Setelah lama tak menghadirkan judul utama, Mega Man dipastikan bakal kembali meramaikan industri game. Capcom mengonfirmasi tengah mengembangkan game terbaru bertajuk Mega Man: Dual Override, yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Pengumuman ini disampaikan Capcom dalam ajang The Game Awards. Game tersebut akan tersedia di berbagai platform, mulai dari PlayStation 5, Xbox Series X/S, Switch 2, PlayStation 4, Xbox One, Switch, hingga PC. Strategi rilis lintas generasi ini menunjukkan upaya Capcom untuk menjangkau pemain lama maupun baru secara bersamaan.
Cuplikan trailer yang diperlihatkan memperlihatkan Mega Man: Dual Override masih setia pada formula klasik 2D side-scrolling. Meski begitu, Capcom memberi sentuhan visual berbeda lewat gaya cel-shaded, yang membuat tampilannya terasa lebih segar tanpa menghilangkan ciri khas seri legendaris ini.
Dalam keterangan resminya, Capcom menegaskan bahwa Mega Man akan kembali sebagai game action platformer dengan tantangan baru. Pemain bakal berhadapan dengan barisan robot musuh, sembari melompat dan menembak di lingkungan futuristik yang dirancang lebih beragam dan dinamis.
Kembalinya Mega Man ini juga berkaitan erat dengan arah bisnis Capcom ke depan. Perusahaan tersebut sebelumnya menyampaikan ambisinya untuk mendorong sejumlah seri lama—seperti Mega Man, Devil May Cry, dan Ace Attorney—agar bisa naik status menjadi “IP inti” atau core IP.

Presiden sekaligus COO Capcom, Haruhiro Tsujimoto, dalam laporan korporat terbaru, menyebut Resident Evil, Monster Hunter, dan Street Fighter sebagai tiga waralaba terbesar perusahaan saat ini. Ketiganya menjadi fondasi utama pertumbuhan Capcom dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk mencapai target penjualan 100 juta game per tahun, Capcom kini mulai memfokuskan perhatian pada seri-seri lain yang sudah punya nama besar. Melalui perilisan game baru, remake, hingga port ke perangkat keras generasi terbaru, Capcom berharap bisa memperluas basis pemain sekaligus memperkuat loyalitas penggemar.
“Kami memiliki banyak merek yang dikenal secara global, seperti Mega Man, Devil May Cry, dan Ace Attorney,” ujar Tsujimoto. Menurutnya, penguatan brand dan komunitas pemain menjadi langkah penting agar seri-seri tersebut bisa tumbuh sejajar dengan IP inti Capcom lainnya.

