Meski bukan karakter yang mengawali seri Resident Evil, Leon S. Kennedy menjelma menjadi salah satu figur paling ikonis dalam sejarah salah satu franchise game survival horror tersebut. Di antara deretan karakter lainnya, Leon kerap dianggap sebagai yang paling populer, di mana tercermin dari kemunculannya di berbagai entri utama hingga spin-off.
Capcom dengan Resident Evil-nya bahkan dengan konsisten memperlihatkan evolusi kariernya, mulai dari seorang polisi rookie yang naif, hingga berubah menjadi sosok veteran yang sebagaimana muncul dalam Resident Evil Requiem.
Lantas, siapa sebenarnya Leon S. Kennedy? Bagaimana perjalanan dan transformasinya membentuk identitasnya di salah satu seri survival horror paling berpengaruh sepanjang masa? Simak ulasan lengkapnya hingga akhir artikel ini.
Profil Leon S. Kennedy
Fase awal hidup Leon justru tidak pernah dijelaskan secara gamblang oleh Capcom. Latar belakangnya samar. Yang kita dapat selama ini adalah antara cerita resmi dan potongan-potongan informasi tambahan yang berkembang di luar cerita kanon. Namun, di situlah yang menjadi daya tariknya. Meski di Resident Evil Requiem ia tampak sangat kuat dan tak kenal takut, sebenarnya Leon bukan karakter dengan asal-usul yang spektakuler.
Ia datang sebagai orang biasa dengan idealisme dan kenaifan ala lelaki 20-an. Melindungi orang lain melalui seragam polisi adalah keyakinannya yang sangat kuat. Ia belum mengenal korupsi, konspirasi, atau eksperimen biologis. Yang ia tahu hanyalah seragam dan tanggung jawab sebagai anggota polisi baru di Racoon City Police Department (RPD). Namun, semua itu akan runtuh dalam hitungan jam sejak ia menginjakkan kaki di kota tersebut.

Ada detail menarik yang mengawali kisah Leon di Resident Evil. Menurut panduan resmi Resident Evil 2 versi orisinal, ia terlambat datang ke Raccoon Police Department karena bertengkar dengan kekasihnya. Pertengkaran itu berujung pada malam mabuk di sebuah motel, yang membuatnya bangun kesiangan di hari pertama kerja.
Menariknya, kesalahan kecil itu justru menyelamatkan nyawanya. Jika Leon datang tepat waktu, ia mungkin menjadi korban, bukan penyintas. Dalam versi Remake yang dirilis pada tahun 2019, detail ini dipersingkat, tetapi intinya tetap sama. Leon tetap bertahan hidup karena mabuk dan terlambat masuk ke kota tersebut. Ia memasuki Raccoon City ketika semuanya sudah terlanjur hancur.
| Parameter | Spesifikasi Detail |
| Nama Lengkap | Leon Scott Kennedy |
| Tahun Kelahiran | 1977 (tanggal spesifik masih diperdebatkan, namun konsensus mengarah ke tahun 1977) |
| Tempat Lahir | Amerika Serikat (wilayah Midwest sering diasumsikan) |
| Etnisitas | Kaukasia-Amerika (beberapa sumber menyebut kemungkinan keturunan Italia-Amerika) |
| Golongan Darah | A |
| Tinggi Badan | 178 cm (5 ft 10 in) pada 1998; meningkat menjadi sekitar 180 cm (5 ft 11 in) di usia dewasa |
| Berat Badan | Sekitar 70,2 kg (1998), meningkat hingga ±75 kg seiring perkembangan massa otot di era DSO |
| Warna Rambut | Pirang gelap / cokelat terang |
| Afiliasi Organisasi | Raccoon Police Department (1998); USSTRATCOM (1998–2011); Division of Security Operations / DSO (2011–sekarang) |
Evolusi Leon S. Kennedy
Raccoon City, 1998 (Resident Evil 2 )
Leon datang ke Raccoon City di usia 21 tahun dan memulai kariernya sebagai polisi. Seragam RPD masih rapi, jiwanya masih naif, dan penuh idealisme. Sayangnya, kota itu sudah mati sebelum ia sempat benar-benar memulai kariernya.

