Team Ninja tak lama baru saja merilis demo Nioh 3 di Steam. Kehadiran demo ini cukup menarik perhatian, mengingat rekam jejak studio asal Jepang tersebut yang kerap menuai kritik soal performa game mereka di PC, terutama saat peluncuran awal.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah game Team Ninja memang dikenal bermasalah di platform PC. Rise of the Ronin, yang meluncur di PC pada Maret 2025 setelah sebelumnya eksklusif PlayStation 5, menjadi contoh paling nyata. Game tersebut dilaporkan mengalami stuttering, fluktuasi frame rate ekstrem, sering crash, serta kualitas visual yang dinilai tidak sebanding dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Masalah performa itu terjadi tak lama setelah Team Ninja sempat menyampaikan permintaan maaf atas kondisi Wo Long: Fallen Dynasty yang juga berjalan buruk di PC. Bahkan, jika menengok ke belakang, Nioh 2 yang dirilis sekitar lima tahun lalu pun mengalami peluncuran yang kurang mulus. Sementara itu, Ninja Gaiden 4 disebut berjalan relatif stabil, meski menu pengaturannya dinilai sangat terbatas.
Namun, kesan berbeda justru muncul dari demo Nioh 3. Berdasarkan pengalaman beberapa jam menjajal demo tersebut, performa game ini dinilai cukup memuaskan, bahkan di perangkat yang tidak lagi tergolong mutakhir. Secara umum, Nioh 3 versi demo dianggap jauh dari kata bermasalah.
| Komponen | Minimum (1080p / 30 fps, very low) | Rekomendasi (1080p / 60 fps, standard) |
|---|---|---|
| Prosesor | Intel Core i5-10400 atau AMD Ryzen 5 2600 (6 core / 12 thread) | Intel Core i5-10600K atau AMD Ryzen 5 5600X (6 core / 12 thread) |
| Memori | 16 GB RAM | 16 GB RAM |
| GPU | NVIDIA GeForce GTX 1060 VRAM 6 GB atau AMD Radeon RX 5600 XT (Rev. 2.0) VRAM 6 GB | NVIDIA GeForce RTX 3060 Ti VRAM 8 GB atau AMD Radeon RX 6700 XT VRAM 12 GB |
| DirectX | Versi 12 | Versi 12 |
| Penyimpanan | 125 GB | 125 GB |
| Soundcard | 48.000 Hz 16-bit Stereo | 48.000 Hz 16-bit Stereo |
Dalam pengujian di laptop gaming dengan RTX 3060 VRAM 6 GB, Ryzen 5 5600H, dan RAM 16 GB, Nioh 3 mampu berjalan di kisaran 60 fps pada resolusi 1080p dengan sebagian besar pengaturan berada di level “very low”. Meski pengaturan grafis ini mungkin terasa ekstrem bagi sebagian pemain, game tetap terasa playable.
Penurunan performa mulai terasa setelah pemain menyelesaikan tutorial panjang dan memasuki area open world. Di fase ini, frame rate yang sebelumnya stabil di 60 fps sesekali turun ke kisaran 40-an fps.
Kondisi tersebut sedikit terbantu dengan kehadiran fitur frame generation. Saat FSR 3 diaktifkan, performa meningkat cukup signifikan. Pemain dapat menaikkan preset grafis ke “low” dan tetap mempertahankan 60 fps di area dunia terbuka. Bahkan pada preset “standard” dan “high”, frame rate masih berada di rentang 55–60 fps.
Meski demikian, seri Nioh dikenal sebagai game yang sangat menuntut presisi. Karena itu, sebagian pemain mungkin akan sensitif terhadap tambahan latensi akibat frame generation. Dalam demo ini, latensi input tidak terasa signifikan, meski pengujian lebih lanjut tentu masih dibutuhkan.
Secara keseluruhan, performa demo Nioh 3 di PC dinilai cukup menjanjikan, terutama jika dibandingkan dengan sejarah peluncuran game Team Ninja sebelumnya. Kehadiran demo pra-rilis ini juga menjadi hal baru bagi studio tersebut dalam merilis game berskala besar.
Pemain PC disarankan untuk mencoba demo Nioh 3 secara langsung, khususnya hingga mencapai area open world, guna mendapatkan gambaran performa yang lebih akurat di perangkat masing-masing.
Sebagai catatan tambahan, Nioh 3 juga sempat diuji di Steam Deck OLED. Hasilnya, performa game ini dinilai jauh dari ideal untuk perangkat tersebut dan tidak direkomendasikan untuk dimainkan di sana.


