Ubisoft memastikan Assassin’s Creed: Black Flag Resynced akan membawa perubahan besar pada sistem combat dibanding versi originalnya. Dalam remake yang dijadwalkan rilis global pada 9 Juli 2026 tersebut, hidden blade tidak lagi berfungsi sebagai senjata utama yang bisa digunakan bebas selama pertarungan.
Pada Assassin’s Creed IV: Black Flag versi 2013, Edward Kenway dapat menggunakan hingga dua hidden blade baik untuk membunuh musuh secara diam-diam maupun bertarung langsung. Melalui weapon wheel, pemain bisa memilih hidden blade seperti senjata lainnya. Walau memiliki jangkauan pendek dan damage terbatas, senjata ini tetap menjadi salah satu elemen favorit berkat animasi unik serta nuansa khas seorang Assassin.

Namun, melalui sesi AMA resmi Ubisoft di subreddit r/AssassinsCreed pada akhir April 2026, pengembang mengonfirmasi bahwa fungsi tersebut kini diubah secara signifikan. Dalam Black Flag Resynced, pedang saber Edward akan menjadi senjata utama dalam combat, sementara hidden blade dialihkan menjadi serangan finisher kontekstual.
Artinya, hidden blade hanya dapat digunakan untuk serangan fatal setelah pemain berhasil menembus pertahanan lawan, bukan lagi sebagai opsi senjata bebas di medan tempur. Ubisoft menyebut perubahan ini sebagai bagian dari perombakan sistem combat agar pertarungan terasa lebih modern, responsif, dan strategis.

Meski begitu, fungsi klasik hidden blade sebagai alat stealth assassination tetap dipertahankan. Edward masih bisa menggunakannya untuk membunuh target yang lengah di luar pertarungan terbuka. Fitur running assassination dari versi original juga diperkirakan kembali hadir, walaupun belum diumumkan secara resmi.
Perubahan pada hidden blade menjadi salah satu indikasi bahwa Black Flag Resynced tidak hanya sekadar remake visual, tetapi juga reinterpretasi besar terhadap gameplay original.
Detail Baru Black Flag Resynced yang Dikonfirmasi Ubisoft
Selain perubahan pada combat, Ubisoft turut membagikan sejumlah informasi penting lain mengenai remake ini, di antaranya:
- Tidak menghadirkan mode multiplayer
- Menyertakan konten cerita baru dengan karakter lama maupun baru
- Ukuran map tetap 16 x 16 kilometer, tetapi dunia dibuat lebih padat
- Hadir pulau baru dan area kota tambahan
- Semua aktivitas sampingan dari game original kembali tersedia
- Royal Convoys kembali, namun dibuat lebih sulit ditemukan
- Kenway’s Fleet kembali tanpa memerlukan aplikasi ponsel, kini bisa diakses langsung dalam game
- Menu DNA sequence dihapus
- Efek gore tetap hadir, tetapi tanpa mutilasi
- Dukungan navigasi laut autopilot dan pathfinder
- Sistem wanted level klasik kembali
- Kontrol darat dan laut dapat dikustomisasi secara terpisah
- Dukungan ray tracing di seluruh mode grafis
- Opsi pencahayaan baked-in tetap tersedia untuk performa lebih stabil
- Lagu-lagu sea shanties original kembali, ditambah beberapa lagu baru
Ubisoft juga menyebut pistol serta berbagai alat tempur lain akan mendapat animasi dan fungsi baru guna meningkatkan dinamika pertarungan.
Di sektor eksplorasi, remake ini menawarkan dunia yang lebih hidup dengan tambahan pulau, lokasi baru di area perkotaan, serta pembaruan navigasi kapal yang lebih modern melalui sistem pathfinding dan autopilot setara seri terbaru.

Sementara itu, sistem wanted klasik tetap dipertahankan, dengan armada pemburu bajak laut yang semakin agresif seiring meningkatnya reputasi Edward sebagai bajak laut.
Dengan berbagai perubahan tersebut, Assassin’s Creed: Black Flag Resynced diposisikan sebagai proyek remake paling ambisius Ubisoft untuk franchise ini. Game tersebut juga diperkirakan menjadi rilisan besar terakhir sebelum kehadiran Assassin’s Creed Codename Hexe, proyek open-world baru berlatar Kekaisaran Romawi Suci abad ke-16 yang saat ini tengah dikembangkan Ubisoft Montreal dan diproyeksikan rilis pada 2027.