Di tengah kekacauan, Leon berperilaku seperti polisi ideal. Ia menolong Claire Redfield, melindungi Sherry Birkin, dan terus bergerak seolah semuanya masih bisa diselamatkan. Namun kenyataan datang cepat dan kejam. Kepala Polisi Brian Irons, figur yang seharusnya bisa dipercaya, justru menjadi salah satu manusia paling mengerikan di kota itu. Dari sini, Leon belajar bahwa seragam dan jabatan tidak menjamin siapa pun berada di sisi yang benar.
Menjadi Properti Pemerintah, 1998 – 2003 (Epilog Resident Evil 3 & Resident Evil: The Darkside Chronicles (Operation Javier))
Setelah berhasil keluar dari Raccoon City, Leon dan Sherry belum juga mendapatkan kebebasan. Keduanya langsung diamankan oleh militer AS. Pemerintah melihat Leon sebagai sosok yang punya potensi besar, terutama karena ia mampu bertahan hidup dari kekacauan yang menewaskan hampir semua orang.
Adam Benford, yang saat itu masih berada di jajaran militer, menjadikan keselamatan Sherry sebagai alat tekan. Dengan antibodi G-Virus di dalam tubuhnya, Sherry bisa saja dijadikan kelinci percobaan. Untuk mencegah hal itu, Leon tidak punya banyak pilihan selain menerima tawaran masuk ke layanan pemerintah.

Leon kemudian direkrut ke unit khusus pemburu Umbrella di bawah USSTRATCOM. Di sinilah hidupnya berubah drastis. Ia menjalani pelatihan keras tanpa jeda, seperti menggunakan senjata api yang lebih mutakhir, taktik tempur, penjinakan bom, hingga pertarungan jarak dekat. Sedikit demi sedikit, Leon berhenti menjadi polisi. Ia dibentuk untuk menjalankan misi berbahaya, bukan lagi untuk berpatroli dan menegakkan hukum.
Pengalaman paling menentukan di fase ini datang lewat Operation Javier pada 2002, saat Leon berusia 25 tahun. Bertugas di hutan Amerika Selatan, ia bekerja bersama Jack Krauser, perwira SOCOM yang jauh lebih berpengalaman. Dari Krauser, Leon belajar cara bertahan di medan perang. Namun ia juga melihat sisi gelap kekuatan virus, bagaimana ambisi dan keinginan untuk menang bisa menyeret orang ke arah yang salah. Kedekatan mereka di misi ini membuat konflik Leon dan Krauser di kemudian hari terasa jauh lebih personal.
Leon yang Menjelma Menjadi Jagoan Sebenarnya, 2004 (Resident Evil 4)
Di usia 27 tahun, Leon berada di kondisi terbaiknya. Fisiknya kuat, pengalamannya cukup, dan kepercayaan dari pemerintah AS membuatnya mendapat tugas penting, yaitu menyelamatkan Ashley Graham, putri Presiden, yang diculik dan dibawa ke pedesaan terpencil di Spanyol. Misi ini dijalani sendirian, tanpa tim besar, tanpa banyak cadangan.
Di sinilah sosok Leon yang paling kita kenal mulai terbentuk. Ia tidak lagi polos seperti di Raccoon City. Trauma masa lalu membuatnya lebih sinis dan santai dengan caranya sendiri. Candaan-candaan khas Leon di RE4 terdengar ringan, tapi sebenarnya menjadi semacam mekanisme berlindung untuk menenangkan diri dan menjaga jarak dari situasi yang terus mengancam nyawanya. Di balik gaya bercandanya, menuver Leon sangat cepat dan efisien.

