Naughty Dog kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebutkan adanya penerapan lembur wajib atau crunch demi menyiapkan demo game teranyar mereka, Intergalactic: The Heretic Prophet. Demo tersebut disebut-sebut dipersiapkan untuk perusahaan induk Naughty Dog, Sony.
Laporan yang dirilis Bloomberg mengungkap bahwa sejumlah karyawan Naughty Dog diminta bekerja tambahan minimal delapan jam per pekan. Kebijakan ini diterapkan setelah studio tersebut dinilai tertinggal dari jadwal akibat beberapa tenggat waktu yang terlewat. Meski begitu, manajemen membatasi total jam kerja agar tidak melebihi 60 jam dalam seminggu.
Tak hanya soal jam kerja, perubahan juga terjadi pada kebijakan kerja dari kantor. Para pengembang dilaporkan diwajibkan masuk kantor selama lima hari dalam seminggu, meningkat dari aturan sebelumnya yang hanya mewajibkan tiga hari kerja tatap muka. Dampaknya, sejumlah karyawan harus menyesuaikan ulang kebutuhan personal, mulai dari mencari tambahan layanan penitipan anak hingga hewan peliharaan.

Manajemen Naughty Dog disebut telah menyampaikan bahwa kebijakan masuk kantor lima hari ini bersifat sementara dan akan kembali ke skema tiga hari per minggu mulai Januari mendatang. Sumber Bloomberg juga menyebut periode crunch tambahan tersebut telah berakhir pada pekan ini bagi sebagian besar staf, setelah berlangsung sejak akhir Oktober. Namun, tidak sedikit karyawan yang khawatir pola serupa bisa kembali terulang di masa depan.
Sementara itu, demo Intergalactic: The Heretic Prophet dikabarkan telah berhasil dirampungkan. Game ini disebut menargetkan rilis pada pertengahan 2027, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai jadwal tersebut. Baik Sony maupun Naughty Dog memilih untuk tidak memberikan komentar atas laporan yang beredar.
Isu crunch bukan hal baru bagi Naughty Dog. Pada 2020 lalu, studio ini juga sempat menjadi bahan laporan kritis terkait budaya kerja berlebihan saat mengembangkan The Last of Us Part II. Proyek tersebut disebut menyebabkan kelelahan kerja serius hingga mendorong sejumlah karyawan angkat kaki dari studio.
Setahun berselang, dua pimpinan Naughty Dog kala itu, Evan Wells dan Neil Druckmann, sempat buka suara mengenai isu tersebut. Wells mengakui dirinya pernah bekerja sangat keras sepanjang kariernya. Sementara Druckmann menekankan bahwa studio tengah berupaya mencari pendekatan yang lebih manusiawi untuk mencegah burnout, mengingat setiap karyawan memiliki situasi dan batasan yang berbeda.
Game Intergalactic: The Heretic Prophet sendiri pertama kali diumumkan pada akhir tahun lalu melalui sebuah trailer bernuansa retro-futuristik. Trailer tersebut memperkenalkan karakter pemburu bayaran bernama Jordan A. Mun, yang diperankan oleh Tati Gabrielle.
Meski detail gameplay dan ceritanya masih minim, Druckmann sempat mengungkap bahwa game ini akan mengangkat tema religi dan filosofi. Ia juga menyebut proyek ini sebagai game paling ambisius yang pernah digarap Naughty Dog.


