Game hero shooter free-to-play terbaru berjudul Highguard mengawali perjalanannya di Steam dengan hasil yang jauh dari kata mulus. Baru beberapa jam meluncur, game ini langsung dibanjiri ulasan negatif dari para pemain hingga sempat menyentuh rating Overwhelmingly Negative.
Highguard pertama kali diperkenalkan ke publik pada Desember 2025 sebagai pengumuman penutup di ajang The Game Awards 2025. Namun sejak awal, respons terhadap game ini sudah terasa dingin. Trailer perdananya dinilai kurang menggugah, sementara pihak pengembang juga minim komunikasi hingga hari rilis, meski tanggal peluncuran pada 27 Januari (SGT) sudah dipastikan sejak lama.
Setelah resmi bisa dimainkan, kritik dari pemain pun mengalir deras dan membuka berbagai persoalan mendasar yang dirasakan saat memainkan Highguard.

Skala peta besar, format 3v3 dipertanyakan
Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah soal desain permainan. Banyak pemain menilai Highguard kebingungan menentukan arah, terutama dalam memadukan skala peta yang luas dengan format pertandingan 3v3.
Pengguna Steam dengan nama ROUNDERHOUSE menilai game ini tidak siap menghadapi ekspektasi tinggi publik. Ia mengkritik visual yang dinilai buram, serta peta yang terlalu besar untuk jumlah pemain yang terbatas. Akibatnya, pemain kerap menghabiskan waktu berlari tanpa interaksi berarti.
Masalah lain muncul dari mechanics game ini. Meski dipasarkan sebagai game fast-pace, Highguard justru menyisipkan elemen seperti menambang material langka demi membeli equipment. Menurut ROUNDERHOUSE, mekanik tersebut bertabrakan dengan konsep fast-paced yang dijanjikan. Ia juga menyoroti karakter dan presentasi yang terasa datar, serta arah artistik yang dinilai seperti kumpulan ide acak, serta tanpa identitas yang jelas, mulai dari sihir, senjata api, hingga menunggangi beruang.
Nada serupa disampaikan oleh Howl Jenkins, yang menyebut Highguard sebagai game yang membingungkan. Ia menilai format 3v3 di peta luas membuat permainan cepat berubah kacau, tanpa menawarkan keunikan yang cukup kuat.
Terlalu banyak sistem yang berjalan bersamaan, mulai dari looting, farming, hingga perebutan objektif, yang dinilai justru membebani pemain. Menurutnya, Highguard seperti memaksa pemain berpencar, tetapi di saat yang sama menghukum mereka jika tidak bermain kompak sebagai tim.
Performa bermasalah, isu teknis bikin frustrasi
Selain soal desain, performa teknis juga menjadi sumber kekecewaan. Sejumlah pemain mengeluhkan game yang berjalan buruk, bahkan di perangkat dengan spesifikasi tinggi.
Reviewer Steam BrotherFrog mempertanyakan buruknya performa Highguard di PC modern. Ia mengaku memainkan game ini dengan prosesor Ryzen 7 7800X3D dan kartu grafis RTX 5080, namun tetap mendapati performa yang mengecewakan. Menurutnya, kondisi tersebut terasa ironis untuk game yang rilis pada 2026 dan dikembangkan oleh nama-nama lama di industri.
Meski demikian, beberapa pemain lain mengklaim tidak mengalami masalah serupa, termasuk di PC dengan spesifikasi lebih rendah. Hal ini memunculkan dugaan bahwa isu performa Highguard tidak merata dan sangat bergantung pada konfigurasi sistem.
Masalah teknis lain disorot oleh pengguna bernama Mesk, yang bahkan tidak bisa menjalankan game di Steam akibat persyaratan keamanan. Ia mendapat pesan kesalahan terkait Secure Boot dan TPM 2.0, dan mengaku harus mengutak-atik BIOS tanpa hasil. Menurutnya, Highguard menjadi satu-satunya game yang menuntut pengaturan BIOS hanya untuk bisa dimainkan.
Upaya berpindah platform pun tidak banyak membantu. Dalam pembaruan ulasannya, Mesk menyebut bahwa versi PlayStation 5 memang bisa dijalankan, tetapi pengalaman bermainnya justru terasa lebih buruk. Sejumlah pemain lain turut membenarkan masalah serupa, termasuk lewat diskusi di Reddit yang dipenuhi keluhan soal performa.
Mayoritas ulasan negatif, pengembang belum bersuara
Per Selasa ini, rating Highguard di Steam telah naik tipis ke Mostly Negative. Namun, angkanya masih memprihatinkan: hanya sekitar 27 persen ulasan yang bersifat positif, di mana sebagian di antaranya bernada sarkastik, sementara 73 persen lainnya berisi kritik.
Hingga artikel ini ditulis, pengembang Highguard belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan terkait gelombang ulasan negatif yang terus mengalir dari para pemain.


