Studio pengembang game asal Indonesia, StarBullet Studio dan GameChanger Studio, mengumumkan bahwa game visual novel bertema Tarot berjudul The Spirit Weaver akan meluncur di Steam pada 1 April 2026. Setelah tampil dalam Steam Next Fest dan dimainkan lebih dari 1.000 pemain melalui versi demo, game ini bersiap menghadirkan pengalaman naratif emosional dengan gameplay berbasis pilihan bagi pemain global.
The Spirit Weaver sebelumnya pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam ajang Hari Game Indonesia 2025. Game ini membawa pemain memasuki dunia roh yang mistis, di mana pembacaan Tarot digunakan sebagai sarana untuk menuntun jiwa-jiwa yang tersesat menuju pemulihan.
Dalam permainan ini, pemain akan berperan sebagai Alora, seorang pembaca Tarot yang dipanggil untuk menghadapi ancaman supranatural bernama The Entropy. Di tengah misinya membantu roh-roh yang terjebak dalam emosi yang belum terselesaikan, Alora juga harus bergulat dengan trauma masa lalunya sendiri, termasuk rasa bersalah mendalam yang membayangi sejak masa kecil.
Saat demo game ini dipamerkan dalam Steam Next Fest pada Februari lalu, banyak pemain memberikan tanggapan positif. Visual yang memikat serta tema cerita yang menyentuh menjadi sorotan utama. Game Designer StarBullet Studio, Kezia Lawrence, menyatakan bahwa pendekatan naratif game ini terasa edukatif dan relevan, terutama karena menyinggung isu penyembuhan emosional dan kesejahteraan mental melalui penceritaan interaktif.
Kami ingin membuat game yang bisa dipahami oleh banyak pemain dengan berbagai pergumulan manusiawi yang tercermin melalui karakter-karakternya.
Perilisan The Spirit Weaver juga menandai perjalanan panjang proyek yang berawal dari lingkungan akademik. Game ini pertama kali dikembangkan pada 2024 sebagai proyek universitas di Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya dalam mata kuliah desain game.
Kami juga ingin memperkenalkan Tarot sebagai medium refleksi diri, refleksi bersama, sekaligus penyembuhan, meskipun mekanik pembacaan kartunya kami sederhanakan. Sebagai pengembang pemula, kami sangat berterima kasih atas masukan dan dukungan para pemain. Mengetahui bahwa cerita game ini bisa beresonansi dengan mereka membuat kami semakin semangat menjangkau lebih banyak pemain saat perilisan penuh nanti.”
Menurut Intan R. Mutiaz, dosen Game Design di ITB, rilisnya game ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Momen ini menunjukkan sinergi yang kuat antara kampus dan industri. Saya sangat bangga karena karya mahasiswa kami tidak berhenti sebagai proyek kelas. Dengan dukungan industri, karya tersebut berkembang menjadi produk nyata yang relevan.
Melihat potensi proyek tersebut, GameChanger Studio kemudian bergabung sebagai penerbit. Studio ini sebelumnya dikenal lewat sejumlah game berbasis cerita seperti 1998: The Toll Keeper Story serta seri My Lovely Series. The Spirit Weaver juga menjadi langkah pertama GameChanger Studio dalam dunia penerbitan game.
Melalui proyek ini, studio tersebut berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat antara talenta akademik dan industri game, sekaligus membantu proyek-proyek independen menjangkau pemain yang lebih luas.
Dalam gameplay-nya, pemain akan melakukan pembacaan kartu Tarot untuk membantu roh-roh yang terjebak dalam emosi seperti duka, kehilangan, cinta, dan penyesalan. Setiap keputusan yang diambil akan memengaruhi perkembangan karakter sekaligus arah cerita. Interpretasi kartu dan pilihan pemain pada akhirnya menentukan berbagai kemungkinan akhir perjalanan Alora.
Fitur Utama The Spirit Weaver
Dalam The Spirit Weaver, gameplay mechanics game ini berpusat pada pembacaan kartu Tarot yang menjadi fondasi penceritaannya. Setiap kartu yang muncul t memengaruhi perkembangan karakter sekaligus arah narasi yang kita jalani. Interpretasi terhadap kartu-kartu tersebut akan menentukan bagaimana kisah para roh berkembang serta bagaimana perjalanan Alora sebagai tokoh utama terbentuk.
Game ini juga menghadirkan narasi yang kuat pada aspek emosional. Kita akan diajak menyelami berbagai pengalaman batin yang dialami para roh, mulai dari rasa bersalah, kehilangan, duka mendalam, hingga proses pemulihan dan pertumbuhan pribadi. Setiap karakter memiliki latar belakang cerita yang berbeda, sehingga interaksi yang terjadi terasa personal dan penuh empati.
Selain itu, gameplay dalam The Spirit Weaver menekankan pada kemampuan pemain untuk memahami kondisi emosional para roh yang mereka temui. Keberhasilan membantu mereka tidak hanya bergantung pada pilihan yang diambil, tetapi juga pada kepekaan pemain dalam menafsirkan situasi dan memberikan respons yang tepat.
Seluruh keputusan tersebut pada akhirnya akan memengaruhi jalannya cerita. Interpretasi kartu Tarot dan pilihan yang diambil sepanjang permainan akan membentuk berbagai kemungkinan akhir bagi perjalanan Alora, sehingga setiap pemain berpotensi mendapatkan pengalaman cerita yang berbeda.

