersifat opsional; Anda bisa menggunakannya atau tidak. Anda juga bisa langsung masuk ke pertarungan. Selain itu, pemain dapat menjelajahi berbagai sudut area untuk menemukan item, konten opsional, dan koleksi tersembunyi.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Marvel’s Wolverine tetap akan menyisakan ruang eksplorasi dalam skala terbatas, meskipun struktur utamanya tetap linear. Pemain dapat mencari berbagai rahasia, koleksi, maupun konten tambahan tanpa harus menjelajahi dunia terbuka yang luas.

Dengan arah desain seperti ini, Marvel’s Wolverine berpotensi menjadi salah satu game aksi paling berbeda dalam portofolio Sony saat ini. Fokus pada pertarungan brutal, penyajian sinematik, dan alur yang lebih padat membuatnya mengingatkan sebagian pemain pada X-Men Origins: Wolverine yang pernah dirilis untuk PlayStation 3.

Namun, dengan dukungan teknologi generasi terbaru serta sumber daya yang jauh lebih besar, Marvel’s Wolverine diperkirakan akan menawarkan pengalaman yang lebih ambisius ketika resmi meluncur di PlayStation 5.