Nick Apostolides, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Leon Kennedy menilai AI tidak akan mampu menggantikan performa manusia, terutama dalam game berskala besar. Isu ini mengemuka setelah Arc Raiders dirilis pada Oktober lalu.
Saat itu, Embark Studios secara terbuka mengakui penggunaan AI untuk menambah variasi dialog suara dalam game tersebut. Keputusan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan pelaku industri dan pemain.
Sebelumnya, sejumlah aktor dan pengembang telah menyuarakan penolakan terhadap penggunaan AI untuk menggantikan aktor. Pengisi suara Astarion, Neil Newbon, menyebut pendekatan tersebut “membosankan sekali.” Sementara tim pengembang Demonschool bahkan menyatakan mereka lebih memilih “memotong tangan sendiri” daripada memakai AI dalam proyek mereka.
Dalam wawancara bersama produser video PC Gamer, Midas Whittaker, Apostolides mengakui bahwa AI adalah teknologi yang tak bisa dihindari. “AI sudah ada dan tidak bisa dimatikan. Ia melaju dengan cepat dan pasti berdampak pada industri kreatif, bahkan semua industri. Banyak dampaknya yang positif,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa seni pada dasarnya lahir dari manusia. Menurutnya, AI memang dapat menghasilkan konten dan berfungsi sebagai alat bantu, tetapi tidak memiliki unsur kemanusiaan di baliknya. Apostolides juga menyoroti aspek finansial. Ia menilai, untuk game yang mampu terjual hingga jutaan kopi seperti Arc Raiders, biaya membayar satu sesi rekaman pengisi suara bukanlah persoalan besar.
Pandangan itu muncul tak lama setelah Apostolides merampungkan pekerjaannya di Resident Evil Requiem. Game tersebut dinilainya sebagai salah satu seri Resident Evil terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Perpaduan horor, aksi, teka-teki, dan elemen stealth dinilai berhasil menghadirkan pengalaman yang solid.

Selain performanya sebagai Leon Kennedy, Apostolides juga memuji jajaran pengisi suara lain dalam game tersebut. Ia menilai Angela Sant-Albano dan Antony Byrne, yang masing-masing mengisi suara Grace dan Victor Gideon, menampilkan performa yang kuat dan berkesan. Byrne, menurutnya, menghadirkan karakter antagonis dengan suara yang ikonik dan sulit dilupakan.
Apostolides menekankan bahwa daya tarik game modern terletak pada sisi kemanusiaannya. Cerita yang terasa nyata, emosi yang autentik, serta kedekatan pemain dengan karakter menjadi kekuatan utama. “AI bisa mengucapkan dialog, tetapi tidak ada unsur manusia di baliknya,” katanya.
Meski begitu, ia tidak menutup mata bahwa AI akan tetap menjadi bagian dari industri. Menurut Apostolides, pelaku industri perlu belajar beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Ia memperkirakan perubahan signifikan akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan, dan semua pihak harus siap menavigasi situasi itu bersama.

