GameChanger Studio resmi merilis demo The Spirit Weaver (TSW), menandai langkah awal mereka sebagai publisher. Peran baru ini sebelumnya diumumkan saat perayaan ulang tahun ke-12 studio tersebut. Demo game besutan StarBullet Studio itu kini dapat dimainkan dalam ajang Steam Next Festival yang berlangsung pada 24 Februari hingga 3 Maret 2026.
Sebelumnya, The Spirit Weaver sempat mencuri perhatian lewat perilisan teaser di ajang Hari Game Indonesia. Kini, publik bisa menjajal langsung pengalaman bermainnya melalui demo resmi di Steam.
CEO GameChanger Studio, Riris Marpaung, mengatakan bahwa perkenalannya dengan proyek ini bermula saat ia menilai prototype game tersebut sebagai bagian dari tugas kuliah mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung.
“Saya langsung jatuh cinta dengan visualnya dan tema Tarot yang masih jarang diangkat ke dalam game. Komposisi tim dari berbagai jurusan—DKV, TI, hingga Desain Interior—serta rasa ingin tahu dan persistensi mereka menjadi alasan kuat bagi kami untuk berkolaborasi sebagai publisher,” ujar Riris.

The Spirit Weaver merupakan game visual novel yang dikembangkan oleh tim mahasiswa yang dipimpin Kezia Lawrence bersama Aisha Azalia Aldian, Ammar Rasyad Chaeroel, Farizki Kurniawan, Myra Amirah Sari, Meydiandra Annisa Syafi, dan Kyria Shemaiah Susanto.

Dalam game ini, pemain berperan sebagai Alora, seorang pembaca Tarot yang dipanggil ke spirit realm untuk menghentikan ancaman misterius bernama The Entropy. Namun, misinya tak sebatas menyelamatkan roh-roh yang hilang. Alora juga harus menghadapi konflik batin berupa rasa bersalah mendalam dari masa kecilnya.
“Game ini kami rancang sebagai pengalaman yang mistis sekaligus personal. Kami tidak sabar melihat bagaimana setiap pemain akan memaknai perjalanan Alora,” kata Kezia Lawrence, Lead Designer StarBullet Studio.

Lewat demo ini, GameChanger Studio mengajak pemain untuk menilai langsung kekuatan narasi dan visual dari proyek perdana yang mereka naungi sebagai publisher.
Fitur Utama The Spirit Weaver
Game ini menawarkan sejumlah fitur yang menonjol, antara lain:
- Narasi Emosional: Cerita berfokus pada karakter yang menghadapi kehilangan, cinta, dan duka dengan latar kepribadian yang beragam.
- Mekanik Tarot Interaktif: Pemain melakukan pembacaan kartu Tarot untuk membimbing dan memulihkan kekuatan para roh.
- Pendekatan Berbasis Empati: Keberhasilan ditentukan oleh kemampuan memahami perasaan dan konflik tiap karakter.
- Pilihan Menentukan Akhir: Setiap pembacaan Tarot akan memengaruhi akhir cerita yang diperoleh pemain.
Secara genre, The Spirit Weaver mengusung kombinasi visual novel, choice matters, naratif, dan simulasi. Game ini direncanakan rilis di platform Steam (PC), sementara tanggal peluncuran penuh masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
StarBullet Studio sendiri beranggotakan tujuh lulusan baru Institut Teknologi Bandung yang dipertemukan dalam mata kuliah desain game. Konsep The Spirit Weaver lahir dari proyek kerja kelompok mereka di kelas, yang kemudian dikembangkan lebih serius hingga akhirnya mendapat dukungan dari GameChanger Studio sebagai publisher.
Kemudian pengembang independen asal Tangerang, GameChanger Studio sebelumnya dikenal lewat 1998: The Toll Keeper Story serta trilogi My Lovely—My Lovely Daughter, My Lovely Wife, dan My Lovely Empress. Kini, melalui kolaborasi The Spirit Weaver, studio tersebut membuka babak baru dengan memperluas perannya di industri game Indonesia sebagai publisher.

