Arah manajemen Sony Interactive Entertainment dalam beberapa tahun terakhir kini dipertanyakan menyusul penutupan Bluepoint Games. Bloomberg melalui Jason Schreier melaporkan bahwa Sony Interactive Entertainment memutuskan untuk menutup studio support yang diakuisisi pada tahun 2021 lalu, yaitu Bluepoint Games.

Ironisnya studio itu sendiri sudah eksis sejak tahun 2006 dan merangkak dari bawah untuk bisa dikenal sebagai salah satu pentolan studio yang sukses mengerjakan porting maupun remaster dari berbagai judul game first party Sony dengan God of War Collections untuk PS3 pada tahun 2009 silam.
Bluepoint Games diakuisisi oleh Sony Interactive Entertainment pada tahun 2021 dengan mahar yang tidak disebutkan, namun Sony Interactive Entertainment sendiri rumornya menghabiskan sekitar $4 miliar dollar amerika serikat untuk 9 akuisisi per tahun 2020 hingga 2024 yang diketahui melalui profil LinkedIn direktur dan portfolio strategy Playstation Studios.
Setidaknya dua produk Bluepoint Games terakhir dapat membuktikan bahwa mereka adalah studio support layaknya studio AAA, yang mana di tahun 2018 berhasil mengembangkan versi remaster untuk Shadow of the Colossus, dan terakhir di tahun 2020 Sony mempercayakan versi remaster dan launch title Demon’s Souls Playstation 5 kepada studio asal Austin, Texas tersebut, yang kemudian secara naas ditutup oleh Sony Interactive Entertainment setelah membatalkan project game live service God of War di Januari 2025.

Realitanya, manajemen Sony Interactive Entertainment memasuki kemunduran sejak tahun 2019 atau sejak saat Shawn Layden resign dan posisinya yang digantikan oleh Jim Ryan yang sekaligus menjadi pintu awal masuknya ke era Playstation 5.
Pivot yang merubah segalanya di tahun 2019
Shawn Layden merupakan ketua dari Sony Interactive Entertainment Studios di seluruh dunia sekaligus CEO Sony Interactive Entertainment yang mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan global Playstation, terlebih saat dirinya menjabat sebagai CEO pada periode 2014-2019 saat era Playstation 4 yang mampu bangkit dari dominasiera Xbox 360.
Karir Layden terpaksa harus berhenti di bulan September tahun 2019 karena beberapa alasan yang salah satunya adalah Sony Interactive Entertainment yang tertarik untuk memasuki era live service game, untuk itu lah Jim Ryan masuk menggantikan posisinya sebagai CEO baru Sony Interactive Entertainment.
Memasuki era Jim Ryan, Sony Interactive Entertainment mulai menyiapkan diri untuk berbelok arah pada tikungan di depan mata mereka, yaitu live service game dna faktanya, terdapat sekitar 11 akuisisi yang dilakukan oleh Sony Interactive Entertainment sejak tahun 2019 dan naasnya, 4 dari 11 studio tersebut kini telah ditutup dengan mayoritas project live service games yang belum sempat diumumkan ke publik, beberapa akuisisi ini sendiri antara lain adalah,

