Game indie berjudul Mamon King mendadak jadi perbincangan di Jepang. Tak lama setelah meluncur pada 11 Desember, game simulasi melatih monster ini langsung melesat ke posisi teratas daftar penjualan Steam wilayah Jepang. Pada periode awal rilisnya, Mamon King mencatat lebih dari 2.000 pemain aktif secara bersamaan dan sempat menyalip game-game mapan seperti Apex Legends, Overwatch 2, hingga Arc Raiders.
Mamon King dikembangkan oleh studio LiTMUS bersama Yoshinama, seorang YouTuber game populer asal Jepang. Game ini terinspirasi dari waralaba klasik Monster Rancher milik Koei Tecmo. Pemain diajak membesarkan, melatih, serta mengadu 38 makhluk unik bernama Mamon, sekaligus membangun hubungan dengan mereka seiring progres permainan.

Meski berangkat dari formula yang sudah dikenal, Mamon King tidak sepenuhnya berjalan di jalur aman. Pengembang menyematkan sistem pertarungan kartu dan elemen acak yang membuat setiap sesi bermain terasa berbeda. Pendekatan ini memberi identitas tersendiri, sekaligus menjadi pembeda dari game sejenis yang lebih konvensional.
Di balik kesuksesannya, Mamon King merupakan proyek penuh idealisme dari Yoshinama. Ia bukan sosok yang berlatar belakang pengembang game profesional. Namun, keberaniannya untuk mewujudkan game impian—meski tanpa jaminan berhasil—menarik perhatian direktur LiTMUS, Yu Totsuka. Dari titik itulah proyek ini berkembang dan digarap secara serius selama kurang lebih dua tahun.
Tak tanggung-tanggung, Yoshinama mengucurkan dana pribadi sekitar 25 juta yen Jepang atau setara 160 ribu dolar AS untuk membiayai pengembangan. Upaya tersebut kini membuahkan hasil. Di Steam, Mamon King mendapatkan label ulasan “Very Positive” dari para pemain. Selain itu, game ini juga menempati posisi ketiga sebagai game Nintendo Switch dengan jumlah unduhan terbanyak di My Nintendo Store Jepang, tepat di bawah Pokémon Legends: Z-A dan Inazuma Eleven: Victory Road.
Saat ini, Mamon King sudah bisa dimainkan di PC melalui Steam serta di konsol Nintendo Switch. Pencapaian awal ini mempertegas bahwa game indie dengan visi kuat dan sentuhan personal masih memiliki peluang besar untuk bersaing di tengah padatnya industri game arus utama.

