Studio asal Jepang, Game Freak—nama yang selama ini lekat dengan franchise Pokémon—resmi memperlihatkan tampilan terbaru Beast of Reincarnation, sebuah game action RPG yang tengah dikembangkan untuk PS5, Xbox, dan PC. Ini menjadi salah satu proyek non-Pokémon paling ambisius yang pernah mereka kerjakan dalam beberapa tahun terakhir.
Beast of Reincarnation menghadirkan kisah tentang Emma, seorang protagonis terbuang yang menjelajahi dunia pasca-kiamat bersama serigala pendampingnya, Koo. Dunia tempat mereka hidup telah dikuasai tumbuhan parasit bernama the blight, yang menyebar luas dan memusnahkan sebagian besar umat manusia.
Meski peradaban nyaris runtuh, Emma memiliki kemampuan unik, yaitu ia bisa memburu makhluk berbahaya bernama Malefacts dan menyegel blight yang mereka miliki ke dalam tubuhnya sendiri. Kemampuan ini menjadi kunci bertahan hidup sekaligus senjata utama Emma dalam menghadapi ancaman yang tersisa di dunia tersebut.
Tujuan utama Emma dan Koo adalah mengalahkan entitas misterius bernama Beast of Reincarnation. Untuk mencapainya, mereka harus menumbangkan musuh-musuh kuat yang dikenal sebagai Nushi, lalu menyerap kekuatan mereka satu per satu.
Gameplay game ini menekankan hubungan erat antara Emma dan Koo. Setiap kali Emma berhasil melakukan parry terhadap serangan musuh, kekuatan Koo akan terisi. Energi tersebut memungkinkan Koo melancarkan teknik khusus bernama Blooming Arts, serangan dahsyat yang menjadi penentu dalam pertempuran.
Di balik pengembangannya, Beast of Reincarnation dipimpin oleh Kota Furushima sebagai sutradara sekaligus penulis. Sebelumnya, Furushima dikenal sebagai battle planner dan sound manager di sejumlah game Pokémon. Namun, proyek ini menjadi ruang baginya untuk mengeksplorasi pengalaman yang benar-benar baru.
“Saya memulainya dengan bertanya pada diri sendiri, seperti sensasi apa yang sebenarnya ingin saya hadirkan lewat game ini,” ujar Furushima. Ia menyebut bahwa emosi yang paling ingin ia bangun adalah perpaduan antara “kehangatan, kepercayaan, dan kesepian”.
Menurutnya, selama enam tahun pengembangan, tim Game Freak telah menanamkan banyak rahasia dan daya tarik tersembunyi di dunia Beast of Reincarnation. “Kami ingin pemain merasa dunia ini hidup, menyimpan misteri, dan layak dijelajahi,” kata Furushima.
Sebelumnya, game ini sempat diperkenalkan dengan judul Project Bloom. Awalnya, proyek tersebut akan diterbitkan oleh Private Division, label milik Take-Two Interactive. Namun, setelah Private Division dijual pada 2024, hak penerbitan Beast of Reincarnation kini dipegang oleh perusahaan baru bernama Fictions.
Game Freak sendiri berdiri sejak 1989 dan dikenal luas sebagai kreator lebih dari 30 judul Pokémon. Meski begitu, satu dekade lalu studio ini membentuk inisiatif internal bernama Gear Project, yang memungkinkan para pengembang mengajukan ide game orisinal di luar Pokémon, terutama di masa pengembangan yang lebih lengang.
Lewat inisiatif tersebut, Game Freak sempat merilis sejumlah game lintas platform yang tidak terkait Pokémon, seperti HarmoKnight, Tembo the Badass Elephant, dan Giga Wrecker.
“Sangat penting bagi Game Freak untuk terus menantang diri dengan menciptakan game orisinal,” ujar Masafumi Saito, General Manager Development Department 1 Game Freak, dalam wawancara terbarunya dengan VGC.
Beast of Reincarnation dijadwalkan meluncur pada musim panas tahun ini untuk Xbox, PlayStation, dan PC. Game ini juga akan langsung tersedia di Xbox Game Pass sejak hari pertama perilisannya.