Insomniac Games – Sony Interactive Entertainment sendiri mulai melakukan sejumlah akuisisi yang sebenarnya sudah dilakukan pada bulan Agustus 2019 untuk studio dibalik game inFamous series yakni Insomniac Games sebesar $229 juta dollar dalam kesepakatan all-in cash dan selesai pada bulan November di tahun yang sama.
Insomniac Games sendiri saat ini menjadi mesin Sony untuk mengembangkan licensed IP dari Marvel seperti Spiderman dan Wolverine yang mana sejatinya studio ini pun tidak luput dari project live service Sony yaitu Spiderman: The Great Web yang juga dibatalkan pada tahun 2024 lalu.
Bluepoint Games – Kerjasama keduanya terjalin sejak tahun 2009 untuk God of War Collections di PS3, hingga pada akhirnya produk remaster dari Bluepoint Games menjadi salah satu best seller Sony Interactive Entertainment di era Playstation 4 yakni Uncharted: The Nathan Drake Collection dan berlanjut pada Demon’s Souls untuk launch title Playstation 5 di tahun 2020 dengan berbagai pujian dari kritikus dan media. Sony Interactive Entertainment melihat potensi studio asal Austin, Texas tersebut lalu mengakuisisinya pada bulan September 2021 dengan nilai yang dirahasiakan.
Firesprite – Studio asal Britania Raya ini diakuisisi oleh Sony Interactive Entertainment pada bulan September 2021 sekaligus Fabrik Games yang dibangun oleh ex-co founder Firesprite. Firesprite Studios mengukuhkan namanya sebagai studio dengan spesialisasinya pada game Virtual Reality sejak tahun 2014 dengan menjadi pengembang utama untuk Horizon Call of the Mountain untuk PSVR2 di tahun 2023, namun dibalik akuisisi ini ternyata menyimpan fakta bahwa kondisi kerja di Firesprite pasca akuisisi begitu buruk dengan lembur, telatnya gaji pegawai, ageism dan pelecehan seksual kerap terjadi hingga akhirnya di awal tahun 2026 studio ini ditutup
Valkyrie Entertainment – Studio ini sudah eksis sejak tahun 2002 silam sebagai support studio untuk berbagai publisher hingga akhirnya sejak tahun 2011 terus bekerjasama dengan Sony Interactive Entertainment sebagai studio support untuk Infamous, Twisted Metal, God of War Ragnarok hingga terakhir membantu Firewalk Studios mengembangkan Concord.
Housemarque – Kehadiran Sony Interactive di tanah nordik terbilang cukup tipis, dan diakuisisinya Housemarque menjadi langkah strategis untuk mengamankan potensi pasar di eropa utara. Sony Interactive Entertainment mengakuisisi Housemarque pada tahun 2021 lalu dengan Returnal yang merupakan salah satu IP unik studio asal Finlandia tersebut, kini Housemarque baru saja mendirikan studio utama yang diklaim sebagai studio video game paling besar di daerah nordik.
Nixxes Software – Salah satu akuisisi Sony Interactive Entertainment paling menguntungkan adalah Nixxes Software yang membantu untuk urusan porting dengan waktu dan budget yang cukup terkontrol. Nixxes Software sendiri sudah eksis sejak tahun 1999 dengan lebih dari 30 porting game yang membuat Sony Interactive Entertainment mengakuisisi studio ini di tahun 2021 dan sejak itu bertanggung jawab untuk porting game first party Playstation Studios ke PC.
Bungie – Pada tahun 2022 lalu sebuah kabar viral datang dari Bungie Studios yang menyatakan bahwa Sony Interactive Entertainment berupaya untuk mengakuisisi studio dibalik Destiny 2 tersebut dengan nilai $3.6 miliar dolar amerika serikat. Tujuannya jelas, Sony Interactive Entertainment bukan sekedar mengakuisisi perusahaan melainkan sumber daya manusia dan pengalaman Bungie dalam live service game.
Haven Studio – Memasuki tahun 2022 Sony Interactive Entertainment mengakuisisi studio yang dibangun pada tahun 2021 oleh Jade Raymond dengan project online shooters live service game FAIRGAMES untuk nilai yang tidak dipublikasikan. Nasib Haven Studio sendiri kurang terlihat kurang baik dengan versi alpha dari FAIRGAMES yang dirumorkan gagal penuhi ekspektasi dan harus kembali dikembangkan ulang.
Firewalk Studio – Akuisisi Firewalk Studio di tahun 2023 menjadi salah satu grand plan Sony Interactive Entertainment untuk mengembangkan IP live service original yang diharapkan Jim Ryan bisa memperluas portfolio Playstation, namun sayangnya Concord yang dikembangkan oleh Firewalk Studios dan Valkyrie Entertainment diprotes keras para gamers dan hanya bertahan kurang dari satu bulan pasca rilis.
Neon Koi – Selain Sony Interactive Entertainment kekurangan game live service, mereka tentu butuh penetrasi ke platform mobile dan diakuisisinya Neon Koi sendiri bertujuan untuk mengembangkan IP original pada platform mobile. Namun sayangnya, dua tahun pasca akuisisi di 2022, belum sempat publik mengetahui project yang tengah dikembangkan, Sony Interactive Entertainment menutup studio Neon Koi pada tahun 2024 lalu.
Sony mulai goyah
Jim Ryan menyampaikan grand plan Sony kedepannya yang akan berfokus pada 12 live service game, dan naasnya hanya beberapa judul yang menemui kesuksesan yang salah satunya adalah Helldivers 2. Mayoritas project ini sendiri dibatalkan dan studio yang bersangkutan ditutup oleh Sony setelahnya, seperti baru-baru ini Bluepoint Games kemudian Firewalk Studios, lalu London Studios yang merupakan studio cabang di UK dan Neon Koi yang juga ditutup sebelum projectnya dibuka ke publik.

Grand plan untuk live service game ini juga dibebankan kepada studio di Playstation yang hanya pernah mengembangkan game AAA single player, seperti Bend Studio dan Naughty Dog. Bungie yang diharapkan bisa membantu pengembangan dan strategi untuk live service game nyatanya hanya menambah masalah bagi Sony dengan budaya lembur, plagiarisme yang mendarah daging, hingga senioritas dan pelecehan seksual yang sebelumnya jarang terjadi.
Kini, Marathon yang diharapkan bisa menjemput kesuksesan Helldivers 2 menjadi pertaruhan baik bagi Bungie maupun Sony agar dapat menjustifikasi nilai akuisisi besarnya di empat tahun lalu. Haven Studio sendiri nasibnya di ambang penutupan dengan minimnya update dan informasi mengenai FAIRGAMES dan sejumlah developer kunci dilaporkan keluar tahun lalu.

Apa yang akan Sony lakukan dalam beberapa tahun kedepan di sisa masa Playstation 5? Biaya project game single player AAA terus membengkak dengan profit kian menipis, diversifikasi portofolio lewat porting PC mulai terbatas dan jalan satu-satunya dengan merambah ke ranah live service game kian pupus.

