Proyek Splinter Cell Remake kembali dipimpin oleh sosok yang pernah memegang kendali tiga tahun lalu. David Grivel, yang sempat meninggalkan Ubisoft pada 2022 untuk “memulai petualangan baru”, kini memastikan dirinya kembali ke kursi sutradara.
Dalam unggahan di LinkedIn, Grivel menyebut ia “sangat, SANGAT senang” bisa bergabung lagi dengan Ubisoft Toronto sebagai Game Director. Ia menyebut proyek ini sebagai salah satu yang paling spesial untuknya.
Kembalinya Grivel menandai babak baru dalam proses pengembangan Splinter Cell Remake, yang merupakan sebuah proyek yang sudah lama sepi kabar. Sebelum rehat dari Ubisoft, Grivel terlibat dalam sejumlah game besar, mulai dari Ghost Recon Future Soldier, Splinter Cell Blacklist, hingga Assassin’s Creed Unity serta tiga seri Far Cry terakhir.
Ubisoft pertama kali mengumumkan Splinter Cell Remake pada Desember 2021. Kala itu, perusahaan menyatakan game ini akan dibangun ulang dengan Snowdrop Engine, teknologi yang juga menopang The Division, Avatar: Frontiers of Pandora, dan game Star Wars terbaru Ubisoft. Engine ini dipilih untuk menghadirkan visual generasi baru, gameplay yang lebih modern, serta pencahayaan dinamis.
Pada 2022, Ubisoft merilis sedikit concept art untuk merayakan 20 tahun seri tersebut. Namun setelah itu, proyek ini seperti hilang dari radar. Satu-satunya petunjuk perkembangan muncul ketika Ubisoft Toronto membuka lowongan penulis naskah untuk memperbarui cerita Splinter Cell versi original agar relevan dengan pemain masa kini.
Di luar pengembangan remakenya, Ubisoft baru-baru ini menempatkan Splinter Cell (2002) ke dalam GOG Preservation Program yang merupakan sebuah upaya untuk menjaga agar game klasik tetap bisa dimainkan di PC modern tanpa bergantung pada dukungan pengembang.
Kembalinya Grivel bisa menjadi sinyal positif bahwa proyek ini kembali bergerak. Meski begitu, Ubisoft belum memberikan pembaruan resmi soal progres maupun jadwal rilis Splinter Cell Remake.