Hubungannya dengan Ashley memperlihatkan sisi protektif Leon yang sudah lebih dewasa. Ia sabar dan fokus menjaga Ashley agar tetap aman. Meski mengingatkan kita pada caranya melindungi Sherry dulu, kali ini Leon memiliki kontrol dan profesionalisme yang lebih matang.
Konfliknya dengan Jack Krauser terasa personal. Berhadapan dengan mantan rekan yang kini menjadi musuh jelas bukan hal mudah. Pertemuan kembali dengan Ada Wong menegaskan bahwa cerita mereka belum selesai. Ada masih hidup, masih penuh rahasia, dan tetap berada di sisi yang berbeda. Meski begitu, hubungan mereka tetap berjalan di wilayah abu-abu, di mana saling curiga bercampur dengan keinginan untuk melindungi satu sama lain.
Dari segi tampilan, Leon di era ini juga berubah. Jaket bomber berlapis bulu domba menjadi ciri khasnya, terlihat praktis sekaligus stylish. Rambutnya lebih panjang dengan poni yang menutupi sebagian wajah, mengikuti tren era 2000-an dan memberi kesan Leon yang lebih tertutup dibandingkan sebelumnya.
Era Harvardville, 2005 – 2006 (Resident Evil: Degeneration & Resident Evil: Infinite Darkness)
Setahun setelah peristiwa RE4, Leon kembali turun tangan menghadapi wabah T-Virus yang merebak di Bandara Harvardville. Di momen ini, ia bertemu lagi dengan Claire Redfield, dan pertemuan tersebut langsung menegaskan betapa berbeda arah hidup yang mereka jalani. Claire memilih bergerak lewat TerraSave, sebuah LSM yang mendorong keterbukaan dan membela para korban, sementara Leon justru semakin terikat pada dunia pemerintah yang menuntut kerahasiaan.

Sikap Leon pun terasa berubah. Ia menjadi lebih pendiam, lebih serius, dan jauh dari sosok santai yang kita kenal di RE4. Cerita ini berlanjut dalam Infinite Darkness (2006), yang membawa Leon ke ranah politik yang lebih kompleks. Ia menemukan konspirasi di dalam Gedung Putih yang melibatkan Menteri Pertahanan Wilson, dan pada akhirnya harus membuat pilihan sulit.
Alih-alih membongkar semuanya ke publik, Leon memilih menyimpan bukti kejahatan tersebut demi menjaga stabilitas negara. Keputusan ini membuatnya bertolak belakang dengan pandangan Claire tentang kebenaran, sekaligus menandai titik ketika Leon rela mengorbankan idealismenya demi apa yang ia anggap sebagai kepentingan yang lebih besar.
Pembentukan DSO dan Perang Saudara, 2011 (Resident Evil: Damnation)
Pada 2011, Leon S. Kennedy mendirikan sebuah organisasi bernama DSO (Division of Security Operations). Organisasi ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Adam Benford sebagai respons atas kegagalan FBC yang dianggap terlalu birokratis dan lamban menghadapi ancaman bioterorisme.
Dengan melapor langsung ke Presiden, DSO sengaja diposisikan sebagai jalur cepat dalam pengambilan keputusan. Fakta bahwa Leon menjadi salah satu pendiri utamanya menunjukkan betapa besar kepercayaan negara kepadanya. Gambaran Leon yang lebih manusiawi terasa kuat dalam Resident Evil: Damnation (2011), tepat saat usianya 34 tahun. Di samping itu, Leon dikirim ke Republik Slavia Timur yang dilanda perang saudara dan penggunaan B.O.W.
Ia terlihat lelah, sinis, dan mulai mempertanyakan perintah yang datang dari atas. Ketika pemerintah AS memintanya mundur, Leon justru memilih bertahan demi menyelamatkan warga sipil. Keputusan ini menegaskan bahwa empati masih menjadi kompas utamanya.
Hubungannya dengan Alexander “Buddy” Kozachenko memperlihatkan sisi Leon yang memahami bahwa tidak semua pengguna biosenjata adalah monster, sebagian hanyalah korban keadaan. Menariknya, di tengah tekanan mental itu, Leon justru digambarkan berada di kondisi fisik terbaiknya, mampu bertahan dari serangan Tyrant Super T-103 hingga ledakan roket jarak dekat.
Tragedi Tall Oaks & Lanshiang, 2013 (Resident Evil 6)
Ini adalah periode paling gelap dalam hidup Leon S. Kennedy. Sosok Leon yang awalnya perlahan terbangun menjadi sosok yang kuat layaknya pahlawan, di sini ia menjadi rapuh. Selain itu, Presiden Adam Benford, yang menjadi figur ayah dan orang yang menarik Leon kembali ke dalam dinas negara setelah tragedi Raccoon City, harus ia tembak mati lantaran menjadi zombie akibat C-Virus ketika menyelamatkan Helena Harper.
Akibat tindakannya tersebut, ia difitnah sebagai pembunuh presiden. Lalu, Leon beroperasi di balik pelariannya. Di saat itu ia juga sambil berusaha membersihkan namanya dan membongkar dalang di balik serangan bioteror tersebut, Derek Simmons, sosok yang ironisnya berada di jantung sistem yang seharusnya ia lindungi.

