Trilogi Resident Evil versi PC original akhirnya resmi meluncur di Steam. Perilisan ini dilakukan oleh Capcom dengan menggandeng GOG, yang sebelumnya telah lebih dulu merilis ulang ketiga game tersebut dalam versi optimal untuk PC modern.
Sebelumnya, meski sempat hadir di PC pada akhir 1990-an, Resident Evil, Resident Evil 2, dan Resident Evil 3 tidak tersedia secara luas di platform distribusi digital masa kini. Keterbatasan akses ini baru berubah pada Juni 2024, ketika GOG menghadirkan kembali versi PC original Resident Evil (1997), alih-alih versi remake yang lebih dikenal saat ini.
Langkah tersebut kemudian diikuti dengan perilisan Resident Evil 2 dan Resident Evil 3, yang juga mengusung versi original, bukan versi remake. Kini, ketiganya resmi debut di Steam dalam bentuk aslinya, bersamaan dengan perilisan Breath of Fire IV.
Menariknya, keempat game tersebut mencantumkan “Capcom Co Ltd, GOG.com” sebagai pengembang di halaman Steam mereka. Ini menandakan bahwa versi yang dirilis merupakan hasil port modern yang ditangani langsung oleh GOG.
Dari sisi harga, setiap game Resident Evil dibanderol $9,99 (sekitar Rp159 ribu). Namun, selama periode diskon 50 persen hingga 15 April, harga per game turun menjadi sekitar Rp79 ribu. Dengan demikian, pemain bisa mendapatkan seluruh trilogi seharga $14,97 (sekitar Rp239 ribu), dari harga normal $29,97 (sekitar Rp479 ribu).
Secara teknis, versi terbaru ini telah diperbarui agar kompatibel penuh dengan Windows 10 dan Windows 11. Sejumlah peningkatan juga disematkan, mulai dari opsi rendering baru, sinkronisasi cutscene yang lebih presisi, peningkatan pemutar video, hingga pembaruan pada DirectX renderer dan sistem keluar game yang lebih stabil.
Dukungan perangkat juga diperluas. Ketiga game kini kompatibel dengan berbagai kontroler modern seperti Xbox Series, Xbox One, Xbox 360, DualSense, DualShock 4, hingga Nintendo Switch dan Logitech seri F. Khusus untuk Resident Evil 2, mode tambahan seperti 4th Survivor dan Tofu kini sudah bisa diakses sejak awal permainan.
Di balik perilisan ini, ternyata ada proses negosiasi yang tidak mudah. Marcin Paczynski, Senior Business Development Manager di GOG, mengungkap bahwa Capcom sempat menolak ide menghadirkan kembali versi original ke platform mereka.
Capcom seperti bilang, ‘kami sudah punya semua versi remake. Itu sudah jadi pengalaman yang lebih superior dibanding versi lama.
Ia menambahkan bahwa pihaknya harus meyakinkan Capcom bahwa ada basis pemain yang masih memiliki keterikatan emosional dengan versi original.
Mereka tidak benar-benar melihat nilai dari menghadirkan kembali versi original. Butuh banyak upaya untuk meyakinkan bahwa ada audiens yang punya banyak kenangan dengan game-game tersebut, dan ingin merasakan pengalaman yang sama persis lagi. Syukurlah, kami akhirnya berhasil meyakinkan mereka.
Dengan kembalinya trilogi Resident Evil versi original ke platform modern, peluang bagi pemain lama untuk bernostalgia dan pemain baru untuk mencicipi akar seri ini kini semakin terbuka. Lantas, apakah kamu lebih tertarik memainkan versi original atau justru memilih remake-nya?

