Activision akhirnya buka suara terkait polemik penggunaan AI dalam Call of Duty: Black Ops 7. Setelah gelombang kritik muncul sejak hari pertama rilis, mulai dari Campaign Mode yang dinilai buruk hingga performa yang kurang menggembirakan di Steam, perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa proses kreatif dalam game ini memang melibatkan AI.
Konfirmasi itu muncul setelah para pengguna media sosial, terutama di X/Twitter, menuding Activision memakai karya visual yang terlihat seperti hasil AI pada sejumlah calling card. Beberapa pemain bahkan menyoroti kemiripan gaya visual tersebut dengan estetika Studio Ghibli, sesuatu yang dianggap kontras dengan tema dan atmosfer Black Ops 7. Kritik cepat bermunculan karena visual tersebut dinilai janggal dan tidak menyatu dengan identitas seri tersebut.
Dalam pernyataannya, Activision menyebut penggunaan AI bertujuan mempercepat proses produksi, tetapi menegaskan bahwa hasil akhirnya tetap dikurasi oleh tim kreatif manusia. Kendati demikian, klarifikasi itu tidak meredakan protes pemain. Harga rilis yang mencapai 70 dolar AS dianggap tak sebanding dengan konten yang sebagian dibuat melalui AI.
Ini bukan pertama kali Activision dipersoalkan soal AI. Tahun ini, Black Ops 6 juga menghadapi kritik serupa, sementara laporan terpisah menyebutkan beberapa skin berbasis AI sempat dijual di Modern Warfare 3. Situasi ini memperkuat persepsi publik bahwa perusahaan terlalu cepat mendorong integrasi AI tanpa mempertimbangkan reaksi komunitas.
Akhirnya, penggemar tinggal menunggu apakah perusahaan in akan mengevaluasi pendekatan kreatifnya atau tetap melanjutkan strategi integrasi AI yang mereka anggap efisien.

