Shadow Esports memastikan diri sebagai kampiun turnamen Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring usai mengalahkan 11 tim lainnya pada babak Grand Finals di Palembang, Minggu (5/4/2026). Selain membawa pulang trofi dan hadiah utama Rp250 juta, kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka menjadi wakil Indonesia di ajang internasional Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring.
Gelar juara dikunci Shadow Esports melalui skema Champion Rush, format yang mengharuskan tim mengumpulkan minimal 80 poin untuk masuk ke fase match point. Setelah itu, tim baru bisa memastikan kemenangan dengan meraih Booyah di ronde berikutnya. Shadow Esports mencapai fase tersebut di game ke-7 dengan total 85 poin, lalu langsung menutup pertandingan lewat Booyah di game ke-8.

Performa mereka terbilang konsisten sejak awal pertandingan. Shadow Esports langsung mengamankan Booyah di ronde pembuka, meski sempat kehilangan ritme di game kedua. Namun, mereka mampu bangkit dan terus menambah poin hingga akhirnya menyapu dua ronde terakhir dengan kemenangan. Secara keseluruhan, Shadow Esports mengoleksi 109 poin sepanjang Grand Finals. Meski berada di bawah Dewa United Horus yang mencatatkan 130 poin, mereka tetap keluar sebagai juara berkat keunggulan dalam format Champion Rush.

Pemain Shadow Esports, Juan Daniel Titarsole, menyebut kemenangan ini sebagai momen penting bagi timnya. Ia mengingat hasil kurang memuaskan pada musim sebelumnya berhasil ditebus di turnamen kali ini.
Kemenangan ini sangat berarti buat saya dan tim, setelah kami gagal jadi juara di musim sebelumnya. Akhirnya, kami bisa membuktikan bahwa kami sebagai tim mampu bersaing dan mengalahkan 11 tim lainnya. Sekarang fokus kami adalah untuk bisa tampil baik di FFWS SEA 2026 Spring agar bisa lolos ke EWC.
Ia juga menambahkan bahwa kunci kemenangan timnya adalah menjaga ketenangan di tengah tekanan pertandingan, terutama saat tim lain berpeluang mengunci kemenangan lebih dulu.
Secara permainan, kami merasa masih belum terlalu maksimal. Tapi karena kami memang percaya satu sama lain, akhirnya kami bisa juara. Saat tim lain sepertinya sudah mau juara, saya cuma bilang ke teman-teman untuk tetap fokus saja. Apa pun hasilnya ke depan, kita terima, karena rezeki sudah diatur oleh Yang di Atas.
Kendati keluar sebagai juara, Juan mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa timnya. Ia menilai Shadow Esports masih perlu meningkatkan konsistensi, terutama menjelang kompetisi di level Asia Tenggara.
Kalau dari saya pribadi sih, belum puas. Dilihat dari hasilnya tadi, kami baru menyentuh Champion Rush di game ke-7, dan baru bisa juara lewat Booyah di game ke-8. Kami ingin belajar untuk bisa tampil lebih konsisten lagi, supaya ke depannya bisa mendapatkan poin dengan lebih cepat.
Sebagai juara, Shadow Esports berhak atas hadiah Rp250 juta dari total prize pool Rp850 juta. Mereka juga menjadi wakil Indonesia kelima di FFWS SEA 2026 Spring, menyusul EVOS Divine, Bigetron by Vitality, ONIC Esports, dan RRQ Kazu.

Grand Finals yang digelar di Palembang Sport and Convention Center berlangsung meriah dengan kehadiran komunitas dan penggemar Free Fire. Tak hanya menghadirkan persaingan kompetitif, acara ini juga memadukan unsur esports dengan budaya lokal.

Berkolaborasi dengan Sanggar Anna Kumari, penyelenggara menghadirkan pertunjukan seni bela diri tradisional Silat Kuntau yang diiringi alat musik khas Sumatera Selatan, Burda. Panggung utama bahkan dirancang menyerupai Jembatan Ampera, memperkuat nuansa lokal dalam gelaran berskala internasional.

Turnamen FFNS 2026 Spring sendiri telah berlangsung sejak Januari 2026 dan diikuti lebih dari 42.000 peserta dari berbagai jalur kualifikasi, mulai dari City & Regional Qualifier di 88 kota, Guild War Qualifier, hingga Online Qualifier. Jumlah ini menjadi rekor partisipasi tertinggi sejak FFNS pertama digelar pada 2023, meningkat sekitar 28 persen dibandingkan FFNS 2025 Fall dan 66 persen dari FFNS 2025 Spring.
Selanjutnya, Shadow Esports akan melanjutkan kiprahnya di FFWS SEA 2026 Spring dengan target lebih besar, yakni mengamankan tiket menuju Esports World Cup 2026.

