Proyek JRPG Armed Fantasia tampaknya harus berakhir setelah empat tahun berada dalam pengembangan. Game yang diposisikan sebagai penerus spiritual seri Wild Arms tersebut termasuk salah satu proyek yang pengembangannya dihentikan oleh Digital Bros, perusahaan induk 505 Games. Keputusan tersebut terungkap melalui laporan keuangan terbaru Digital Bros. Seperti dilaporkan Rock Paper Shotgun, perusahaan menyebut telah memutuskan untuk “discontinue development of” sejumlah proyek, termasuk Armed Fantasia.
Kabar ini cukup mengejutkan mengingat proyek tersebut sebelumnya berhasil mengumpulkan dana hampir US$3 juta melalui Kickstarter. Kampanye pendanaan itu diluncurkan pada 2022 dan dipimpin oleh Akifumi Kaneko, sosok yang pernah menjadi lead designer untuk Wild Arms pertama hingga Wild Arms 4. Menariknya, Kickstarter Armed Fantasia tidak dirancang untuk membiayai keseluruhan pengembangan game. Kampanye tersebut merupakan bagian dari proyek pendanaan ganda bersama Penny Blood. Dana yang terkumpul digunakan untuk membuat prototipe kedua game sebagai proof-of-concept, sebelum keduanya diharapkan mendapatkan penerbit dan pendanaan penuh.

Kampanye tersebut berhasil mengumpulkan ¥379.328.385, atau hampir US$3 juta berdasarkan nilai tukar pada 2022. Setelah kampanye berakhir, rencana pengembangan keduanya sempat berjalan sesuai harapan. Armed Fantasia mendapatkan dukungan dari 505 Games, sedangkan Penny Blood bekerja sama dengan penerbit asal Jepang, Dangen Entertainment.
Namun, perjalanan kedua proyek kemudian menemui sejumlah masalah. Studio Wildrose, pengembang Penny Blood, menggugat Dangen Entertainment pada 2024 dengan tuduhan terkait penahanan dana Kickstarter. Menurut pihak Wildrose, Dangen dan CEO-nya turut terlibat dalam pengelolaan dana tersebut. Nasib Penny Blood sendiri sampai sekarang masih belum sepenuhnya jelas. Dalam pembaruan Kickstarter pada Maret 2026, pemimpin proyek Matzuo Machida mengatakan tim telah menerbitkan sebuah buku dan sedang melakukan pembicaraan untuk memulai produksi konten Penny Blood baru.
Di sisi lain, Armed Fantasia juga tidak berhasil mencapai target peluncuran yang sebelumnya ditetapkan pada Maret 2025. Dalam pembaruan Kickstarter setahun setelah target tersebut terlewati, Kaneko mengatakan tim telah menyelesaikan Vertical Slice build yang mencakup skenario utama dan sistem gameplay inti. Build tersebut kemudian diserahkan kepada penerbit. Kaneko tidak menyebutkan nama penerbit secara langsung, tetapi penerbit yang dimaksud kemungkinan adalah 505 Games.
Pembaruan itu juga memberikan gambaran mengenai kondisi pengembangan Armed Fantasia. Kaneko meminta maaf karena tidak dapat memberikan informasi sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Ia juga mengatakan bahwa pembahasan mengenai kondisi proyek berada di luar kewenangan yang diberikan kepadanya.
Menurut Kaneko, informasi yang dapat ia sampaikan mengenai proyek sangat dipengaruhi oleh strategi penerbit. Meski begitu, ia meyakinkan para pendukung Kickstarter bahwa tim pengembang tidak menghadapi situasi tersebut sendirian. Kini, keputusan Digital Bros untuk menghentikan pengembangan Armed Fantasia membuat masa depan proyek tersebut menjadi tidak jelas. Game ini sebelumnya digadang-gadang sebagai penerus spiritual Wild Arms, seri JRPG yang dikenal dengan perpaduan dunia bergaya western, eksplorasi, dan elemen fantasi.

