Nasib Highguard kian dipertanyakan setelah laporan terbaru mengungkap bahwa game tersebut didanai secara diam-diam oleh raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent. Fakta ini mencuat di tengah situasi yang sudah tak menguntungkan: pengembangnya, Wildlight, melakukan PHK massal hanya sekitar dua pekan setelah peluncuran.
Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Game File. Dalam laporannya, disebutkan bahwa TiMi Studio Group—anak perusahaan Tencent yang dikenal lewat game seperti Pokemon Unite dan Delta Force—merupakan pendukung finansial utama di balik pengembangan Highguard. Statusnya disebut sebagai undisclosed lead financial backer atau investor utama yang tidak pernah diumumkan ke publik.
Namun, detail kerja sama tersebut masih gelap. Tidak ada informasi resmi soal besaran dana, durasi pendanaan, apakah kerja sama itu masih berjalan, maupun alasan mengapa keterlibatan Tencent tidak pernah diungkap sejak awal.
Sebetulnya, keterlibatan Tencent dalam proyek studio Barat bukan hal baru. Perusahaan ini tercatat memiliki investasi di sejumlah nama besar seperti Ubisoft, Epic Games, hingga Riot Games. Karena itu, jika Tencent ikut mendanai Highguard, kabar tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan. Yang justru menimbulkan tanda tanya adalah keputusan untuk tidak mengumumkannya sejak awal.
Game File juga menyebut Wildlight secara teknis tetap berdiri sebagai studio independen dan bukan bagian dari TiMi. Seorang mantan pengembang bahkan menggambarkan Wildlight sebagai studio self-published yang dipimpin developer, berisi orang-orang yang ingin membuat game menyenangkan tanpa campur tangan korporasi maupun penggunaan AI.
Artinya, jika memang ada suntikan dana dari Tencent, kontribusi tersebut tampaknya terbatas pada aspek finansial dan tidak menyentuh ranah kreatif.
Meski begitu, dukungan finansial dari perusahaan sebesar Tencent nyatanya tidak cukup untuk menjaga stabilitas studio. Wildlight tetap melakukan PHK massal tak lama setelah Highguard dirilis. Situasi ini diperparah dengan hilangnya situs resmi game secara tiba-tiba, yang oleh sebagian pemain dianggap sebagai sinyal buruk.
Soal kualitas, Highguard memang sempat menuai perdebatan. Ulasan awal di Steam terbilang negatif, meski perlahan membaik seiring hadirnya pembaruan dalam waktu relatif cepat. Namun, game ini bahkan belum genap sebulan beredar ketika laporan menyebut para investor mulai berupaya membatasi kerugian.
Kondisi ini kembali menegaskan betapa kerasnya persaingan di ranah online multiplayer. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah proyek besar juga menghadapi tantangan serupa, mulai dari Concord milik Sony hingga 2XKO besutan Riot. Cerita sukses sejak hari pertama semakin jarang terdengar, sementara tekanan pasar terasa makin cepat.

