Ubisoft kembali membuka tabir masa depan waralaba Assassin’s Creed dalam perayaan ulang tahun ke-15 seri tersebut. Jika sebelumnya pemain diajak menjelajah Baghdad dan Jepang, kali ini Ubisoft menyiapkan latar yang jauh lebih kelam: wilayah Holy Roman Empire di era perburuan penyihir, lewat proyek yang dikenal dengan judul Assassin’s Creed Hexe.
Informasi mengenai game ini sejauh ini memang masih minim. Ubisoft baru membagikan gambaran umum cerita dan teaser singkat. Namun, laporan terbaru memberi petunjuk penting soal sosok di balik layar. Assassin’s Creed Hexe disebut akan diarahkan oleh Benoit Richer, nama yang tidak asing bagi penggemar game aksi, terutama lewat karyanya sebagai sutradara Batman: Arkham Origins.
Penunjukan Richer dinilai krusial mengingat rekam jejaknya. Batman: Arkham Origins hingga kini masih dikenang sebagai salah satu pengalaman single-player yang solid. Kehadirannya sebagai sutradara memberi sinyal bahwa Ubisoft tengah menyiapkan sesuatu yang cukup serius untuk entri terbaru Assassin’s Creed.
Kabar ini pertama kali mencuat dari Clawsomegamer, yang mengutip pembaruan di profil LinkedIn Richer. Bagi Ubisoft, Richer bukan sosok baru. Ia sebelumnya juga menjadi sutradara Assassin’s Creed Valhalla yang rilis pada 2020. Bahkan, kiprahnya di perusahaan ini sudah berlangsung sejak awal 2000-an, dengan pengalaman di berbagai proyek besar seperti Rainbow Six dan Far Cry, termasuk sebagai Lead Level Designer.

Dengan pengalaman panjang tersebut, Assassin’s Creed Hexe digadang-gadang bakal tampil sebagai salah satu seri terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Produser eksekutif Assassin’s Creed, Marc-Alexis Côté, bahkan menyebut Hexe sebagai “tipe Assassin’s Creed yang sangat berbeda” dibanding pendahulunya.
Perbedaan itu juga terlihat dari pendekatan cerita dan gameplay. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, game ini akan menghadirkan protagonis perempuan tunggal. Sejumlah laporan lain juga menyebutkan adanya elemen kekuatan supranatural, serta desain permainan yang lebih linear. Pendekatan ini dinilai sebagai angin segar bagi seri yang belakangan mulai terasa repetitif.
Dengan fokus kuat pada lore dan nuansa yang lebih gelap, Assassin’s Creed Hexe memang membutuhkan sutradara yang paham membangun atmosfer dan narasi. Dalam konteks ini, pengalaman Richer menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Soal jadwal rilis, Ubisoft disebut menargetkan akhir 2026 untuk Assassin’s Creed Hexe. Waktu tersebut dipilih agar tidak berbenturan dengan proyek lain yang tak kalah besar, yakni remake Assassin’s Creed Black Flag, yang kabarnya akan lebih dulu meluncur dalam beberapa bulan ke depan.

