Valve membuka sistem antrean reservasi untuk perangkat Steam Controller setelah tingginya permintaan membuat stok cepat habis dan memicu aktivitas penjualan ulang (reseller) di berbagai platform.
Kontroler generasi kedua besutan Valve itu mulai dijual melalui toko resmi mereka pada Senin. Namun, antusiasme yang tinggi justru menyebabkan gangguan pada situs, dengan sejumlah pengguna melaporkan munculnya pesan error saat mencoba melakukan pembelian.
Tak butuh waktu lama, sekitar 30 menit sejak peluncuran, Steam Controller sudah mulai habis di beberapa wilayah. Saat ini, perangkat tersebut bahkan dilaporkan tidak tersedia di pasar utama. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk menjual kembali unit tersebut di platform seperti eBay dengan harga hingga tiga kali lipat dari harga normal.
Merespons situasi tersebut, Valve kemudian mengumumkan kebijakan baru berupa sistem antrean reservasi yang mulai dibuka pada Jumat, 8 Mei pukul 10.00 waktu Pasifik (PT) / 13.00 waktu Timur (ET) / 18.00 waktu Britania (BST). Pengguna yang mendaftar akan masuk dalam antrean dan mendapatkan kesempatan membeli perangkat saat giliran mereka tiba, dengan waktu pembelian selama 72 jam.
Valve menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memperbaiki pengalaman pembelian sekaligus menekan aktivitas reseller yang memanfaatkan kelangkaan stok.
Di sisi lain, perusahaan juga mengakui bahwa tingginya minat terhadap perangkat ini membawa tantangan tersendiri pada peluncuran perdananya. Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna kesulitan menyelesaikan transaksi.
Steam Controller diluncurkan pada 4 Mei, dan meskipun kami senang melihat tingginya minat, pengalaman banyak pengguna dalam proses pembelian sangat mengecewakan.
Setelah menyampaikan evaluasi terhadap peluncuran awal tersebut, Valve melanjutkan dengan menjelaskan arah kebijakan yang mereka ambil ke depan.
Kami akan terus menambah stok seiring ketersediaan unit baru, namun kami juga melakukan beberapa perubahan untuk meningkatkan pengalaman pembelian dan membatasi aktivitas reseller.
Dalam sistem baru ini, setiap akun hanya diperbolehkan melakukan satu kali reservasi Steam Controller. Pengguna yang sudah berhasil membeli perangkat tersebut sebelumnya tidak dapat mendaftar kembali. Selain itu, akun yang ingin ikut antrean wajib berada dalam kondisi “baik” di Steam serta sudah pernah melakukan pembelian sebelum 27 April 2026.
Valve juga menegaskan bahwa distribusi stok akan berbeda di tiap wilayah. Pengiriman berdasarkan antrean akan dimulai lebih dulu di Amerika Serikat dan Kanada pada minggu depan, disusul wilayah Inggris, Eropa, dan Australia pada minggu-minggu berikutnya.
Dengan sistem antrean ini, apakah langkah Valve cukup efektif untuk meredam praktik scalping sekaligus memastikan pemain mendapatkan kesempatan yang lebih adil untuk membeli Steam Controller?

