Bigetron by Vitality keluar sebagai juara Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall setelah mengamankan Booyah pada pertandingan terakhir Grand Finals di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Minggu (20/9/2026).
Hasil tersebut sekaligus mengembalikan trofi FFWS SEA ke Indonesia setelah terakhir kali diraih ONIC pada 2025 Spring. Lebih dari itu, Bigetron mencatat sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang menjuarai FFWS SEA ketika babak Grand Finals digelar di tanah air.
Bigetron sebenarnya sudah memastikan tempat di Grand Finals sejak pekan ketiga Knockout Stage. Pada hari penentuan, mereka harus menghadapi 11 tim terbaik Asia Tenggara. Memasuki Game 12, Bigetron mengantongi 111 poin dan berada dalam status Champion Rush.
Situasi tersebut membuat pertandingan terakhir menjadi sangat menentukan. Bigetron akhirnya mampu bertahan hingga fase akhir dan mengamankan Booyah pada Game 12. Hasil itu sekaligus memastikan mereka mengangkat trofi FFWS SEA 2026 Fall di hadapan pendukungnya sendiri.

Gelar tersebut menjadi trofi regional kedua Bigetron pada 2026. Sebelumnya, mereka juga menjuarai Free Fire MAX Asia Invitational 2026 Summer pada Juni lalu.
Pelatih Bigetron by Vitality, Christian Jonathan Pascoal alias CHRISJO, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani para pemain. Menurutnya, para pemain harus keluar dari zona nyaman, mempelajari berbagai role, serta terus beradaptasi sepanjang kompetisi.
Saya sangat bangga kepada para pemain dan semua orang di balik tim ini. Perjalanan ini mendorong kami Beyond All Limits. Para pemain harus keluar dari zona nyaman, mempelajari berbagai role baru, dan terus beradaptasi demi mencapai kemenangan.
Ia menambahkan, para pemain tetap mempercayai proses meski menghadapi berbagai tantangan hingga akhirnya mampu mengamankan gelar juara di Surabaya.
Jalan Panjang Bigetron Menuju Game 12
Bigetron tidak langsung mendominasi Grand Finals. Setelah mendapatkan Booyah pada Game 3, performa mereka sempat terganggu akibat jeda pertandingan yang cukup panjang. Kondisi tersebut membuat fokus tim menurun dan sejumlah rencana permainan tidak berjalan sesuai harapan.
Mereka kemudian harus kembali mengejar perolehan poin untuk menjaga posisi dalam persaingan gelar. Ketegangan meningkat ketika pertandingan memasuki Game 10 dan Game 11.

GOW menjadi salah satu tim yang paling dekat dengan gelar juara setelah dua kali berhasil mencapai fase akhir pertandingan. Namun, peluang tersebut belum berujung gelar setelah Buriram United Esports dan Team Falcons masing-masing mengamankan Booyah pada Game 10 dan Game 11.
Hasil tersebut membuat persaingan berlanjut hingga Game 12. Buriram United Esports dan Team Falcons juga semakin dekat dengan status Champion Rush, sehingga pertandingan terakhir masih membuka peluang bagi 11 tim untuk menjadi juara apabila mampu mengamankan Booyah.
Game 12 pun menjadi penentu. RRQ Kazu, GOW, All Gamers Global (AG.AL), dan Bigetron menjadi empat tim terakhir yang bertahan.
RRQ Kazu lebih dulu tereliminasi. Bigetron kemudian mengamankan eliminasi terhadap pemain terakhir GOW sebelum mengarahkan serangan kepada DEW, pemain terakhir AG.AL.
Dengan empat pemain yang masih bertahan, Bigetron akhirnya memenangi pertempuran terakhir dan mengamankan Booyah. Hasil tersebut sekaligus menutup Grand Finals setelah berlangsung selama 12 pertandingan.
Keberhasilan di Surabaya menjadi pencapaian penting bagi Bigetron setelah sejumlah hasil yang belum maksimal pada turnamen sebelumnya. Bagi tim, gelar FFWS SEA 2026 Fall juga menjadi bagian dari perjalanan redemption mereka di kompetisi regional.
Tiga Tim Indonesia Lolos ke FFWS Global Finals 2026
Selain Bigetron, Indonesia juga akan mengirimkan dua wakil lainnya ke FFWS Global Finals 2026. RRQ Kazu dan ONIC berhasil finis di posisi delapan besar Grand Finals dan mengamankan tiket menuju turnamen global tersebut.
Sementara itu, MBR Omega belum berhasil menembus posisi yang diperlukan untuk lolos ke ajang dunia.
Bigetron, RRQ Kazu, dan ONIC selanjutnya akan bergabung dengan GOW, P Esports, AG.AL, Team Flash, dan Buriram United Esports sebagai delapan wakil Asia Tenggara di FFWS Global Finals 2026.

FFWS Global Finals 2026 dijadwalkan berlangsung di BITEC Live, Bangkok, Thailand, pada 28–29 November 2026. Mereka akan bertemu tim-tim dari berbagai regional, termasuk LYON yang sebelumnya menjuarai Esports World Cup 2026: Free Fire.
Dengan tiga tim Indonesia yang berhasil lolos, persaingan di panggung global kembali akan diikuti oleh Bigetron, RRQ Kazu, dan ONIC.
FFWS SEA 2026 Fall Pecahkan Rekor Penonton
Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall berlangsung pada 18–20 September 2026 di Tunjungan Plaza Convention Hall dan Atrium Area, Surabaya. Lebih dari 7.500 penggemar hadir selama rangkaian acara yang juga menghadirkan berbagai aktivitas komunitas Free Fire.
Kompetisi ini juga mencatatkan rekor sebagai Grand Finals dengan format Champion Rush terpanjang. Sebanyak 12 game dimainkan hingga menentukan juara, melampaui 10 game pada Esports World Cup 2024: Free Fire yang saat itu dimenangi EVOS Divine dari Indonesia.
Dari sisi penonton daring, FFWS SEA 2026 Fall juga mencatatkan angka baru untuk kompetisi regional FFWS. Berdasarkan data Esports Charts, siaran pada 20 September 2026 mencapai 681.910 Peak Viewers, meningkat 13,8 persen dibandingkan musim Spring.
Secara keseluruhan, turnamen tersebut mengumpulkan lebih dari 10,75 juta Hours Watched. Angka tersebut menjadikan FFWS SEA 2026 Fall sebagai turnamen regional FFWS dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang sejarah.

