Kreator Mega Man, Keiji Inafune, menilai industri game kini terlalu nyaman bersandar pada popularitas waralaba besar dan genre yang sedang naik daun. Dalam sesi presentasinya di Console Game Developer Conference 2025 (CGDC) yang berlangsung pada 6–7 November di Korea Selatan, ia mendorong developer untuk kembali menempatkan kreativitas sebagai inti produksi game.
Inafune, yang pernah terlibat dalam sejumlah judul besar Capcom seperti Mega Man, Onimusha, hingga Dead Rising, menyampaikan bahwa banyak publisher game saat ini lebih memilih jalur aman. Menurutnya, strategi mengulang formula yang sudah terbukti sukses memang menguntungkan secara bisnis, namun tidak seharusnya menjadi satu-satunya arah industri.
Ia menegaskan, melanjutkan franchise bukan tindakan keliru. Namun bila seluruh produksi hanya bertumpu pada IP populer atau meniru genre yang sedang naik daun, industri akan kehilangan napas kreatifnya. “Industri butuh developer yang punya pesan jelas,” ujarnya, seperti diberitakan ThisIsGame.
Inafune membandingkan kondisi tersebut dengan situasi pada era 1980–1990-an, masa ketika ia memulai kariernya. Saat itu, belum ada tren game yang dominan layaknya “game bergaya Monster Hunter” atau “game bergaya Final Fantasy” saat ini. Mencoba konsep baru di setiap proyek, katanya, merupakan praktik umum. Pengalaman berpindah dari satu ide ke ide lain, alih-alih berpegang pada kesuksesan masa lalu, ia anggap sebagai salah satu alasan portofolionya berkembang.
Kini, ketika industri game telah matang, ia melihat banyak studio memilih bersikap “defensif.” Mengandalkan reputasi waralaba memang mengurangi risiko finansial, tetapi Inafune meragukan apakah pendekatan itu sehat dalam jangka panjang. “Game ke-11 dalam sebuah seri atau entri ke-13 dalam sebuah franchise mungkin diperlukan bagi bisnis dan penggemar, tetapi itu tidak seharusnya menjadi keseluruhan wajah industri game,” tuturnya.
Usai keluar dari Level-5 pada pertengahan 2024, Inafune bergabung sebagai eksekutif di Rocket Studio, perusahaan yang dipimpin mantan developer Hudson Soft, Takashi Takebe. Meski demikian, proyek terbaru yang sedang ia kerjakan belum terungkap. Namun dari pernyataan-pernyataannya di CGDC, ada kemungkinan karya berikutnya akan kembali mengedepankan eksplorasi kreatif yang selama ini ia dorong.

