Strategi Sony untuk membawa game first-party mereka ke luar ekosistem PlayStation terbukti bukan sekadar eksperimen. Dalam empat tahun terakhir, kebijakan merilis game ke PC dan Xbox dilaporkan telah menghasilkan pendapatan sedikitnya US$2,3 miliar.
Langkah ini menandai pergeseran besar dari pendekatan lama Sony yang identik dengan eksklusivitas. Sejak beberapa tahun terakhir, Sony mulai membuka pintu bagi PC melalui port game first-party, sebelum akhirnya memperluas strategi serupa ke Xbox, meski dengan cakupan yang lebih terbatas.
Berdasarkan akumulasi pendapatan dari kuartal pertama 2022 hingga laporan keuangan kuartal ketiga 2025, Sony tercatat meraup hampir US$2,37 miliar dari perilisan game di platform pihak ketiga seperti PC dan Xbox. Data tersebut dihimpun dari laporan keuangan perusahaan yang dirangkum oleh Tweaktown.

Menariknya, Sony mengategorikan sejumlah game terbitan mereka sebagai game first-party, meskipun studio pengembangnya tidak sepenuhnya dimiliki oleh Sony. Helldivers 2, misalnya, dikembangkan oleh Arrowhead Studios, namun tetap masuk dalam kategori tersebut. Hal serupa juga berlaku untuk seri MLB The Show.
Pendapatan besar ini memperkuat sinyal bahwa strategi multiplatform akan terus dipertahankan. Namun, Sony tetap menjaga jarak dengan pendekatan “lepas total” ala kompetitor. Untuk game single-player, Sony masih menerapkan skema timed exclusive, dengan perilisan versi PC dilakukan satu hingga dua tahun setelah debut di PlayStation.
Berbeda cerita untuk Xbox. Hingga saat ini, Sony hanya merilis game berbasis live-service di platform milik Microsoft tersebut, dengan Helldivers 2 menjadi contoh paling menonjol. Ke depan, Sony menyatakan bahwa seluruh game live-service mereka akan dirilis secara multiplatform sejak hari pertama alias Day One.
Pendekatan ini kontras dengan strategi Xbox, yang sejak beberapa tahun terakhir memilih merilis seluruh game mereka secara bersamaan di PC, Xbox, dan bahkan PlayStation. Microsoft juga secara terbuka menargetkan rilis Day One lintas platform sebagai standar baru industri.


