Reggie Fils-Aime Harga Game Modern Lebih Fleksibel
News

Mantan Bos Nintendo Amerika Soroti Pentingnya Strategi Harga Game yang Lebih Fleksibel

Mantan Presiden Nintendo of America, Reggie Fils-Aimé, menilai perusahaan game modern perlu lebih fleksibel dalam menentukan harga produknya, menyesuaikan nilai dan skala masing-masing game alih-alih terpaku pada satu standar harga tetap.

Pandangan tersebut ia sampaikan dalam kuliah umum di New York University pada Jumat lalu. Dalam diskusi berdurasi satu jam itu, Reggie membahas berbagai isu industri, termasuk filosofi Nintendo terkait kualitas produk dan strategi harga.

Add Post

Source: Nintendo

Reggie membandingkan pendekatan Nintendo dengan reputasi kota Kyoto, Jepang, yang dikenal luas karena tradisi craftsmanship-nya. Menurutnya, seperti produk-produk kerajinan Kyoto yang identik dengan kualitas tinggi, Nintendo selama ini berupaya menghadirkan game dengan standar terbaik sejak hari pertama peluncuran.

Ia menyoroti tren industri modern yang kerap merilis game dengan pembaruan besar di hari pertama demi menyempurnakan fitur. Meski Nintendo tidak sepenuhnya lepas dari praktik tersebut, Reggie menilai filosofi perusahaan secara umum justru bertolak belakang.

Di sinilah terkadang konsumen menolak. Kami tidak mendiskon game kami. The Legend of Zelda: Breath of the Wild tidak pernah mendapat potongan harga sejak pertama diluncurkan. Tidak pernah. Kami ingin membuat produk sebaik mungkin, merilisnya dalam kondisi lengkap, menetapkan harga yang adil, dan harga itu tidak berubah.

Meski begitu, Reggie mengakui pendekatan industri perlu berkembang mengikuti perubahan zaman. Ia menilai perusahaan kini harus lebih adaptif dalam menentukan harga berdasarkan nilai aktual yang ditawarkan tiap game.

Di era modern, kita harus mulai berpikir berbeda. Perusahaan perlu mempertimbangkan apa yang mereka tawarkan, menentukan harga yang benar-benar adil, dan tidak terpaku pada satu patokan harga tertentu.

Pernyataan tersebut dianggap selaras dengan strategi Nintendo saat ini, khususnya pada era Nintendo Switch 2, yang mulai menerapkan variasi harga lebih luas pada katalog game mereka.

Sebagai contoh, Mario Kart World dipasarkan di harga US$79,99, sementara Donkey Kong Bananza dijual US$69,99. Di sisi lain, Splatoon Raiders dan Final Fantasy VII Rebirth masing-masing dibanderol US$49,99, sedangkan Bravely Default Flying Fairy HD Remaster berada di angka US$39,99.

Strategi ini menunjukkan Nintendo mulai membuka ruang harga yang lebih variatif, menyesuaikan posisi dan skala masing-masing game di pasar. Di tengah meningkatnya sensitivitas konsumen terhadap harga, apakah pendekatan fleksibel seperti ini bisa menjadi standar baru industri game ke depan?