Di tengah sorotan besar terhadap Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan meluncur pada 2026, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, justru memberi sinyal menarik terkait salah satu franchise lawas milik Rockstar Games, yakni L.A. Noire. Meski belum ada pengumuman resmi, Zelnick memastikan bahwa kemungkinan kembalinya seri detektif tersebut masih terbuka.
Dirilis pada 2011, L.A. Noire dikenal sebagai game investigasi kriminal yang mengikuti perjalanan Cole Phelps, seorang detektif LAPD, dalam mengungkap berbagai kasus di Los Angeles. Game ini mendapat pujian luas berkat pendekatan naratifnya, teknologi animasi wajah yang inovatif, serta atmosfer noir yang kental.
Popularitasnya membuat banyak penggemar terus berharap Rockstar kembali menggarap kelanjutan franchise tersebut. Harapan itu kembali muncul setelah Zelnick berbicara dalam konferensi iicon, sebuah forum yang dihadiri para petinggi industri video game.
Saya tidak punya pengumuman spesifik terkait L.A. Noire. Namun, terkait katalog IP warisan kami, tim selalu melihat apa yang kami miliki dan terus memikirkannya.
Pernyataan tersebut memang bukan konfirmasi proyek baru, tetapi cukup untuk menandakan bahwa Take-Two belum menutup pintu bagi kebangkitan L.A. Noire.
Zelnick juga menambahkan bahwa proyek semacam ini hanya bisa berjalan jika ada tim internal yang benar-benar memiliki minat dan semangat untuk mengembangkannya. Faktor itu menjadi penting, mengingat studio asli pengembang L.A. Noire, Team Bondi, telah dibubarkan tidak lama setelah game pertamanya dirilis.
Namun, perkembangan menarik muncul pada 2025 ketika Video Games Deluxe—studio yang didirikan mantan direktur kreatif Team Bondi, Brendan McNamara—resmi diakuisisi oleh Take-Two. Studio ini sebelumnya terlibat dalam pengembangan L.A. Noire: The VR Case Files serta adaptasi mobile trilogi klasik Grand Theft Auto.
Dengan latar belakang tersebut, spekulasi pun berkembang bahwa studio yang kini dikenal sebagai Rockstar Australia bisa menjadi kandidat kuat untuk menghidupkan kembali franchise L.A. Noire.
Meski semua masih sebatas kemungkinan, sinyal dari petinggi Take-Two sudah cukup memantik antusiasme penggemar lama. Jika benar kembali, L.A. Noire berpotensi menyusul deretan franchise Rockstar lain seperti Bully, Midnight Club, atau Max Payne yang juga terus dinanti kebangkitannya. Jadi, apakah L.A. Noire layak menjadi comeback terbesar Rockstar setelah GTA 6?

