Perusahaan game asal Korea Selatan, NC (dulu dikenal sebagai NCSoft), resmi menggugat seorang YouTuber populer terkait dugaan penyebaran informasi palsu yang berdampak pada layanan mereka. Gugatan tersebut diumumkan pada 7 April dan menyasar kreator bernama younglaegi, yang dituding telah merugikan perusahaan sekaligus mengganggu operasional bisnis.
Mengutip laporan Munhwa Journal 21, kanal YouTube younglaegi yang memiliki sekitar 290 ribu pelanggan itu disebut menyebarkan narasi keliru terkait pengelolaan Lineage Classic. Game tersebut merupakan versi kebangkitan dari seri MMORPG legendaris Lineage, dan telah dirilis di Korea Selatan serta Taiwan sejak Februari 2026.

Kontroversi bermula dari sebuah video yang diunggah pada 22 Februari berjudul Why macro farms won’t go away in Lineage Classic. Dalam video itu, younglaegi menuding NC sengaja “menutup mata” terhadap penggunaan program ilegal oleh pemain, namun justru menghukum mereka yang melaporkan pelanggaran.
Penggunaan macro otomatis terjadi secara masif dan membuat pemain biasa bahkan sulit mendekati area berburu.
Dalam penjelasannya, macro merujuk pada rangkaian perintah otomatis yang memungkinkan pemain melakukan banyak aksi hanya dengan satu tombol. Ia juga mengklaim adanya sistem pelaporan di dalam game yang justru berbalik menghukum pelapor. Salah satu contohnya, menurut video tersebut, seorang pemain yang mengirim sekitar 2.000 laporan sebagai “uji coba” justru dipenjara dalam game keesokan harinya.
Menanggapi hal ini, NC menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar. Setelah melakukan investigasi internal serta melibatkan pihak ahli dari dalam dan luar perusahaan, mereka memastikan bahwa konten dalam video tersebut tidak sesuai fakta. NC juga menilai bahwa narasi yang beredar telah merusak reputasi layanan game mereka dan mengganggu sistem pelaporan anti-cheat.

Perusahaan menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap kritik, khususnya yang berkaitan dengan kualitas layanan dan pengalaman bermain. Namun, NC juga menekankan akan mengambil langkah tegas terhadap penyebaran fitnah dan informasi palsu yang berpotensi menghambat operasional.
Dalam pernyataannya, NC turut menyoroti komitmen mereka dalam memberantas kecurangan. Hingga saat ini, perusahaan mengklaim telah melakukan lebih dari 105 tindakan penegakan anti-cheat dan membatasi lebih dari 5,9 juta akun yang melanggar aturan.
Kasus ini mencerminkan tren yang semakin terlihat di industri game global. Seiring maraknya disinformasi di media sosial dan platform digital, banyak perusahaan mulai mengambil jalur hukum untuk melindungi reputasi mereka.
Salah satu contoh terbaru datang dari Jepang, ketika Square Enix menindak sebuah blog agregator Final Fantasy XIV bernama Netoge Sokuho. Blog tersebut diduga memuat konten bermasalah yang mencemarkan nama baik karyawan dan eksekutif perusahaan. Setelah melalui proses negosiasi, kasus tersebut berujung damai. Pemilik blog setuju untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, menutup situsnya, serta membayar kompensasi dengan nilai yang tidak diungkap ke publik.

