Pengumuman Star Wars: Fate of the Old Republic di ajang The Game Awards 2025 membawa satu kejutan tambahan, bahwa tim pengembang di baliknya ternyata diisi oleh banyak nama lama dari BioWare. Informasi ini mengemuka setelah Lucasfilm Games memperkenalkan proyek tersebut sebagai “spiritual successor” dari seri legendaris Star Wars: Knights of the Old Republic.
Proyek ini dipimpin oleh Casey Hudson, sosok yang pernah menjadi project director untuk KotOR pertama serta seri Mass Effect. Hudson kini menjabat sebagai co-founder, CEO, sekaligus game director di Arcanaut Studios, yang merupakan studio baru yang mengerjakan Fate of the Old Republic. Keterlibatan Hudson dinilai memberi bobot tersendiri, mengingat rekam jejaknya yang kuat dalam membangun role-playing game berbasis narasi.
Detail soal komposisi tim pengembang sebelumnya masih terbatas. Namun, pembaruan terbaru di laman resmi Arcanaut membuka lebih banyak informasi terkait jajaran pimpinan mereka. Hasilnya, sejumlah nama yang pernah berkiprah di BioWare kini diketahui ikut terlibat dalam proyek ini.
Di jajaran pendiri, misalnya, terdapat Chris Bain yang kini menjabat sebagai chief financial officer, sebelumnya pernah menjadi director of business development di BioWare. Ada pula Ryan Hoyle, chief technology officer, yang sudah terlibat sebagai programmer dalam berbagai proyek BioWare sejak awal 2000-an. Selain itu, Arcanaut juga menyebut timnya diisi oleh developer yang pernah mengerjakan Star Wars: Knights of the Old Republic dan trilogi Mass Effect, serta talenta dari perusahaan lain seperti Microsoft, Epic Games, Remedy Entertainment, The Coalition, hingga ZeniMax Media.
Pembaruan tersebut juga memperkenalkan empat anggota senior melalui video singkat. Dan Fessenden, yang kini menjabat sebagai senior technical designer, diketahui pernah terlibat dalam KotOR, Mass Effect, hingga Dragon Age: Inquisition dan Anthem. Sementara itu, Melanie Faulknor yang mengisi posisi director of external development sebelumnya bekerja sebagai localization project manager dan produser di BioWare.
Nama lain yang ikut bergabung adalah Caroline Livingstone sebagai director of production and performance. Ia memiliki pengalaman sebagai voice-over director dan produser untuk sejumlah proyek besar seperti seri Mass Effect, Dragon Age, hingga Anthem, serta Jade Empire. Di sisi artistik, posisi art director dipegang oleh Pascal Blanché, yang sebelumnya terlibat dalam proyek seperti Myst IV, Assassin’s Creed, Splinter Cell: Conviction, dan Far Cry: New Dawn. Meski bukan alumni BioWare, gaya visual Blanché yang cenderung gelap dan atmosferik dinilai berpotensi selaras dengan nuansa era Old Republic.
Meski demikian, arah cerita Fate of the Old Republic masih menyisakan tanda tanya. Situs resmi Star Wars menyebut game ini bukan sekuel langsung maupun kelanjutan dari seri sebelumnya. Sebaliknya, game ini akan menghadirkan karakter baru dengan cerita yang sepenuhnya berbeda. Artinya, keterkaitannya dengan kanon lama di bawah naungan Disney masih belum sepenuhnya jelas.
Dengan latar belakang tim yang sarat pengalaman dari BioWare, ekspektasi terhadap proyek ini cukup tinggi. Namun, mengingat Arcanaut Studios baru berdiri pada 2025, perilisan game ini tampaknya masih akan memakan waktu cukup lama.

