Pendiri Valve, Gabe Newell, baru saja menjalani salah satu minggu paling sibuk dan menyenangkan dalam hidupnya. Di hari yang sama ketika Valve memperkenalkan tiga perangkat baru—mulai dari PC gaming ringkas, kontroler, hingga headset VR—Newell akhirnya menerima superyacht yang ia tunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Kapal itu bernama Leviathan, dan nilainya diperkirakan mencapai $500 juta, atau lebih dari Rp8 triliun.
Leviathan dibangun oleh Oceanco, galangan kapal asal Belanda yang belakangan diketahui telah dibeli Newell pada Agustus lalu. Keputusan membeli perusahaan itu datang setelah ia bekerja cukup dekat dengan tim Oceanco selama proses desain dan pembangunan yacht ini.
Hasilnya adalah kapal raksasa sepanjang 364 kaki dengan lebar 58 kaki yang kini masuk daftar 50 yacht terbesar di dunia. Kapal ini juga menjadi proyek terbesar yang pernah Oceanco serahkan. Di dalamnya, Leviathan menampung hingga 26 tamu dan 37 kru.

Yang membuat Leviathan berbeda dibanding superyacht miliarder lainnya adalah bagaimana kapal ini memadukan dua dunia yang paling digemari Newell, yakni laut dan game. Bagian bawah kapal bukan hanya ruang mesin dan kabin, tetapi juga garasi untuk kapal selam, pusat penyelaman, laboratorium lengkap, rumah sakit mini dengan perawat tinggal, serta bengkel cetak 3D. Semua fasilitas ini menunjang aktivitas riset kelautan Newell, yang sebelumnya sudah terkenal lewat kapal riset Limiting Factor—kapal yang memegang rekor penyelaman terdalam di lima samudra dunia.
Meski penuh fasilitas riset, Leviathan juga memanjakan sisi gamer Newell. Dek navigasi kapal dipenuhi ruang game besar dengan 15 PC berperforma tinggi dan dua simulator balap. Fasilitas hiburan lain juga tidak kalah mewah, yaitu dua gym, beach club luas dengan spa dan bar, platform menyelam, serta lapangan basket.
Oceanco bahkan menyebut Leviathan sebagai yacht paling nyaman yang pernah mereka rancang, sementara kapten kapal memuji tingkat getaran dan kebisingan yang hampir tidak terasa meski kapal sedang melaju cepat.
Leviathan juga dibekali teknologi ramah lingkungan. Sistem propulsi diesel-listrik yang dipadukan dengan baterai memungkinkan kapal beroperasi senyap dan bebas emisi untuk waktu lama. Di dalamnya terdapat sistem pengolahan limbah tingkat lanjut, pemanfaatan panas buangan, serta jaringan kabel sepanjang lebih dari 280 mil yang menghidupkan berbagai sistem, mulai dari AC, satelit, hingga alat-alat medis.
Newell menyatakan bekerja dengan Oceanco terasa menyenangkan karena tim mereka terbuka terhadap ide-ide tidak biasa yang ia ajukan. Oceanco pun menggambarkannya sebagai seorang visioner yang sangat terlibat dan menghargai laut serta orang-orang yang bekerja mewujudkan kapal ini. Proyek Leviathan sendiri melibatkan lebih dari 2.000 orang, dan nama mereka diabadikan pada panel kaca di tangga utama kapal.

