Satya Nadelle Xbox lebih berkelanjutan News

CEO Microsoft Sebut Xbox Perlu Model Bisnis yang Lebih Berkelanjutan

Share:

Microsoft menilai Xbox perlu menemukan model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk menghadapi tantangan industri game yang terus berubah. CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan bahwa bisnis Xbox saat ini harus mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan investasi besar yang telah digelontorkan perusahaan selama lebih dari dua dekade terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadella dalam wawancara terbaru bersama Hard Fork, tidak lama setelah CEO Xbox yang baru, Asha Sharma, mengirimkan surat terbuka kepada seluruh karyawan Xbox. Dalam surat tersebut, Sharma menegaskan bahwa Xbox tengah menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah banyaknya pilihan hiburan yang tersedia bagi konsumen.

Selain itu, Sharma juga menyoroti sejumlah tantangan lain yang dihadapi Xbox, mulai dari krisis komponen perangkat keras yang masih berlangsung, penurunan pendapatan tahunan perusahaan, hingga kebutuhan untuk membangun budaya pengembangan teknologi yang lebih mandiri.

Menanggapi arah baru yang ingin dibawa Sharma, Nadella mengatakan bahwa Xbox memiliki sejarah panjang di Microsoft, bahkan lebih tua dibandingkan beberapa produk andalan perusahaan lainnya.

Ini adalah tahun ke-25 Xbox dan kami sangat senang dengan perkembangannya. Dalam beberapa hal, sejarah game di Microsoft bahkan lebih tua daripada Windows dan Office. Aplikasi pertama yang kami buat adalah Flight Simulator. Jadi, Xbox memiliki warisan yang sangat panjang.

Menurut Nadella, tantangan terbesar Xbox saat ini bukan hanya menciptakan inovasi baru pada perangkat keras maupun game, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem tersebut dapat berjalan secara layak dari sisi ekonomi.

Fable

Di saat yang sama, Chief Content Officer Xbox, Matt Booty, juga sempat memberikan klarifikasi terkait strategi eksklusivitas baru yang sedang didorong perusahaan. Ia memastikan bahwa kebijakan tersebut berfokus pada konsol Xbox dan tidak akan mengurangi ketersediaan game Xbox di platform PC maupun layanan cloud gaming.

Dengan demikian, pemain PC masih dapat mengakses berbagai judul game Xbox, termasuk Gears of War: E-Day, melalui saluran distribusi yang selama ini digunakan Microsoft.

Nadella menegaskan bahwa Microsoft telah menginvestasikan sumber daya yang sangat besar untuk membangun Xbox selama 25 tahun terakhir. Kini, menurutnya, fokus perusahaan adalah mengubah investasi tersebut menjadi bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Tidak ada yang bisa menuduh Microsoft tidak berinvestasi selama 25 tahun terakhir. Sekarang kami harus mengubahnya menjadi bisnis yang berkelanjutan dan mampu menghadirkan salah satu bentuk hiburan terbaik yang ada.

Ia juga menilai bahwa selama ini Xbox belum berhasil memaksimalkan potensi monetisasi dari produk dan layanan yang dimilikinya.

Tantangan yang kami hadapi adalah kami belum memonetisasi hiburan itu. Bahkan, jika ada, kami justru mensubsidi hiburan tersebut. Faktanya, monetisasi game Xbox di YouTube lebih besar daripada yang terjadi di Microsofta.

Meski demikian, Nadella menegaskan bahwa Xbox tidak akan mengambil langkah yang berpotensi merusak identitas platform tersebut. Menurutnya, prioritas utama tetap menghadirkan game dan perangkat keras berkualitas bagi para pemain.

Itu bukan berarti kami akan melakukan hal-hal yang tidak alami. Kami ingin melakukan pekerjaan kami dengan baik, yaitu membuat game yang hebat dan perangkat keras yang hebat. Namun, kami juga harus melakukannya dengan cara yang berkelanjutan secara ekonomi.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan kenaikan biaya bagi konsumen, Nadella mengakui bahwa perkembangan teknologi seperti cloud computing dan kecerdasan buatan (AI) telah mendorong kenaikan biaya produksi di berbagai sektor teknologi.

Kami harus menemukan cara untuk menghadirkan game yang relevan secara ekonomi bagi pelanggan dan bagi kami. Sayangnya, karena apa yang terjadi dengan cloud dan AI, harga-harga telah naik. Itu terjadi pada PC, terjadi pada ponsel, dan Xbox juga terdampak.

Meski percaya bahwa krisis komponen perangkat keras akan mereda seiring waktu, Nadella menilai Xbox masih harus menjawab pertanyaan yang lebih besar mengenai arah model bisnisnya di masa depan.

Menurutnya, PC, konsol, dan perangkat mobile kini memiliki peran masing-masing dalam industri game. Karena itu, Xbox perlu menyatukan seluruh ekosistem tersebut tanpa meninggalkan identitas yang selama ini dibangun.

Gears of War Reloaded

Komentar Nadella juga muncul setelah Chief Strategy Officer Xbox, Matthew Ball, sempat mengusulkan kemungkinan hadirnya layanan Xbox dengan model dukungan iklan agar lebih terjangkau bagi pengguna. Namun, Ball menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak berkaitan dengan iklan yang muncul di dalam game karena berpotensi mengganggu pengalaman bermain.

Hingga saat ini Microsoft belum mengungkap secara rinci langkah apa yang akan diambil Xbox untuk mencapai target keberlanjutan bisnis tersebut. Namun, satu hal yang tampak jelas adalah bahwa Xbox sedang memasuki fase perubahan besar. Apakah perubahan ini akan menghadirkan layanan yang lebih terjangkau bagi pemain, atau justru membuka model monetisasi baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya?