Sebuah studio game indie bernama MOONLIT JOURNEYS mengungkap bahwa proyek terbarunya, AMYGDALA: Prelude, belum juga mendapat persetujuan rilis di Steam setelah menunggu selama tiga tahun. Situasi ini memicu perhatian komunitas developer, terutama karena proses peninjauan game di platform milik Valve tersebut biasanya hanya memakan waktu beberapa hari.
Keluhan ini pertama kali mencuat lewat unggahan pendiri studio, Iwannaseetheend, di forum Reddit r/gamedev pada 30 April 2026. Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa timnya telah menyerahkan build game untuk proses review seperti prosedur standar Steam, tetapi sejak saat itu hampir tidak ada perkembangan berarti.
Padahal, berdasarkan informasi resmi Valve, proses persetujuan game untuk distribusi di Steam umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari kerja, atau maksimal satu minggu. Karena itu, penundaan hingga bertahun-tahun dinilai sangat tidak biasa.

AMYGDALA: Prelude sendiri merupakan game horor FPS bergaya retro dengan latar Australia era 1990-an. Dalam game tersebut, pemain menghadapi berbagai monster menggunakan beragam jenis senjata api. Menurut sang developer, game ini sebenarnya sudah berada dalam kondisi siap jual, tetapi status perilisannya masih menggantung tanpa kepastian.
Selama menunggu, MOONLIT JOURNEYS mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Steam Support dan memenuhi berbagai permintaan informasi tambahan. Namun, respons yang mereka terima disebut sangat lambat, bahkan dalam beberapa kasus membutuhkan waktu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan balasan.

Kondisi tersebut membuat studio frustrasi. Di satu sisi, jumlah wishlist game mereka terus bertambah, tetapi di sisi lain, produk yang telah mereka siapkan belum juga bisa dipasarkan. Situasi itu juga memicu kekhawatiran internal bahwa proyek mereka berpotensi tidak pernah benar-benar dirilis.
Permasalahan utama diduga berkaitan dengan penggunaan Source Engine, mesin pengembangan game milik Valve yang juga digunakan dalam sejumlah game internal perusahaan, seperti Half-Life 2. Steam disebut meminta MOONLIT JOURNEYS menandatangani perjanjian komersial khusus dengan Valve agar game tersebut bisa dipasarkan.
Langkah tambahan ini berbeda dari proses publikasi Steam pada umumnya, yang biasanya tidak memerlukan kontrak komersial semacam itu. Developer mengaku telah menerima dokumen terkait, melengkapinya, lalu mengirimkannya kembali ke Steam. Namun hingga kini, mereka belum memperoleh kontrak resmi lanjutan maupun kejelasan terkait proses berikutnya.
Sejumlah developer lain di Reddit juga menyebut kasus serupa pernah terjadi pada proyek yang menggunakan Source Engine. Hal ini memunculkan dugaan bahwa penggunaan engine proprietary Valve tersebut bisa menjadi faktor yang memperlambat distribusi game komersial pihak ketiga.
Meski belum ada kepastian soal akar masalahnya, hambatan administratif terkait perjanjian bisnis tampaknya menjadi titik krusial dalam kasus ini. Untuk sementara, komunitas menyarankan agar MOONLIT JOURNEYS terus melakukan follow-up rutin ke Steam Support agar kasus mereka tidak tenggelam.
Beberapa pengguna bahkan menyarankan pendekatan langsung kepada presiden Valve, Gabe Newell, yang dikenal sesekali merespons email publik dari developer maupun pemain.
Hingga saat ini, masa depan perilisan AMYGDALA: Prelude di Steam masih belum jelas. Meski versi demo sudah tersedia untuk dimainkan, ketidakpastian tersebut menjadi peringatan bagi developer lain yang mempertimbangkan penggunaan Source Engine untuk proyek komersial mereka.

