Di tengah sengketa hukum yang belum rampung, Unknown Worlds akhirnya menetapkan jadwal peluncuran Subnautica 2 dalam format early access. Game survival fiksi ilmiah tersebut dijadwalkan meluncur pada 14 Mei untuk PC dan Xbox Series X/S. Pengumuman ini datang bersamaan dengan memanasnya konflik antara Unknown Worlds dan Krafton, yang sebelumnya berperan sebagai penerbit.
Perselisihan antara kedua pihak tak bisa dilepaskan dari kesepakatan bonus senilai US$250 juta. Dalam perjanjian itu, Krafton akan mencairkan dana kepada pengembang jika Subnautica 2 berhasil mencapai target tertentu. Namun, situasi berubah ketika Krafton memecat sejumlah petinggi studio tahun lalu, termasuk CEO Ted Gill, sekaligus menunda perilisan early access game tersebut.
Langkah tersebut memicu perlawanan hukum dari para petinggi yang diberhentikan. Prosesnya berujung pada keputusan hakim bulan lalu yang memerintahkan Krafton untuk mengembalikan posisi Gill, serta memperpanjang tenggat pencapaian target bonus tersebut. Artinya, jadwal rilis Subnautica 2 kini menjadi faktor krusial yang dapat menentukan arah sengketa ini.
Di sisi lain, Unknown Worlds mengeklaim bahwa Subnautica 2 telah menjadi game dengan jumlah wishlist tertinggi di Steam selama beberapa bulan terakhir. Mereka juga merilis trailer sinematik yang menampilkan sejumlah perangkat dalam game, sekaligus memberi gambaran tentang dunia baru yang akan dijelajahi pemain.
Dari segi konten, game ini tidak lagi mengambil latar di planet yang sama seperti seri pertamanya. Pemain akan menghadapi lingkungan baru lengkap dengan fauna asing yang disebut-sebut tak kalah berbahaya. Selain itu, mekanisme survival juga diperluas, ditambah opsi mode co-op yang bisa dimainkan hingga empat orang.
Tim kami sudah tidak sabar mendengar masukan dari para pemain seiring perkembangan game ini selama masa Early Access.
Dengan semua dinamika yang terjadi—baik di dalam maupun di luar game—peluncuran Subnautica 2 jelas bukan sekadar rilis biasa. Lalu, apakah game ini mampu memenuhi ekspektasi sekaligus menjadi penentu dalam konflik yang masih bergulir?

