Selain survival horror ada turunan game horror yang tak kalah menakutkan, yakni psychological horror atau horor psikologis. Jika survival horror menitik beratkan pada bagaimana bisa bertahan di tengah-tengah ancaman fisik dan kepungan hantu, zombie, atau monster.
Sementara, horor psikologis secara esensi memiliki tujuan untuk mengganggu kenyamanan mentalmu dengan membangun ketegangan, paranoia, dan juga rasa tidak percaya terhadap apa yang kamu rasakan dengan panca inderamu.Ā
Selain itu, yang membedakan game horor psikologis dengan horor tradisional atau survival horror adalah rasa ketidak berdayaan. Jika kamu memainkan game survival horror seperti Resident Evil awal, meski zombie dan monster yang kamu temukan lebih kuat darimu, karena latar belakang karakter yang memiliki kemampuan dalam pertahanan (militer atau polisi), kamu merasa memiliki kekuatan.
Sedangkan, ketika memainkan game horor psikologis, kamu akan merasa tidak berdaya. Senjata seadanya dan juga atmosfer yang disturbing yang bisa menimbulkan trauma. Nah, sudah tahu kan bagaimana game horor psikologis? Kami akan berikan rekomendasi game horor psikologis yang bisa membuatmu kena mental. Sudah siap?
10 Game Psychological Horror Terbaik
1. Silent Hill 2 Remake

Nama Silent Hill sangat familier di telinga gamers penggemar game horror. Namun, sudah sekian lama, franchise ini sempat mati suri. Beberapa waktu lalu, Konami, dibantu dengan Bloober Team menghidupkan kembali franchise ini dengan format remake. Bukan prekuelnya yang sempat rilis di PlayStation generasi pertama, melainkan Silent Hill 2 yang dirilis tahun 2004 di PS2. Ternyata, Silent Hill 2 Remake mampu menghibur para penggemarnya.
Meski versi orisinalnya sangat dipuja-puja oleh para purist, bagi kami Silent Hill 2 berhasil memodernisasi gameplay tanpa membunuh ājiwaā dan atmosfer depresif dari game orisinalnya. Berkat Unreal Engine 5 yang digarap dengan sangat baik, Bloober Team berhasil menampakkan ekspresi James Sunderland yang lebih menjiwai. Kami merasa Silent Hill 2 bisa membuat kami kena mental.
2. Alan Wake 2

Salah satu game horror psikologis yang cukup mencuri perhatian kami adalah Alan Wake 2. Buat kami, Remedy adalah salah satu contoh bagaimana game AAA bisa berani untuk mengambil risiko dan tidak bermain aman. Di antara game yang dieksekusi dengan budget tinggi lainnya, Alan Wake 2 termasuk game yang aneh.
Bagaimana tidak, Alan Wake 2 memiliki narasi ganda yang terbilang revolusioner. Di sini kita akan bermain sebagai Saga Andersonāyang hadir dengan gameplay yang lebih familier untuk gamers pemula. Kemudian, sang tokoh sentral, Alan Wake hadir dengan horor surealis dan membingungkan, di mana seolah-olah membuat kita mempertanyakan realitas.
3. SOMA

Ada hal yang satu akan kami jamin ketika kamu memainkan SOMA, yakni kamu akan terjaga di malam hari bukan karena takut dengan makhluk halus, tetapi mempertanyakan eksistensi diri sendiri. Tampaknya Frictional Games ingin menantang kita semua untuk mempertanyakan diri kita dan juga tentang kesadaran.
Di sini kamu akan diajak menemukan jawaban tentang Simon (sang karakter utama) dan keberadaannya di sebuah tempat misterius di bawah air. Di sini kamu akan menemukan pilihan-pilihan antara menyelamatkan robot yang dimasukkan kesadaran manusia atau membahayakan dirimu.
4. Hellblade: Senuaās Sacrifice

Jika menyebutkan game psychological horror yang benar-benar kental unsur psikologisnya, jangan sampai melupakan Hellblade: Senuaās Sacrifice. Kalau dibandingkan dengan game-game sebelumnya, pasti ada yang menanyakan bagian mana horornya. Nah, Hellblade: Senuaās Sacrifice tidak membuatmu berfokus pada jump scare.
Kengerian di sini dibuat secara sensorik. Di sepanjang perjalanan, kamu akan mendengar suara bisikan yang tiba-tiba menjerit histeris. Selain itu, cuplikan kilas balik suara ayah Senua yang menyiksanya secara verbal dan juga fisik yang mengganggu kita. Desain musuh bernama Northmen juga menambah kengerian atmosfer di game ini.
5. Amnesia: The Dark Descent

Kalau kamu adalah subscriber PewDiePie, ada kalanya kamu menonton beliau memainkan sebuah game horor berjudul Amnesia: The Dark Descent. Game satu ini memang mengerikan sekaligus menegangkan. Amnesia: The Dark Descent menawarkan sensasi survival horror yang membuat psikologismu teguncang. Hal tersebut diwakilkan oleh mechanics Sanity Meter, yang memengaruhi tingkat kewarasan sang karakter utama, Daniel.
Kewarasan Daniel akan turun ketika ia terlalu lama di kegelapan dan bertemu monster. Turunnya kewarasan ini akan memberi efek penglihatan menjadi kabur, gigi bergemertak, dan layar yang seolah-olah meleleh. Di game ini, kita takkan dibekali senjata. Jadi untuk bertahan kita hanya bisa melakukan lari atau bersembunyi.
6. Darkwood

