Take Two PHK Tim AI
News

Take-Two Dikabarkan PHK Tim AI, Padahal Sebelumnya Gencar Adopsi Teknologi Ini

Take-Two Interactive, perusahaan induk di balik Rockstar Games (GTA 6) dan 2K Games (Borderlands, BioShock), dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah staf yang berfokus pada pengembangan artificial intelligence (AI). Langkah ini mencakup kepala divisi AI serta beberapa anggota tim yang terlibat langsung dalam pengembangan teknologi tersebut.

Kabar ini pertama kali mencuat setelah mantan Head of AI Take-Two, Luke Dicken, mengumumkan kepergiannya melalui LinkedIn. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang mengecewakan, terutama karena berdampak pada seluruh timnya.

Sangat mengecewakan karena saya harus memberi tahu bahwa masa kerja saya di T2, begitu juga dengan tim saya, telah berakhir.

Dalam pernyataan lanjutannya, Dicken juga meminta bantuan publik untuk membantu rekan-rekannya mendapatkan posisi baru, mengingat kondisi industri yang sedang tidak menentu. Ia menegaskan bahwa timnya telah mengembangkan teknologi mutakhir untuk mendukung pengembangan game selama tujuh tahun terakhir.

Untuk saat ini saya akan sangat menghargai bantuan Anda dalam mencarikan posisi baru bagi orang-orang berbakat ini, terutama dalam kondisi saat ini. Kami telah mengembangkan teknologi mutakhir untuk mendukung pengembangan game selama 7 tahun.

Sebelum bergabung sebagai kepala AI di Take-Two pada Januari 2025, Dicken diketahui menjabat sebagai Senior Director of AI di Zynga, perusahaan game mobile yang juga merupakan bagian dari Take-Two. Sejumlah staf lain yang berfokus pada AI, termasuk mantan direktur riset AI, turut mengonfirmasi kabar PHK ini melalui unggahan terpisah.

Menariknya, keputusan ini muncul hanya beberapa bulan setelah CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menyampaikan optimisme terhadap teknologi AI dalam pertemuan dengan investor. Ia bahkan menyebut perusahaan tengah mengadopsi AI di berbagai lini operasional.

Kami memiliki ratusan proyek uji coba dan implementasi di seluruh perusahaan, termasuk di studio kami. Kami melihat peluang untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya, serta membuat tugas-tugas rutin menjadi lebih mudah, sehingga kreator bisa fokus menciptakan hiburan berkualitas.

Meski demikian, Zelnick sebelumnya juga sempat menegaskan bahwa aspek kreatif dalam pengembangan game tetap bergantung pada manusia. Ia menekankan pentingnya melindungi dan memberikan kompensasi yang layak bagi kreator, bahkan di tengah perkembangan AI yang semakin pesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *