Akuisisi Unity oleh Arab Saudi News

Dana Investasi Arab Saudi dan Silver Lake Dikabarkan Ingin Akuisisi Unity

Share:

Unity, perusahaan di balik pengembangan game engine Unity, dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan untuk diakuisisi oleh konsorsium investor. Menurut laporan Reuters, pembicaraan tersebut melibatkan Silver Lake Partners dan Public Investment Fund (PIF), dana kekayaan negara milik Arab Saudi. Silver Lake merupakan perusahaan investasi private equity asal Amerika Serikat yang berbasis di Silicon Valley. Perusahaan tersebut saat ini telah memiliki sekitar 8 persen saham Unity. Sementara itu, PIF merupakan lembaga investasi milik pemerintah Arab Saudi yang mengelola dana kekayaan negara.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, nilai akuisisi Unity diperkirakan mencapai US$25 miliar atau sekitar Rp452,71 triliun. Meski demikian, belum ada keputusan final mengenai kesepakatan tersebut. Unity disebut telah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengevaluasi berbagai opsi yang tersedia. Sumber Reuters juga menyebutkan bahwa nilai dan ketentuan kesepakatan masih berpotensi berubah. Bahkan, proses akuisisi tersebut belum tentu akan berlanjut hingga tahap penyelesaian.

Kabar ini muncul setelah Silver Lake dan PIF terlibat dalam proses akuisisi Electronic Arts (EA) dengan nilai transaksi sekitar US$55 miliar atau setara Rp996 triliun. Kesepakatan yang rampung pada Agustus lalu itu membuat PIF menguasai 93,4 persen saham EA, sedangkan Silver Lake memiliki 5,5 persen. Sisa 1,1 persen saham dimiliki Affinity Partners, perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang didirikan Jared Kushner, menantu Presiden Donald Trump. Namun, laporan Reuters tidak menyebutkan adanya keterlibatan Affinity Partners dalam pembicaraan akuisisi Unity.

Hubungan Silver Lake dengan Unity sendiri bukan hal baru. Perusahaan investasi tersebut telah menanamkan modal hingga US$400 juta atau sekitar Rp7,24 triliun ke Unity pada 2017. Hingga kini, Silver Lake masih menjadi salah satu pemegang saham terbesar perusahaan dengan kepemilikan sekitar 8 persen. Selain itu, CEO Silver Lake, Egon Durban, juga tercatat sebagai anggota dewan direksi Unity. Posisi tersebut berpotensi membuatnya harus mengundurkan diri dari pembahasan internal dewan direksi terkait kemungkinan penjualan perusahaan.

Di sisi lain, Unity tengah menghadapi sejumlah tantangan bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah melakukan beberapa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk pada Januari 2024 ketika mereka mengumumkan pengurangan sekitar 25 persen tenaga kerja atau setara 1.800 karyawan. Sebelumnya, pada Oktober 2023, Unity juga mengumumkan pengunduran diri John Riccitiello dari posisi presiden sekaligus CEO yang berlaku efektif saat itu. Keputusan tersebut muncul beberapa minggu setelah perusahaan menuai kritik dari kalangan developer akibat rencana penerapan biaya setiap kali game yang menggunakan engine Unity dipasang oleh pemain.

Rencana biaya tersebut memicu penolakan luas dari komunitas developer. Unity kemudian menarik sebagian kebijakannya setelah mendapat kritik, sebelum akhirnya membatalkan skema Runtime Fee yang kontroversial pada September 2024. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah pembicaraan dengan Silver Lake dan PIF akan berujung pada akuisisi. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi perubahan besar bagi masa depan Unity dan industri pengembangan game.