Kalau selama ini game horor selalu hadir dengan format third person atau first person, Darkwood merupakan sebuah anomali. Sang developer ingin membuktikan bahwa tanpa kedua format di atas, kengerian dari sebuah game horor tetap tidak tereduksi. Selain itu, Darkwood juga menjanjikan sebuah game horor tanpa eksistensi jump scare. Ketakutan yang dibawa game ini berasal dari rasa takut yang menumpuk yang muncul dari atmosfer. Hal ini diakibatkan oleh sistem cahaya yang terbatas, di mana kita hanya bisa melihat di dalam kerucut pandangan.
7. Visage

Pembatalan Silent Hill (P.T.) merupakan hal yang mengecewakan bagi para penggemar franchise game horor dari Konami ini. Menurut kami, Visage adalah obat bagi kekecewaan dari pembatalan seri Silent Hill (P.T.). Visage mengambil latar rumah besar di wilayah suburban yang bisa berubah bentuk. Dosis kengerian diinjeksi oleh SadSquare Studio dengan visual fotorealistik dan kejadian paranormal yang terjadi secara acak. Bagi kami, Visage tak hanya sekadar game horor, melainkan juga simulator mimpi buruk klaustrofobik.
8. Silent Hill 4: The Room

Ketika meluncurkan Silent Hill 4: The Room, Konami mendapatkan komentar yang cukup terpolarisasi berkat keunikan konsep yang ditawarkan. Game ini berbeda dengan pendahulunya. Di Silent Hill 4: The Room, kalian akan mempertanyakan kembali apakah kamar yang kalian jadikan ruang aman apakah benar-benar aman.
Pada dasarnya, Silent Hill 4: The Room mengangkat sebuah premis di mana sebuah kamar dengan nomor 302 yang awalnya adalah tempat kita healing dan menyimpan barang, tiba-tiba menjadi tempat paling mencekam. Secara mendadak, kalian akan menemukan dinding berdarah, suara bayi dari tembok, dan hal-hal mengerikan lain.
9. Forbidden Siren

Forbidden Siren digadang-gadang menjadi game yang mendefinisikan Hardcore Japanese Psychological Horror. Bagaimana tidak, game horor yang dirilis tahun 2003 untuk PS2 ini digarap oleh Keiichiro Toyama yang juga merupakan kreator dari Silent Hill pertama. Maka dari itu, DNA game psychological horror-nya begitu kental. Namun, bagi kami, Forbidden Siren jauh lebih aneh dibandingkan Silent Hill. Di game ini, kamu akan menemukan makhluk bernama Shibito. Berbeda dengan zombie yang ada di Resident Evil, Shibito masih memiliki intelegensi dan personality.
10. Silent Hill

Silent Hill bisa dikatakan sebagai godfather of psychological horror games. Ketika game ini muncul, Silent Hill sangat berbeda dengan Resident Evil. Ketika Resident Evil masih menyisakan harapan berkat senjata kuat dan latar belakang polisi dari setiap karakter, Silent Hill justru sebaliknya. Di sini, kalian berperan sebagai Harry Mason yang berlatar belakang penulis. Tujuannya hanya satu: mencari anaknya yang hilang.
Namun, ketika menjalankan tujuannya, ia harus bertemu dengan monster dan mayat di tengah-tengah kabut. Yang membuat mental kita melemah adalah bagaimana Harry harus berhadapan makhluk menyeramkan dengan keadaan putus asa.
11. Clock Tower 2

Clock Tower II: The Struggle Within mungkin bukan game yang sempurna secara teknis, namun game rilisan Agetech (Amerika Utara) dan Human Entertainment (Jepang) ini berani mengangkat tema Kepribadian Ganda (Split Personality) jauh sebelum game modern melakukannya. Gameplay mechanics di mana pemain harus bertukar tubuh antara Alyssa yang lemah dan alter-ego Bates yang sosiopat untuk bertahan hidup adalah salah satu eksperimen psychological horror paling berani di era PS1.
12. Phantasmagoria

Game satu ini sempat menimbulkan kontroversi di eranya. Alih-alih menggunakan 2D sprites atau 3D model, game ini menggunakan format Full Motion Video. Meski game ini dikenal akan adegan gore nan brutal, Phantasmagoria sebenarnya mengangkat sebuah topik yang mengganggu secara psikologis. Premisnya adalah kekerasan domestik di mana seorang perempuan harus menyaksikan suaminya yang awalnya penyayang berubah menjadi psikopat yang dirasuki entitas jahat.
13. Sanitarium

Sanitarium memiliki konsep yang berbeda, tak hanya dari latar tempat game, tetapi juga graphics serta gameplay. Di game ini, kalian ditempatkan di sebuah rumah sakit jiwa. Sang karakter utama, Max, terbangun dengan wajah diperban tanpa ingatan. Dengan konsep point-and-click dengan sudut pandang isometrik ini menampilkan atmosfer surealis, di mana kita akan melihat desa berisi anak-anak mutan hingga sirkus yang menyeramkan.
Dari game-game yang kami sajikan di atas, dapat dilihat bahwa game psychological horror memiliki konsep yang variatif dan unik. Dalam sub-genre game horor ini, bulu kudukmu akan berdiri sekaligus mentalmu diuji. Dari game di atas mana yang menjadi favoritmu? Jika game-game di atas tidak ada game favoritmu, kamu bisa sebutkan di kolom komentar.
Kami juga punya artikel yang membahas sub-genre game lain yang tak kalah menarik. Jadi, terus ikuti informasi terkini di website Gameformia dan juga Instagram kami!


