Mantan sutradara Dragon Quest, Jin Fujisawa, mengungkap filosofi penting yang diwariskan kreator seri legendaris tersebut, Yuji Horii, selama proses pengembangan franchise JRPG ikonis itu. Menurut Fujisawa, Horii selalu menekankan bahwa Dragon Quest bukan sekadar soal cerita, melainkan pengalaman pemain menjadi elemen utama yang harus diutamakan.
Fujisawa, yang menghabiskan hampir 20 tahun kariernya di Square Enix sebagai penulis skenario sekaligus sutradara Dragon Quest IX dan Dragon Quest X, mengaku banyak belajar langsung dari Horii. Dalam wawancara bersama The Change, yang diterjemahkan oleh Automaton, ia menyebut salah satu prinsip paling mendasar yang terus ditanamkan Horii adalah pentingnya merancang pengalaman pemain sebelum menyusun narasi.
Dragon Quest Ini bukan soal jalan cerita, pengalamanlah yang paling penting. Kamu harus mulai dengan memikirkan pengalaman seperti apa yang ingin dirasakan pemain.
Bagi Horii, cerita memang penting, tetapi bukan fondasi utama. Ia lebih menekankan bagaimana pemain merasakan perjalanan mereka di dalam game, mulai dari keputusan yang diambil hingga emosi yang muncul selama bermain.

Filosofi tersebut, kata Fujisawa, tercermin jelas dalam Dragon Quest V. Salah satu momen paling berkesan dalam game itu adalah ketika pemain diberi kebebasan memilih pasangan hidup karakter utama. Menurutnya, keputusan personal semacam itu menciptakan pengalaman yang kuat dan membuat setiap pemain memiliki kisah unik mereka sendiri.
Karena inti dari momen itu adalah pengalaman kuat dalam memilih pasangan hidup dengan sungguh-sungguh, maka setiap pemain menciptakan cerita personal yang berbeda.
Lebih jauh, Fujisawa juga menggambarkan Horii sebagai kreator yang selalu ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan tidak terduga. Alih-alih sekadar mengejar drama emosional, Horii disebut lebih tertarik menciptakan kejutan yang mampu menggugah perasaan pemain secara lebih mendalam.
Horii adalah sosok yang ingin menciptakan hal-hal yang belum pernah dilihat siapa pun, sesuatu yang membalikkan ekspektasi dan membuat orang terkejut.
Sementara itu, masa depan seri Dragon Quest masih menjadi tanda tanya besar. Dragon Quest XII hingga kini belum juga menunjukkan perkembangan signifikan setelah bertahun-tahun minim informasi. Meski Horii sempat menyebut proyek tersebut sebagai penghormatan bagi dua developer yang telah wafat, restrukturisasi internal di Square Enix sejak 2024 diduga ikut memengaruhi proses pengembangannya.
Lalu, mampukah Dragon Quest XII melanjutkan filosofi pengalaman pemain ala Yuji Horii sekaligus menjawab ekspektasi penggemar yang terus menanti?

