Pasar PC gaming di Jepang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan dari pasar PC tercatat meningkat sekitar 134 persen dalam kurun waktu empat tahun, dari sekitar 132,1 miliar yen pada 2021 menjadi sekitar 300 miliar yen pada 2025. Data tersebut berasal dari Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) dan dipaparkan dalam laporan awal yang dibagikan pada Tokyo Game Show. Laporan lengkap mengenai kondisi pasar game Jepang tersebut dijadwalkan terbit pada Desember.
Pertumbuhan pasar PC ini menjadi perubahan menarik di tengah dominasi konsol di Jepang. Negara tersebut merupakan tempat asal Sony dan Nintendo, dua perusahaan yang memiliki pengaruh besar terhadap pasar konsol domestik. Sementara itu, pasar PC dan Xbox selama bertahun-tahun menghadapi persaingan yang cukup berat di Jepang. Namun, perkembangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa PC mulai mendapatkan tempat yang lebih besar di antara pemain Jepang.
Free-to-play Mendominasi Steam Jepang
Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari game yang paling banyak menghasilkan pendapatan di Steam Jepang. Berdasarkan data yang dikutip Kotaku, Counter-Strike 2, Apex Legends, dan PUBG: Battlegrounds menjadi tiga game dengan penjualan terbesar di platform tersebut. Ketiga game itu memiliki satu kesamaan, yakni mengandalkan model free-to-play dan komunitas pemain yang besar di berbagai negara. Model tersebut memungkinkan pemain mencoba game tanpa harus membeli produk sejak awal, sementara pendapatan diperoleh melalui berbagai transaksi di dalam game.
Meski demikian, game yang paling banyak dimainkan berdasarkan total waktu bermain menunjukkan pola yang berbeda. Left 4 Dead dan Terraria menjadi dua game yang paling banyak menghabiskan waktu bermain pemain PC di Jepang. Stardew Valley juga masuk dalam daftar game dengan waktu bermain tinggi. Ketiga judul tersebut menunjukkan bahwa selain game kompetitif dan free-to-play, pemain Jepang juga menghabiskan banyak waktu untuk game yang menawarkan pengalaman bermain santai maupun permainan kooperatif.
Menariknya, hanya ada satu game buatan Jepang yang masuk jajaran teratas berdasarkan pendapatan PC, yakni Monster Hunter Wilds. Game besutan Capcom tersebut menjadi representasi utama produk domestik di tengah dominasi sejumlah game global di pasar PC Jepang. Pertumbuhan PC juga terlihat lebih mencolok jika dibandingkan dengan sejumlah platform lainnya. Di luar Switch 2, pasar konsol Jepang mengalami pergerakan yang naik-turun dalam periode yang sama. Sementara itu, pasar game mobile hanya mencatat pertumbuhan sekitar 4,5 persen.
Data tersebut menunjukkan perubahan dalam pola konsumsi game di Jepang. Meski konsol masih menjadi bagian penting dari industri game negara tersebut, PC perlahan mengambil porsi yang lebih besar dalam pasar Jepang.

