Wildlight Entertainment resmi merilis patch besar pertama untuk Highguard pada 29 Januari 2026, hanya tiga hari setelah game raid shooter free-to-play tersebut meluncur ke publik. Update ini menjadi respons cepat pengembang terhadap berbagai keluhan pemain yang muncul sejak perilisan awal Highguard pada 26 Januari lalu.
Sejak debutnya, Highguard menuai respons kurang menggembirakan di Steam. Lebih dari 22 ribu ulasan tercatat dengan status “mostly negative”. Meski begitu, Wildlight tetap bergerak cepat. Mereka mengakui peluncuran awal Highguard belum berjalan mulus dan menjadikan masukan pemain sebagai prioritas utama dalam pengembangan lanjutan.

Dalam pengantar catatan patch, tim Wildlight menyebut update ini membawa sejumlah peningkatan penting, mulai dari pengaturan field of view (FoV) di konsol, opsi toggle untuk Aim Down Sights (ADS) dan crouch, hingga perluasan pengaturan video. Optimalisasi performa juga tengah disiapkan dan disebut akan hadir dalam waktu dekat.
Wildlight Studios sebelumnya telah mengumumkan bahwa patch ini sedang dikerjakan sejak awal pekan. Sejumlah pengembang inti di studio tersebut diketahui merupakan mantan staf Respawn Entertainment yang terlibat dalam pengembangan Apex Legends. Pengalaman tersebut, menurut Wildlight, menjadi bekal penting agar mereka tidak mengulangi kesalahan penanganan pasca-rilis seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Patch versi 1.0.4 ini membawa banyak perubahan di sisi pengaturan. Pemain kini dapat mengatur crouch dalam mode hold atau toggle di semua platform. Untuk pengguna PC, opsi serupa juga tersedia pada ADS. Namun, Wildlight mengakui masih ada kendala teknis, terutama bagi pemain konsol yang belum memiliki kebebasan rebind tombol.

Dari sisi visual, pengguna konsol kini bisa mengatur FoV hingga 110 derajat. Opsi kualitas rendah untuk bayangan dan refleksi juga disesuaikan agar lebih ringan, meski dengan konsekuensi penurunan kualitas visual. Pengaturan baru bernama View Distance Quality turut ditambahkan untuk membantu pemain menyesuaikan beban GPU dan CPU.
Selain itu, pemain kini dapat mengaktifkan atau menonaktifkan sejumlah efek visual secara terpisah, seperti chromatic aberration, bloom, dan anisotropic materials. Wildlight menyebut fitur motion blur dan depth of field masih memerlukan pengujian lanjutan sebelum bisa dinonaktifkan dengan aman.
Patch ini juga menghadirkan opsi preset DLSS bagi pengguna teknologi tersebut, serta memungkinkan pemain mematikan global illumination sepenuhnya. Salah satu perbaikan penting lainnya adalah bug engine yang sebelumnya membatasi performa laptop di angka 60 FPS, terlepas dari pengaturan frame rate.
Di sisi stabilitas, Wildlight mengklaim patch ini berhasil memangkas angka crash hingga 90 persen. Sejumlah masalah yang menyebabkan game crash saat keluar dari match di PS5 atau saat memuat game di perangkat dengan media penyimpanan lambat juga telah diperbaiki. Bug terkait status online dan matchmaking pun diklaim telah ditangani.
Meski patch ini belum sepenuhnya membalikkan sentimen negatif pemain, Wildlight menegaskan bahwa pembaruan lanjutan sudah dalam proses. Studio tersebut menyatakan akan terus memantau respons komunitas dan menyesuaikan pengembangan Highguard dalam waktu dekat.


