Nagoshi Studio tutup Gang of Dragon Tidak Jelas News

Nagoshi Studio Diduga Tutup, Nasib Gang of Dragon Kian Tidak Jelas

Share:

Kabar mengenai berakhirnya perjalanan Nagoshi Studio semakin menguat setelah salah satu pendirinya, Daisuke Sato, mengubah profil media sosialnya menjadi “ex-Nagoshi Studio, Inc” pada 17 Juni 2026. Perubahan tersebut menjadi indikasi paling jelas bahwa studio yang didirikan oleh kreator seri Yakuza, Toshihiro Nagoshi, kemungkinan telah menghentikan operasinya.

Pada hari yang sama, Nagoshi juga tampil dalam artikel khusus peringatan 40 tahun Famitsu tanpa mencantumkan afiliasi perusahaan apa pun. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang dirilis oleh Nagoshi Studio, NetEase, maupun Nagoshi sendiri.

Sinyal penutupan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan sebelumnya. Akun media sosial studio berhenti aktif pada Februari 2026, kanal YouTube resmi dihapus pada Mei, situs perusahaan tidak lagi dapat diakses, dan kantor mereka di kawasan Ebisu, Tokyo, tercatat tutup permanen di Google.

Pendanaan Dihentikan, Proyek Gang of Dragon Terancam

Masalah Nagoshi Studio mulai terungkap pada Maret 2026 ketika Bloomberg melaporkan bahwa NetEase memutuskan menghentikan seluruh pendanaan kepada studio tersebut. Menurut laporan itu, penyelesaian Gang of Dragon membutuhkan tambahan dana sekitar ¥7 miliar atau setara US$44,4 juta.

Game tersebut pertama kali diumumkan dalam The Game Awards 2025 dan menampilkan aktor Ma Dong-seok sebagai tokoh utama dalam cerita yang berlatar distrik hiburan Kabukicho, Tokyo. Proyek tersebut dikembangkan selama kurang lebih empat tahun sebelum akhirnya kehilangan dukungan pendanaan.

Meski Gang of Dragon masih tercantum di Steam dan belum menerima pengumuman pembatalan resmi, seluruh materi promosi telah dihapus dan tidak ada tanda-tanda pengembangan masih berlanjut. Sejumlah laporan juga menyebut Nagoshi sempat mencari investor baru, tetapi belum membuahkan hasil.

Bagian dari Gelombang Mundurnya NetEase

Nagoshi Studio bukan satu-satunya studio yang terdampak perubahan strategi NetEase. Sejak 2024, perusahaan asal Tiongkok tersebut mulai mengurangi investasinya di berbagai studio internasional yang sebelumnya didirikan oleh veteran industri game.

Beberapa studio yang terdampak antara lain Ouka Studios, Worlds Untold, Jar of Sparks, Humanoid Origin, hingga sejumlah pengembang lain yang mengalami penutupan atau restrukturisasi.

Karena Nagoshi Studio merupakan anak perusahaan NetEase, keberlangsungan operasionalnya sepenuhnya bergantung pada keputusan perusahaan induk. Tidak adanya pernyataan resmi mengenai penutupan studio juga dinilai bukan hal yang mengejutkan, mengingat kasus serupa pernah terjadi pada beberapa studio lain yang didukung NetEase.

Bagi penggemar karya-karya Nagoshi, situasi ini menjadi akhir yang mengecewakan. Setelah meninggalkan Sega pada 2021 untuk memulai babak baru dalam kariernya, perjalanan Nagoshi Studio tampaknya hanya berlangsung sekitar empat tahun dan menghasilkan satu trailer Gang of Dragon sebelum akhirnya menghilang tanpa kepastian.