Di tengah pelarian itu, Leon bertemu kembali dengan Sherry Birkin, yang kini berusia 26 tahun dan bekerja sebagai agen pemerintah. Leon berharap gadis yang selamat dari neraka Raccoon City itu bisa menjalani hidup normal, jauh dari intrik dan senjata.
Era Depresi, 2014 – 2015 (Resident Evil: Vendetta & Resident Evil: Death Island
Di Resident Evil: Vendetta Leon S. Kennedy menampakkan sisi manusianya. Film ini dibuka dengan adegan Leon sedang cuti, mabuk di sebuah bar sepi, dan sengaja mengabaikan panggilan tugas. Di sini Leon terlihat mengalami depresi dan PTSD. Chris Redfield dan Rebecca Chambers akhirnya menarik Leon kembali ke lapangan. Menariknya, kelelahan mental ini justru tercermin dalam cara bertarungnya. Leon mengadopsi gaya Gun-Fu atau Center Axis Relock (CAR) yang sangat efisien dan praktis—mirip dengan pendekatan John Wick.
Lalu, lanjut ke Resident Evil: Death Island. Di film ini adalah pertama kalinya Leon dan Jill Valentine akhirnya bertemu di satu layar. Meski baru berinteraksi, mereka terasa seperti kawan lama. Hal ini diakibatkan, keduanya sama-sama memahami trauma satu sama lain. Jill, yang pernah kehilangan kendali atas dirinya akibat Wesker, melihat kelelahan yang sama di diri Leon.
Resident Evil Requiem, Kisaran Waktu 2026 atau 2028
Tak lama Capcom baru saja merilis trailer Resident Evil Requiem yang menampilkan gameplay Leon. Di trailer tersebut, Leon digambarkan akan berada di kisaran 49 hingga 51 tahun. Leon versi ini digambarkan lebih tua, tapi justru nampak kuat dan lebih berbahaya. Spekulasi menyebutkan perannya akan mendekati figur mentor, mirip posisi Chris Redfield di Resident Evil Village.

Leon S. Kennedy memiliki perjalanan yang terbilang cukup panjang di kancah game survival horror. Penampilan awalnya di tahun 1998 hingga nanti di Requiem menunjukkan bahwa Leon berubah seiring berjalannya waktu. Selain itu, sosok ini juga secara tidak sengaja lebih sering kita ikuti kiprahnya dibanding pendahulunya seperti Jill Valentine dan Chris Redfield.
| Tahun | Usia | Judul Seri | Peran & Status |
| 1998 | 21 | Resident Evil 2 | Rookie Cop RPD (Sipil) |
| 2002 | 25 | Darkside Chronicles | Agen USSTRATCOM (Operasi Khusus) |
| 2004 | 27 | Resident Evil 4 | Agen Khusus Presiden (DSO Prekursor) |
| 2005 | 28 | Degeneration | Agen Khusus (Pembersih Wabah) |
| 2006 | 29 | Infinite Darkness | Agen Federal (Investigator Gedung Putih) |
| 2011 | 34 | Damnation | Agen DSO (Pendiri/Veteran) |
| 2013 | 36 | Resident Evil 6 | Agen DSO (Buronan Sementara) |
| 2014 | 37 | Vendetta | Kapten DSO (Cuti/Depresi) |
| 2015 | 38 | Death Island | Agen DSO (Misi Tim Gabungan) |
| ~2028 | ~51 | RE9 / Requiem (Est.) | Veteran Legendaris |
Selain itu, kami juga membahas karakter game selain Leon. Jadi, untuk kamu yang ingin tahu cerita dan latar belakang suatu karakter game, kalian bisa terus ikuti konten-konten menarik lainnya di website dan media sosial Gameformia!


