Build a Rocket Boy resmi mengumumkan fase baru pengembangan MindsEye lewat update besar yang mereka sebut sebagai “reset” bagi game tersebut. Ini menjadi langkah komunikasi publik terbesar studio itu sejak MindsEye dirilis pada Juni lalu, setelah sebelumnya menuai banyak kritik.
Dalam siaran persnya, Build a Rocket Boy menyebut update terbaru ini sebagai pembaruan pasca-rilis paling signifikan sejauh ini. Studio mengklaim update tersebut berhasil mendekatkan MindsEye ke standar kualitas yang mereka targetkan, sekaligus membuka jalan bagi konten lanjutan menuju 2026. Update ini diperkenalkan lewat trailer berjudul “MindsEye – More Than It Seems”.
Saat rilis, MindsEye mendapat respons negatif akibat bug, performa buruk, serta pembatalan mendadak sejumlah promosi bersponsor. Kondisi itu berujung pada pemutusan hubungan kerja di internal studio, meski pengembangan game tetap berjalan. Hingga kini, Build a Rocket Boy telah merilis tujuh update, termasuk “free starter pack” yang dirilis pada November lalu di semua platform.
CEO sekaligus CTO Build a Rocket Boy, Mark Gerhard, menyebut update ini sebagai langkah maju bagi MindsEye dan studio. Ia mengatakan tim pengembang akan menghadirkan peningkatan signifikan pada sistem pertarungan dan gameplay di update berikutnya, serta menyiapkan konten baru dengan fokus pada kemajuan yang konsisten.
Ke depan, Build a Rocket Boy juga berencana merilis ekspansi baru yang menambahkan konten end-game dan eksplorasi dunia yang lebih luas. Mode multipemain pun akan ditambahkan ke platform ARCADIA, yang secara rutin menghadirkan misi tambahan setiap bulan.
Namun, pengumuman ini datang di tengah kontroversi. Sehari sebelumnya, pendiri Build a Rocket Boy dan mantan petinggi Rockstar Games, Leslie Benzies, mengeluarkan pernyataan resmi setelah namanya disebut dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Tuduhan pelecehan seksual yang diarahkan kepadanya dibantah Benzies dalam pernyataan kepada Kotaku.
Benzies menyatakan tuduhan tersebut tidak benar dan menegaskan tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein, mengunjungi propertinya, maupun bepergian menggunakan pesawat miliknya.
Kontroversi ini menambah polemik yang sebelumnya sudah menyelimuti Build a Rocket Boy. Mark Gerhard sempat menuding adanya manipulasi media dan sabotase yang menargetkan perusahaannya, termasuk saat meminta seorang YouTuber menghapus video yang menyinggung Benzies. Sebelumnya, ia juga mengklaim kritik pra-rilis terhadap MindsEye didanai oleh pihak tertentu.


