Melalui gamenya, 1998: The Toll Keeper Story , GameChanger Studio menunjukkan dukungan terhadap developer game Indonesia, terutama pengembang perempuan . Setelah lebih dari sebulan beredar di pasaran, game karya GameChanger Studio ini menyalurkan sebagian pendapatannya untuk mendukung komunitas perempuan pengembang game di Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat donasi kepada Indonesian Women in Games (IWIG). Sebanyak 20 persen dari total penjualan DLC Artbook pada bulan pertama perilisan dikonversi menjadi dana dukungan senilai Rp5.199.800. Donasi ini menjadi bagian dari janji GameChanger Studio sejak awal peluncuran 1998.
Dana yang diserahkan diharapkan dapat membantu IWIG menjalankan aktivitas organisasi sekaligus mengembangkan program peningkatan kapasitas bagi anggotanya. Fokus ini dinilai relevan dengan kondisi industri game nasional yang masih menghadapi kesenjangan akses dan pengalaman, terutama bagi pengembang perempuan.

Survei Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2024 menunjukkan bahwa sekitar sepertiga perempuan pengembang game di Indonesia belum memiliki latar belakang pengalaman yang memadai di industri tersebut. Temuan ini menguatkan pentingnya inisiatif pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan.
Riris Marpaung, game director 1998 dan Chairwoman IWIG periode 2023–2025, menyebut dukungan lintas pihak masih menjadi kebutuhan utama agar IWIG dapat tumbuh sebagai ruang aman dan produktif. Menurutnya, kolaborasi semacam ini memberi peluang lebih besar bagi perempuan untuk bertahan dan berkembang di industri game.
Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Riris berharap semakin banyak perempuan pengembang game yang berani menghadirkan karya dengan perspektif personal dan nilai kemanusiaan yang kuat, tidak sekadar mengejar aspek teknis semata.
Sementara itu, Chairwoman IWIG periode 2025–2028, Musthika Dwitiya Laksmiwati, menyambut positif dukungan tersebut. COO Ikan Asin Production itu menilai kontribusi ini menjadi dorongan penting bagi keberlanjutan komunitas.
“IWIG ingin semakin terbuka dan dikenal luas. Baik bagi profesional yang sedang mengembangkan karier, maupun pemula yang membutuhkan pendampingan dari tahap awal,” ujar Musthika.
Langkah yang diambil GameChanger Studio lewat 1998 memperlihatkan bagaimana game dapat berperan lebih jauh dari sekadar hiburan, yakni sebagai medium untuk membangun solidaritas dan memperkuat ekosistem industri kreatif di Indonesia.


