Menjelang jadwal rilis pada 2026, Capcom menghadirkan Sketchbook Demo untuk Pragmata yang dapat dimainkan gratis oleh pengguna Steam. Demo berdurasi sekitar 20 menit ini ditujukan untuk membangun minat pemain PC sekaligus menguji performa game di berbagai konfigurasi perangkat, menjelang perilisan penuhnya pada 2026.
Lewat demo ini, pemain diperkenalkan pada dua karakter utama, Hugh dan Diana, yang menjadi poros utama gameplay Pragmata. Hugh berperan sebagai karakter petarung, sementara Diana menghadirkan mechanics hacking yang berperan besar dalam hampir seluruh aspek permainan, mulai dari puzzle hingga combat.
Pada sisi puzzle, mechanics hacking Diana menjadi elemen kunci. Ketika menghadapi pintu terkunci, lift tidak aktif, atau sistem yang bermasalah, pemain harus meretasnya melalui minigame sederhana berbasis input cepat. Salah satu contohnya adalah menyelaraskan sejumlah ikon ke pusat layar untuk mengaktifkan sebuah elevator. mechanics ini dirancang mudah dipahami dan konsisten digunakan sepanjang demo.
Peran hacking semakin terasa penting ketika memasuki fase pertempuran. Tanpa bantuan Diana, senjata milik Hugh nyaris tidak memberikan dampak berarti. Karena itu, hacking berfungsi sebagai tahap awal sebelum pemain bisa melancarkan serangan efektif ke titik lemah musuh. Transisi antara membidik dan meretas menjadi salah satu ciri paling menonjol dari sistem pertempuran Pragmata.
Saat mode hacking diaktifkan, tampilan bidik konvensional akan digantikan dengan grid khusus pada HUD. Pemain diminta menggambar jalur dari titik awal ke node tujuan dalam batas waktu tertentu. Sepanjang jalur tersebut terdapat node berwarna dengan efek berbeda, serta node khusus yang memberikan peningkatan kemampuan. Dalam demo ini, tersedia kemampuan Multihack untuk meretas banyak musuh sekaligus dan Decode yang meningkatkan damage ke target. Demi menjaga keseimbangan permainan, hanya satu jenis kemampuan khusus yang bisa dibawa dalam satu waktu.
Setiap proses hacking juga berkontribusi pada pengisian Overdrive Protocol, sebuah serangan pamungkas milik Diana yang mampu memberikan damage besar, membuat musuh stun, dan membuka peluang serangan lanjutan bagi Hugh. mechanics ini baru muncul di bagian akhir demo, namun memberikan gambaran soal kedalaman sistem pertempuran yang akan ditawarkan di versi penuh.
Setelah musuh berhasil diretas, giliran Hugh mengambil alih sepenuhnya. Pemain dapat memanfaatkan beragam senjata, mulai dari Grip Gun sebagai senjata standar, hingga senjata situasional seperti Shockwave Gun dan Charge Piercer. Senjata-senjata ini memiliki amunisi terbatas dan hanya bisa dibawa satu per satu, sehingga pemain perlu menentukan prioritas penggunaan. Menyelesaikan demo untuk pertama kalinya juga akan membuka senjata dan node hacking tambahan, yang mendorong pemain untuk mengulang permainan.
Salah satu tantangan utama Pragmata terletak pada keseimbangan antara hacking, menembak, dan mobilitas. Saat berada di mode hacking, pergerakan Hugh terbatas pada strafe dasar, lompatan pendek, dan dodge singkat. Karena itu, pengaturan tombol hacking sebagai fungsi “hold” dinilai lebih efektif agar pemain bisa dengan cepat kembali ke mode gerak bebas.
Meski mengusung konsep multitasking, pertempuran dalam Sketchbook Demo tidak terasa menghukum. Capcom secara konsisten menyediakan senjata dan node hacking yang relevan di area dengan jumlah musuh tinggi. Pendekatan ini membuat pertempuran tetap terkendali dan tidak terasa berlebihan, bahkan saat menghadapi banyak lawan sekaligus.
Di luar pertempuran dan puzzle, Pragmata juga menampilkan sistem traversal yang cukup luwes. Baju luar angkasa Hugh memungkinkan karakter ini melompat jauh, melayang di udara, serta melakukan dodge dengan dorongan tambahan. Menghindari serangan di detik terakhir akan memicu efek slow motion singkat, memberi waktu bagi pemain untuk menyelesaikan hack atau mengatur posisi. Namun, hampir seluruh kemampuan tersebut menggunakan sumber daya terbatas yang akan terisi kembali secara bertahap.
Secara keseluruhan, Sketchbook Demo memberikan gambaran awal yang solid mengenai arah pengembangan Pragmata. Dominasi mechanics hacking mungkin tidak cocok untuk semua pemain, tetapi bagi mereka yang mencari pendekatan berbeda dalam game aksi, Pragmata menawarkan alternatif yang menarik. Mengingat game ini berfokus pada pengalaman single-player berbasis cerita, Capcom masih memilih untuk menyimpan detail narasi hingga versi penuh dirilis.
Pragmata dijadwalkan meluncur pada 2026 untuk Windows (Steam), PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Nintendo Switch 2. Demo gratisnya saat ini sudah tersedia dan dapat dimainkan melalui Steam.


