ASBAK Steam Next Fest 2026 News

ASBAK, Game Roguelike Aksi Buatan Indonesia, Siap Ramaikan Steam Next Fest Juni 2026

Share:

Studio game independen asal Indonesia, Team Fossil, mengumumkan bahwa ASBAK, game action roguelike bertempo cepat yang berlatar kawasan urban Asia Tenggara, akan hadir dalam ajang Steam Next Fest pada 15–22 Juni 2026. Demo game tersebut dapat dicoba oleh pemain selama acara berlangsung, sementara versi penuhnya dijadwalkan meluncur di Steam pada kuartal ketiga (Q3) 2026.

ASBAK merupakan game aksi 2D bergaya hack-and-slash yang menggabungkan elemen roguelike, RPG aksi, dan petualangan berbasis cerita. Dalam game ini, pemain berperan sebagai pemburu iblis profesional yang bekerja di dunia urban Asia Tenggara yang dipenuhi makhluk supranatural.

Cerita ASBAK berfokus pada dunia di mana batas antara dunia manusia dan alam paranormal telah runtuh. Akibatnya, iblis menyebar ke seluruh negeri dan menjadi ancaman yang harus dihadapi. Sebagai seorang pemburu iblis korporat, pemain memanfaatkan kemampuan langkanya untuk membasmi para iblis sekaligus mencari nafkah.

Dari sisi gameplay, ASBAK menawarkan pertarungan cepat dengan berbagai musuh dan bos supranatural. Pemain dapat membangun tim berisi dua karakter yang memiliki gaya bermain berbeda, lengkap dengan mekanisme pergantian karakter secara langsung di tengah pertarungan untuk menciptakan kombinasi serangan yang lebih dinamis.

ASBAK Gameplay

Selain itu, tersedia beragam item, kemampuan, dan ramuan yang dapat digunakan untuk memperkuat karakter. Sistem tersebut memungkinkan setiap sesi permainan menghadirkan pengalaman yang berbeda. Pemain juga dapat menjelajahi berbagai lokasi, mulai dari kota yang dipenuhi iblis, kereta berhantu, hingga dimensi lain.

Tidak hanya mengandalkan aksi, ASBAK turut menghadirkan cerita bergaya visual novel yang berjalan beriringan dengan elemen roguelike. Sistem progresi karakter juga disiapkan, mulai dari peningkatan statistik ala RPG hingga mekanisme khusus yang akan terbuka seiring perkembangan cerita.

ASBAK Gameplay

Menurut Team Fossil, ASBAK lahir dari sebuah pertanyaan sederhana: seberapa cepat sebuah sistem pertarungan dapat dibuat. Tim pengembang mengaku terinspirasi oleh game aksi cepat seperti Hades, Dead Cells, dan BlazBlue: Entropy Effect.

Inspirasi tersebut diwujudkan melalui sistem pertarungan yang mengutamakan kecepatan, dengan minim animasi persiapan serangan, mekanisme dash teleportasi, serta serangan yang dirancang agar terasa instan dan responsif.

Di sisi visual dan dunia permainan, ASBAK mengambil inspirasi dari budaya lokal Indonesia. Team Fossil, yang berbasis di Depok, Jawa Barat, menilai bahwa kekayaan cerita rakyat dan unsur supranatural Indonesia masih jarang diangkat dalam industri game global. Melalui ASBAK, mereka ingin memperkenalkan sebagian dari identitas budaya tersebut kepada pemain di seluruh dunia.

Team Fossil sendiri merupakan studio indie yang bermula sebagai proyek solo pada akhir 2020. Dalam beberapa tahun terakhir, proyek tersebut berkembang menjadi tim kecil yang berfokus pada pengembangan game aksi dengan mekanisme pertarungan yang inovatif.

Dalam pengembangan ASBAK, Team Fossil bekerja sama dengan Vifth Floor sebagai publisher. Studio yang berbasis di Jakarta tersebut dikenal melalui Just Deserts, game yang memadukan elemen visual novel dan gameplay taktis. Didirikan pada 2021, Vifth Floor berfokus mengembangkan game bergaya anime dengan penekanan pada visual, narasi, dan pengalaman bermain yang imersif.